Kabarbahri.co.id – Lombok Timur – Peringatan milad ke-4 Lembaga Pendidikan Sosial (LPS) Sirzam Pancor menjadi ajang refleksi pentingnya peningkatan kualitas sumber daya manusia dalam menghadapi berbagai persoalan sosial. Kegiatan yang berlangsung pada Sabtu (11/4/2026) itu dihadiri oleh Wakil Bupati Lombok Timur, Moh. Edwin Hadiwijaya, bersama tokoh agama dan masyarakat.
Dalam arahannya, Wabup menegaskan bahwa pembangunan sosial tidak dapat dilepaskan dari peran pendidikan. Ia menyampaikan bahwa konsep yang menggabungkan nilai pendidikan dan kepedulian sosial seperti yang diterapkan oleh Nahdlatul Wathan Diniyah Islamiyah (NWDI) menjadi model yang efektif dalam menciptakan masyarakat yang berdaya.
Ia menjelaskan, berbagai tantangan sosial yang muncul di tengah masyarakat memerlukan penanganan yang dilakukan oleh individu yang memiliki kapasitas dan wawasan yang memadai. Oleh karena itu, pendidikan harus menjadi prioritas dalam upaya menciptakan solusi yang berkelanjutan.
Pemerintah Kabupaten Lombok Timur, lanjutnya, terus berupaya memperluas akses pendidikan melalui berbagai program strategis. Program Sekolah Rakyat berbasis asrama di wilayah Lenek menjadi salah satu langkah nyata yang telah menampung sekitar 100 siswa dari keluarga kurang mampu. Selain itu, pemerintah juga tengah mempersiapkan pengembangan Sekolah Garuda untuk memperkuat layanan pendidikan di daerah.
Di sisi lain, Wabup juga menyoroti fenomena kepanikan masyarakat akibat isu kelangkaan gas yang sempat terjadi. Ia menilai bahwa penyebaran informasi yang tidak terverifikasi di media sosial memicu perilaku panic buying, sehingga memperburuk kondisi distribusi.
Saat ini, pemerintah daerah fokus mempercepat distribusi pasokan tambahan yang masuk melalui Pelabuhan Lembar. Ia juga mengungkapkan bahwa ketergantungan terhadap impor elpiji serta meningkatnya konsumsi saat Ramadan dan Idul Fitri menjadi faktor yang memengaruhi ketersediaan pasokan.
Sebagai langkah antisipasi, masyarakat diimbau untuk lebih bijak dalam menggunakan energi. Pemerintah juga tengah menguji kebijakan kerja dari rumah (WFH) sebagai salah satu upaya mengurangi konsumsi bahan bakar di daerah.
Sementara itu, Ketua Panitia Mursidin menyampaikan bahwa rangkaian milad diisi dengan berbagai kegiatan keagamaan, seperti ujian hafalan Al-Qur’an dengan beberapa kategori capaian. Selain itu, kegiatan Musabaqah Hifzil Qur’an tingkat lembaga yang telah digelar sebelumnya turut memeriahkan acara.
Ia menambahkan bahwa LPS Sirzam kini telah berkembang menjadi lembaga pembinaan tahfidz yang lebih terstruktur dengan jumlah santri yang mencapai lebih dari 100 orang.
Acara puncak ditutup dengan prosesi wisuda santri tahfidz di Lapangan RTQ Sirzam Pancor yang dihadiri oleh Rektor Universitas Hamzanwadi, para ulama, pembina lembaga, dai, serta wali santri yang memberikan apresiasi atas perkembangan lembaga tersebut.(red)
















