MAUNG KALBAR KAWAL, kabarbahri.co.id – Nasib Dedi Darmawan Jadi Sorotan, Minta Perhatian Serius Presiden Prabowo

Scroll Untuk Lanjut Membaca
LSM MAUNG KALBAR SOROT KETIMPANGAN: Rakyat Kecil Rugi Rp814 Juta, Desak Presiden Prabowo Hadir

Harapan hidup seorang warga kecil di Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat, seolah ikut tenggelam bersama kapal miliknya di perairan Sungai Kapuas. Di tengah derasnya arus sungai dan beban kerugian yang menumpuk, Dedi Darmawan, pemilik kapal KM. Juwita, kini berjuang mati-matian mencari keadilan yang belum juga berpihak padanya.Kubu Raya,Kalbar —15 April 2026

Kapal yang menjadi satu-satunya tumpuan nafkah keluarga itu dikabarkan tenggelam di perairan Rasau Jaya, Kabupaten Kubu Raya, tepat sejak tanggal 5 Januari 2026 silam. Kisah pilu dan perjuangan keras Dedi yang dituangkan dalam sebuah surat terbuka untuk Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, kini menyebar luas di jagat maya dan menjadi sorotan tajam publik, Minggu (12/4/2026).

Dalam surat terbuka yang diunggah melalui akun media sosial Facebook miliknya, Dedi memaparkan kronologi kejadian secara rinci. Saat itu, kapal miliknya sedang berlabuh di tepian sungai dalam keadaan mogok total akibat kerusakan pada bagian gerbok atau kemudi, sehingga tidak dapat bergerak sama sekali.

Di saat yang bersamaan, sebuah kapal cepat milik perusahaan Marina Express melintas dengan kecepatan tinggi dan jarak yang sangat dekat, diperkirakan hanya sekitar 5 meter dari posisi KM. Juwita. Menurut keterangan Dedi, kapal cepat tersebut diketahui sedang mengangkut Tenaga Kerja Asing (TKA) yang disebut berasal dari Beijing, Tiongkok, guna keperluan operasional PT. KAN dan Harita Group.

Ombak besar yang dihasilkan dari kecepatan kapal tersebut dinarasikan menjadi pemicu utama musibah. Hantaman gelombang yang kuat membuat KM. Juwita yang saat itu memuat 40.380 ton kelapa sawit milik warga menjadi tidak seimbang, hingga akhirnya terbalik dan tenggelam ke dasar sungai.

*Kerugian Capai Rp814 Juta, Penyelesaian Jalan di Tempat*

Akibat kejadian tersebut, kerugian yang harus ditanggung Dedi sangatlah besar bagi ukuran warga kecil. Secara rinci, ia menyebutkan total kerugian mencapai angka fantastis Rp814.000.000. Angka tersebut mencakup nilai kapal yang hilang, ganti rugi atas muatan kelapa sawit, hingga potensi pendapatan yang hilang karena tidak dapat beroperasi sejak hari kejadian.

Sudah lebih dari tiga bulan berlalu, namun penyelesaian atas musibah ini belum menemui titik terang. Dedi mengaku telah berupaya menyelesaikan masalah melalui jalur mediasi yang difasilitasi oleh Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Pontianak dengan melibatkan pihak terkait, yaitu Marina Express maupun PT. KAN. Namun, hasilnya belum memuaskan. Tawaran ganti rugi yang disodorkan dinilai masih jauh dari angka kerugian nyata yang ia derita. Laporan yang telah disampaikan kepada pihak berwenang pun belum memberikan kepastian hukum yang diharapkan.

Melihat jalan buntu tersebut, Dedi akhirnya memberanikan diri menulis surat terbuka yang ditujukan langsung kepada Presiden Prabowo Subianto. Langkah ini ternyata menuai respons positif yang luar biasa. Warganet turut menyuarakan dukungan dan keadilan, serta ikut menyebarkan kisah ini agar didengar lebih luas.

“Saya yakin Bapak Presiden memiliki kepedulian yang besar terhadap nasib rakyat kecil seperti saya. Saya bersedia menyertakan seluruh bukti yang saya miliki atau hadir memberikan keterangan jika diperlukan demi kelancaran proses ini,” tulis Dedi dengan penuh harap.

SOROTAN LSM MAUNG: Negara Harus Hadir, Jangan Biarkan Rakyat Kecil Menangis

Merespons viralnya surat terbuka tersebut, Ketua LSM MAUNG Kalbar, Yudi Yanto, angkat bicara. Pihaknya menyesalkan kejadian yang menimpa Dedi Darmawan dan menuntut agar negara hadir memberikan perlindungan hukum yang adil.

“Ini Sangat Memilukan! Jangan Ada Diskriminasi Hukum. Kami dari LSM MAUNG Kalbar sangat prihatin dan menyoroti kasus yang menimpa saudara Dedi Darmawan ini. Sungguh sangat memilukan melihat nasib rakyat kecil yang diperlakukan tidak adil. Kapal itu adalah nyawa dan satu-satunya sumber penghidupan keluarganya, namun ketika hancur karena kesalahan pihak lain, justru penyelesaiannya berjalan sangat lambat dan terkesan dipersulit” Tegasnya Rabu (15/04/26).

Dilanjutkannya, Kami melihat ada ketimpangan yang mencolok. Di satu sisi ada perusahaan besar yang diduga kuat menjadi penyebab musibah, namun di sisi lain rakyat kecil yang menjadi korban justru dipersulit dalam mendapatkan haknya. Jangan sampai ada kesan bahwa hukum di negeri ini berat sebelah, tunduk pada kekuatan modal, dan meminggirkan rakyat kecil.

“Kami mendesak Bapak Presiden Prabowo Subianto untuk benar-benar menindaklanjuti surat ini. Kami juga meminta Kapolda Kalbar, Kajati, dan KSOP untuk turun tangan melakukan investigasi yang transparan dan objektif. Jangan biarkan kasus ini mati suri. Negara harus hadir membela rakyatnya, bukan membiarkan mereka menangis sendirian.” Sambungnya

Kini, suara Dedi Darmawan yang makin menggaung di media sosial menjadi satu-satunya harapan baru agar permasalahan yang menimpanya segera mendapatkan perhatian serius dan solusi yang adil. Dukungan mengalir dari berbagai kalangan, berharap keadilan tidak hanya menjadi wacana, tetapi benar-benar dirasakan oleh rakyat kecil yang sedang berjuang.

Publisher : TIM/RED
Penulis : TIM MAUNG
Sumber : HNDR

Reporter: Yunus Bond