
Pandeglang, 3 Juli 2026 kabarbahri.co.id – Gabungnya Warta Indonesia – GWI Kabupaten Pandeglang menyoroti belum optimalnya pemanfaatan program Optimasi Lahan – Oplah di Kp. Bendungan, Desa Cihanjuang, Kecamatan Cibaliung, Kabupaten Pandeglang, Banten.
Berdasarkan pemantauan GWI di lapangan tanggal 3 Juli 2026, ditemukan bangunan irigasi perpompaan yang bersumber dari APBN TA 2025 melalui Kementerian Pertanian RI, Direktorat Jenderal Lahan dan Irigasi. Namun hingga awal Agustus 2026, fasilitas tersebut belum terlihat dimanfaatkan secara maksimal oleh petani.

Fakta di Lapangan:
1. Prasasti Proyek Terpasang `LOKASI: DESA CIHANJUANG KEC. CIBALIUNG KAB. PANDEGLANG` | `SUMBER DANA: TP.APBN TA 2025` | `PELAKSANA: GAPOKTAN KARYA USAHA`
2. *Kondisi Peralatan*: Alat selang penyedot air milik program Oplah terlihat tergeletak di atas tanah. Selang penghubung ke Kali Cikananga tidak ditanam dan belum terpasang pengaman sebagaimana teknis program yang akuntabel.
3. *Kondisi Lahan*: Di titik koordinat penyimpanan diesel, kondisi lahan tampak kering dan belum produktif.
Pernyataan GWI,
GWI menegaskan tidak bermaksud menuduh adanya penyimpangan. Yang kami harapkan hanya satu: agar program pemerintah benar-benar dapat dirasakan asas manfaatnya oleh masyarakat.
“Publik berharap Kementerian Pertanian Republik Indonesia segera melakukan evaluasi menyeluruh. Program Oplah yang digelontorkan pemerintah bukan hanya di satu titik di Provinsi Banten. Sehingga program harus tepat sasaran dan teknis pelaksanaannya baik. Karena uang negara adalah untuk kesejahteraan rakyat,” ujar GWI Pandeglang.

Landasan Hukum & Kebijakan:
1. *UU No. 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara Pasal 3 ayat 1*
Keuangan Negara dikelola secara tertib, taat peraturan, efisien, ekonomis, efektif, transparan, dan bertanggung jawab.
2. UU No. 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara
Setiap penggunaan APBN harus memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi rakyat.
3. *Permentan No. 16 Tahun 2020 tentang Pedoman Oplah*
Program harus meningkatkan produktivitas lahan dan berdampak langsung pada petani penerima manfaat.
GWI juga mencatat adanya pemberitaan media nasional lainnya yang turut menyoroti dan mendesak evaluasi program Oplah di wilayah Pandeglang.
*Tuntutan GWI kepada Kementan RI:*
1. Menurunkan Tim ke lapangan untuk melakukan audit dan evaluasi teknis program Oplah di Pandeglang
2. Memastikan Gapoktan penerima bantuan menjalankan program sesuai pedoman dan akuntabel
3. Memberikan pendampingan teknis agar fasilitas dapat segera dimanfaatkan petani

GWI hadir sebagai kontrol sosial. Kami mengawal agar setiap rupiah APBN benar-benar sampai dan bermanfaat bagi petani, dan pada akhirnya untuk masyarakat luas.
Uang Rakyat Kembali ke Rakyat
(Red’)













