CILEGONkabarbahri.co.id Di tengah trauma fisik dan tekanan psikologis yang masih menyelimuti keluarga korban insiden racikan bom molotov di lingkungan Kavling Blok C RT/RW 005/006, Kelurahan Masigit, Kecamatan Jombang, kehadiran aparat kepolisian di tingkat akar rumput menjadi penanda bahwa empati tetap menemukan ruangnya di tengah situasi yang sulit.

Scroll Untuk Lanjut Membaca
Keluarga Korban Bom Molotov di Jombang Apresiasi Kehadiran Bhabinkamtibmas di Tengah Duka

Keluarga korban menyampaikan apresiasi kepada Bhabinkamtibmas Polsek Cilegon, Aipda Yona, yang dinilai menunjukkan kepedulian langsung terhadap kondisi korban dan keluarganya pasca-peristiwa yang menimpa anak mereka.

Asep, ayah korban, mengatakan kehadiran aparat tersebut memberi dukungan moral yang dibutuhkan keluarga di tengah masa pemulihan.

“Alhamdulillah, Pak Yona selaku bhabinkamtibmas bisa hadir melihat keadaan anak kami, Erza. Kami saat ini memang butuh support,” ujar Asep, Selasa, 26 Mei 2026.

Menurut keluarga, di tengah kesibukannya, Aipda Yona tetap menyempatkan diri mengunjungi kediaman korban guna memastikan kondisi anak yang mengalami luka akibat insiden tersebut sekaligus memberikan dukungan psikologis kepada keluarga.

Dalam kunjungannya, Yona juga menyampaikan permohonan maaf karena belum sempat hadir saat peristiwa terjadi pada Minggu lalu. Meski demikian, ia mengaku tetap memantau perkembangan situasi sejak awal kejadian.

“Waktu kejadian hari Minggu itu saya sedang ada kesibukan jadi belum bisa merapat, tapi tetap monitor. Saya hadir saat ini untuk memberikan support kepada keluarga, jadi saya mohon maaf waktu kejadian belum bisa hadir,” kata Yona.

Bagi keluarga korban, kehadiran aparat bukan semata formalitas institusional, melainkan bentuk pengakuan bahwa penderitaan warga tidak boleh berjalan sendiri tanpa perhatian negara. Dalam situasi yang sarat tekanan emosional, sentuhan moral dinilai lebih bermakna dibanding sekadar prosedur administratif.

Tak berhenti sampai di situ, Aipda Yona juga memilih bertahan mendampingi proses mediasi yang berlangsung sejak siang hingga menjelang sore hari. Ia menegaskan kehadirannya bertujuan menjadi penengah bagi kedua belah pihak.

“Saya hadir karena ingin menjadi penengah saja, memberikan saran dan masukan kepada orang tua kedua belah pihak, baik korban maupun terduga pelaku,” ujarnya.

Meski mediasi tersebut belum menghasilkan kesepakatan, Yona menilai kehadiran aparat di tengah masyarakat tetap penting sebagai bentuk pendampingan sosial dan moral.

Menutup keterangannya, Asep kembali menyampaikan terima kasih atas perhatian yang diberikan Bhabinkamtibmas kepada keluarganya di tengah masa sulit yang sedang mereka hadapi.

(Jar)

Reporter: Pewarta