MAGELNG / kabarbahri.co.id
Polresta Magelang melalui Bagian Sumber Daya Manusia (SDM) menggelar Pelatihan Program Paham Artificial Intelligence (AI) bagi siswa-siswi SMA Negeri 1 Kota Mungkid, Selasa (11/8/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya Polri mendorong peningkatan literasi digital sekaligus pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan secara positif di kalangan pelajar.
Pelatihan yang berlangsung pukul 08.00 hingga 10.00 WIB tersebut dilaksanakan di tiga laboratorium komputer SMA N 1 Kota Mungkid dan diikuti sebanyak 120 siswa-siswi. Sebanyak 20 personel Trainer Paham AI Polresta Magelang turut memberikan pendampingan selama kegiatan berlangsung.
Kabag SDM Polresta Magelang Kompol Andy Wasono, S.Psi., M.Psi., Psikolog, hadir bersama Kasubbag Binkar Bag SDM AKP Anwari dan Kasubbag Dalpers Bag SDM AKP Rohmat Syarifudin.
Kegiatan diawali dengan pembukaan oleh Trainer Paham AI Polresta Magelang, kemudian dilanjutkan dengan pengerjaan pretest untuk mengetahui pemahaman awal peserta mengenai kecerdasan buatan.
Selanjutnya, para siswa mendapatkan materi sekaligus praktik penggunaan AI. Para peserta tidak hanya diperkenalkan dengan perkembangan teknologi AI, tetapi juga diarahkan untuk memahami bagaimana memanfaatkan teknologi tersebut secara tepat, produktif, dan bertanggung jawab.
Setelah sesi materi dan praktik, peserta kembali mengerjakan posttest sebagai bentuk evaluasi terhadap pemahaman yang telah diperoleh selama pelatihan. Para siswa yang mengikuti kegiatan juga mendapatkan sertifikat sebagai bukti telah mengikuti Program Paham AI.
Kabag SDM Polresta Magelang Kompol Andy Wasono mengatakan, kegiatan tersebut merupakan bentuk komitmen Polresta Magelang dalam mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia, khususnya generasi muda, di tengah perkembangan teknologi yang semakin pesat.
“Pelajar merupakan generasi yang akan menghadapi perkembangan teknologi di masa depan. Karena itu, pemahaman terhadap AI perlu dibangun sejak dini agar teknologi dapat dimanfaatkan untuk hal-hal yang positif, produktif, dan mendukung proses pembelajaran,” ujarnya.
Menurutnya, pemanfaatan AI harus diimbangi dengan kemampuan berpikir kritis, tanggung jawab, serta kesadaran terhadap etika dalam menggunakan teknologi digital.
“Harapannya, melalui pelatihan ini para siswa tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga mampu memahami manfaat, risiko, dan etika dalam pemanfaatan AI,” tambahnya.
Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung tertib, lancar, dan mendapat antusiasme dari para siswa. Polresta Magelang berharap program tersebut dapat memberikan bekal pengetahuan dan keterampilan yang bermanfaat bagi pelajar dalam menghadapi era transformasi digital.
Bambang. GWI .Jateng.













