
PANDEGLANG,- kabarbahri.co.id / 27 Juni 2026. – Gabungnya Wartawan Indonesia GWI menyoroti kondisi memprihatinkan alat penyedot air Program Optimalisasi Lahan Rawa/OPLAH milik pertanian di Kp. Bendungan, Desa Cihanjuang, Kec. Cibaliong, Kab. Pandeglang, Banten.
Dari pantauan lapangan, pipa karet pompa tergeletak di atas tanah, bercampur sampah dan dilintasi kendaraan roda dua warga. Padahal ini aset negara.
*FUNGSI & MANFAAT PROGRAM OPLAH*
OPLAH adalah program strategis Kementan RI untuk:
1. *Optimalisasi Lahan* = Menghidupkan lahan rawa/tadah hujan jadi sawah produktif sepanjang tahun.
2. *Jaminan Irigasi* = Alat penyedot air berfungsi menyalurkan air dari sumber ke lahan petani saat musim kemarau. Tanpa air, gagal panen.
3. *Kedaulatan Pangan* = Meningkatkan IP = Indeks Pertanaman dari 1x jadi 2-3x tanam setahun. Artinya: beras lebih banyak, harga lebih stabil, petani sejahtera.
4. *Uang Rakyat* = Semua dibiayai APBN. Satu pipa rusak = ratusan juta APBN pajak rakyat terpangkas,
*GWI berpendapat _”Ini bukan sekedar pipa. Ini nyawa sawah warga Cihanjuang. Dibiarkan tergeletak = membunuh harapan petani. OPLAH dibikin untuk bertani, bukan buat pajangan di semak.”_
Inventarisasi, rawat, dan amankan aset. Jangan tunggu rusak baru nangis. Ingat, ini milik negara.”_
Progam tahun 2025 akhir belum terpantau asas manfaat nya bagi warga kelompok tani,
(M Sutisna)














