KabarBahri | PURWAKARTA, JABAR 14 Oktober 2026 — Di tengah frekuensi kejadian kebakaran yang belakangan ini terus meningkat di Kabupaten Purwakarta, satu hal mendasar kembali mengemuka: seberapa siapkah kita saat api mulai memakan ruang? Cuaca yang kian sulit diprediksi membuat risiko tak lagi bisa diabaikan begitu saja.

Scroll Untuk Lanjut Membaca
Cuaca Tak Menentu, Risiko Kebakaran Meninggi - DPD RAJAWALI Purwakarta: Keselamatan Warga Tak Boleh Tergantung Sarana yang Kurang!

 

Peningkatan angka kejadian kebakaran ini secara tak langsung menyoroti kondisi riil sarana dan prasarana pemadam kebakaran yang beroperasi di lapangan. Kecepatan penanganan, jangkauan, serta keandalan armada adalah garis pertahanan pertama yang menentukan seberapa besar kerugian yang dapat diselamatkan. Dan di sinilah letak keprihatinan yang kini disuarakan masyarakat.

 

Melalui pernyataan resminya, Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Rangkulan Jajaran Wartawan dan Lembaga Indonesia (RAJAWALI)!Purwakarta meminta agar isu ini tidak sekadar menjadi sorotan sesaat, melainkan segera mendapatkan jawaban nyata dari seluruh jenjang pemerintahan.

 

“Angka kebakaran yang meningkat adalah satu hal. Kondisi armada yang digunakan untuk menanganinya adalah hal lain yang jauh lebih mendesak. Keduanya berjalan beriringan, dan kita tidak boleh hanya memperhatikan yang satu sambil membiarkan yang lainnya terabaikan,” tegas Edi Tanam Purwana, Sekretaris DPD RAJAWALI Purwakarta. Rabu (14/09/26).

 

Ia menekankan bahwa ketidakpastian cuaca saat ini menambah lapisan tantangan tersendiri. Musim kemarau yang panjang sekaligus perubahan iklim yang tidak menentu memperbesar potensi terjadinya kebakaran di pemukiman padat, kawasan perdagangan, maupun fasilitas umum.

 

“Ketika alam sendiri sudah semakin sulit diprediksi, kesiapan kita sebagai manusia justru harus semakin diperkuat, bukan dibiarkan seadanya. Sarana pemadam kebakaran yang memadai bukan kemewahan — itu kebutuhan dasar. Itu benteng terakhir warga saat bencana datang,” ujarnya.

 

Oleh karena itu, Edi Tanam Purwana memandang perhatian dari Pemerintah Kabupaten Purwakarta, Pemerintah Provinsi Jawa Barat, hingga Pemerintah Pusat menjadi keharusan, bukan sekadar harapan.

 

“Ini bukan urusan satu dinas saja. Ini urusan bersama. Keselamatan warga Purwakarta adalah tanggung jawab bersama. Kami meminta agar pemerintah kabupaten, provinsi, dan pusat duduk bersama, meninjau kondisi riil di lapangan, dan menyusun langkah nyata untuk melengkapi serta memelihara armada Damkar Purwakarta. Jangan sampai keterbatasan sarana justru membuat api yang seharusnya bisa dipadamkan lebih awal, malah merembet dan menelan kerugian yang jauh lebih besar,” pintanya.

 

“Warga berhak merasa aman di rumahnya sendiri. Dan negara hadir untuk menjamin rasa aman itu, bukan sekadar mencatat laporan kejadian setelah asap mengepul,” pungkasnya dengan penekanan yang serius.

 

Sampai berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi terkait alokasi anggaran maupun penambahan unit armada pemadam kebakaran untuk Purwakarta. DPD RAJAWALI Purwakarta akan terus mengawal isu ini, karena di tengah cuaca yang tak lagi menentu, kesiapan hari ini jauh lebih berharga daripada penyesalan di hari esok.

 

 

Publisher : TIM/RED

Penulis : TIM RAJAWALI

Ket Foto : Ilustrasi (Ist)

Reporter: REDAKSI : KABAR BAHRI