Jakarta Barat, kabarbahri.co.id – Dalam suasana penuh kebersamaan di bulan suci Ramadhan 1447 H, Polres Metro Jakarta Barat menggelar kegiatan buka puasa bersama insan pers Jakarta Barat, yang dirangkaikan dengan santunan kepada 25 anak yatim piatu serta pembagian 200 paket takjil di depan Mako Polres Metro Jakarta Barat, Rabu, 25/2/2026

Scroll Untuk Lanjut Membaca
Ramadhan Penuh Kebersamaan, Polres Metro Jakbar Gelar Bukber Bersama Awak Media, Santunan Anak Yatim hingga Bagikan 200 Takjil

Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Kapolres Metro Jakarta Barat Kombes Pol Twedi Aditya Bennyahdi didampingi Wakapolres Metro Jakarta Barat AKBP Rezi Dharmawan segenap pejabat utama Polres Metro Jakarta Barat dan juga Kapolsek Jajaran

Kapolres menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan agenda rutin tahunan yang selalu dilaksanakan setiap bulan Ramadhan sebagai bentuk silaturahmi dan kepedulian sosial.

“Dalam kesempatan ini kami melaksanakan buka puasa bersama insan pers, santunan anak yatim piatu hingga pembagian takjil. Ini adalah bentuk kebersamaan dan kepedulian kami di bulan penuh berkah,” ujar Kombes Pol Twedi.

Kapolres juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada rekan-rekan insan pers atas sinergi yang selama ini terjalin dengan baik bersama Polri, khususnya Polres Metro Jakarta Barat.

“Saya menyampaikan terima kasih dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada rekan-rekan insan pers. Bagi kami, pers bukan hanya mitra kerja, tetapi sahabat dan keluarga. Kita berada pada barisan yang sama dalam menjaga ruang publik tetap sehat,” ungkapnya.

Menurutnya, Polri tidak dapat bekerja sendiri dalam menjaga kamtibmas dan memberikan rasa aman kepada masyarakat.

Diperlukan kolaborasi berbagai pihak, termasuk media sebagai jembatan komunikasi antara institusi dan masyarakat.

Kapolres juga mengajak seluruh insan pers untuk terus menyampaikan informasi yang faktual, menenangkan suasana, serta membantu masyarakat memahami situasi secara jernih, terlebih di era di mana arus informasi bergerak sangat cepat.

“Jika yang beredar adalah fakta, masyarakat akan terbantu. Tetapi jika yang beredar adalah hoaks, potongan tanpa konteks atau narasi yang memanaskan, dampaknya bisa luas, menimbulkan keresahan hingga konflik. Karena itu mari kita menjadi penyejuk. Stop hoaks, stop provokasi, stop narasi yang memecah-belah,” tegasnya.

Reporter: Yunus Bond