Serang – kabarbahri.co.id Suasana penuh haru dan kebanggaan menyelimuti lingkungan SMPN 1 Mancak, Kabupaten Serang, Sabtu (13/6/2026). Sebanyak 256 siswa-siswi kelas IX secara resmi dilepas setelah menuntaskan perjalanan akademik selama tiga tahun di bangku sekolah menengah pertama.

Scroll Untuk Lanjut Membaca
Pelepasan 256 Siswa SMPN 1 Mancak Berlangsung Haru, Kepala Sekolah Tekankan Jaga Nama Baik Almamater, Komite Siap Fasilitasi Siswa Kurang Mampu

Momen pelepasan yang menjadi penanda berakhirnya satu fase pendidikan sekaligus awal perjalanan baru tersebut berlangsung khidmat dan sarat makna. Ratusan wali murid, tokoh masyarakat, unsur Muspika Kecamatan Mancak, dewan guru, serta jajaran komite sekolah tampak hadir memberikan dukungan dan doa bagi para lulusan.

Acara tidak hanya diisi dengan prosesi seremonial, tetapi juga menampilkan berbagai pertunjukan seni yang menggambarkan kreativitas dan karakter para siswa. Pembacaan puisi yang menyentuh, penampilan musik, hingga drama musikal yang dibawakan pengurus OSIS berhasil menghadirkan suasana hangat sekaligus emosional. Tepuk tangan para hadirin mengiringi setiap penampilan yang menjadi simbol perpisahan antara siswa dan almamater yang telah menempa mereka selama ini.

Kepala SMPN 1 Mancak, Syahrir Nasution, M.Pd., menyampaikan rasa syukur atas capaian para siswa yang berhasil lulus 100 persen pada tahun ajaran 2025/2026. Ia menegaskan bahwa keberhasilan tersebut merupakan buah dari kerja sama antara siswa, guru, dan orang tua.

“Alhamdulillah, sebanyak 256 siswa dinyatakan lulus. Kami berharap seluruh lulusan dapat melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi, baik SMA, SMK, MA maupun pondok pesantren. Pendidikan adalah investasi masa depan yang tidak boleh berhenti di jenjang ini,” ujarnya.

Lebih lanjut, Syahrir berpesan agar para alumni senantiasa menjaga nama baik sekolah di mana pun mereka melanjutkan pendidikan. Menurutnya, identitas sebagai lulusan SMPN 1 Mancak harus tercermin dalam sikap, etika, dan semangat belajar yang berkelanjutan.

“Jagalah nama baik almamater. Tunjukkan bahwa lulusan SMPN 1 Mancak mampu menjadi generasi yang berprestasi, berkarakter, dan bermanfaat bagi masyarakat,” tuturnya.

Sementara itu, Ketua Komite SMPN 1 Mancak, Malisi, S.Pd., menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi menyukseskan kegiatan pelepasan siswa. Ia menilai keberhasilan pendidikan tidak hanya diukur dari kelulusan semata, tetapi juga dari keberlanjutan pendidikan para lulusan di masa depan.

Menurutnya, komite sekolah memiliki tanggung jawab moral untuk memastikan tidak ada anak-anak Mancak yang kehilangan kesempatan memperoleh pendidikan hanya karena keterbatasan ekonomi.

“Regenerasi Mancak harus terus berjalan. Kami bersama pihak sekolah akan berupaya mendata dan mencari solusi apabila terdapat siswa yang terkendala untuk melanjutkan pendidikan. Jangan sampai ada anak yang putus sekolah karena alasan biaya,” tegasnya.

Sebagai bentuk komitmen nyata, Malisi yang juga memiliki keterkaitan dengan Yayasan Al-Khairiyah menyatakan kesiapan untuk membuka akses pendidikan bagi siswa kurang mampu melalui SMA Al-Khairiyah Mancak.

“Jika ada siswa yang mengalami kesulitan ekonomi dan tidak dapat melanjutkan ke jenjang SLTA, kami siap menerima dan memfasilitasi mereka di SMA Al-Khairiyah Mancak agar tetap dapat mengenyam pendidikan,” ungkapnya.

Komitmen tersebut menjadi angin segar bagi dunia pendidikan di Kecamatan Mancak. Di tengah berbagai tantangan sosial dan ekonomi yang kerap menjadi penghambat keberlanjutan sekolah, sinergi antara pihak sekolah dan komite menunjukkan bahwa pendidikan tetap harus menjadi prioritas utama.

Pelepasan 256 siswa SMPN 1 Mancak tahun ini bukan sekadar seremoni perpisahan, melainkan sebuah penegasan bahwa masa depan generasi muda harus terus dijaga dan diperjuangkan. Di balik haru perpisahan, tersimpan harapan besar agar para lulusan mampu melangkah lebih jauh, meraih cita-cita, dan kelak kembali memberikan kontribusi terbaik bagi daerah, bangsa, dan negara.

(Ajie)

Reporter: Jurnalis :