Kabarbahri.co.id – LOMBOK TIMUR – Langkah percepatan transformasi digital di sektor pelayanan publik terus diperkuat hingga ke tingkat desa. Melalui program Kuliah Kerja Nyata (KKN), mahasiswa Kelompok 1 Institut Teknologi Sosial dan Kesehatan (ITSkes) Muhammadiyah Selong berhasil mendampingi ratusan warga Desa Pringgabaya Utara dalam mengaktifkan Identitas Kependudukan Digital (IKD).
Kegiatan yang berlangsung pada Selasa (28/7/2026) itu terlaksana berkat kerja sama antara mahasiswa KKN, Pemerintah Desa Pringgabaya Utara, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil), serta Dinas Sosial Kabupaten Lombok Timur. Kolaborasi tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas pemanfaatan teknologi digital dalam pelayanan administrasi sekaligus mendukung pembaruan data penerima program perlindungan sosial.
Ketua Kelompok 1 KKN ITSkes Muhammadiyah Selong, Diarti Hariani, menjelaskan bahwa kegiatan ini tidak hanya berfokus pada aktivasi IKD, tetapi juga memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya identitas digital sebagai akses menuju berbagai layanan pemerintahan.
Menurutnya, penggunaan IKD akan memangkas proses administrasi yang selama ini masih dilakukan secara manual. Dengan identitas digital, masyarakat dapat memanfaatkan berbagai layanan kependudukan secara lebih cepat dan efisien melalui perangkat telepon pintar.
“Kegiatan ini merupakan bentuk dukungan terhadap program Pemerintah Kabupaten Lombok Timur dalam mempercepat implementasi Identitas Kependudukan Digital agar masyarakat semakin mudah memperoleh layanan publik berbasis elektronik,” kata Diarti.
Ia menuturkan bahwa implementasi IKD membawa sejumlah manfaat bagi masyarakat. Seluruh data kependudukan dapat terintegrasi dalam satu sistem sehingga proses administrasi menjadi lebih sederhana dan tidak lagi membutuhkan pengurusan di berbagai tempat.
Selain itu, pemanfaatan teknologi pengenalan wajah (face recognition) dalam proses verifikasi dinilai mampu meningkatkan kualitas pendataan masyarakat. Sistem tersebut membantu memastikan identitas penerima bantuan sosial sesuai dengan data kependudukan yang tercatat, sehingga penyaluran program perlindungan sosial menjadi lebih tepat sasaran.
Diarti juga menyampaikan bahwa keberadaan IKD akan memberikan kemudahan bagi masyarakat untuk mengakses layanan secara mandiri. Warga nantinya dapat memeriksa informasi kependudukan, memperbarui data, hingga mengakses layanan yang berkaitan dengan bantuan sosial langsung melalui aplikasi pada telepon genggam.
Antusiasme masyarakat terlihat sepanjang pelaksanaan kegiatan. Ratusan warga mengikuti proses registrasi dan aktivasi dengan pendampingan dari mahasiswa KKN serta petugas Disdukcapil dan Dinas Sosial.
Dari hasil kegiatan tersebut, sebanyak 341 warga Desa Pringgabaya Utara berhasil mengaktifkan Identitas Kependudukan Digital. Setelah proses aktivasi selesai, data mereka langsung diintegrasikan sebagai bagian dari proses pengajuan ke program perlindungan sosial sesuai mekanisme yang berlaku.
“Alhamdulillah, sebanyak 341 warga telah berhasil mengaktifkan IKD dan datanya langsung diproses untuk program perlindungan sosial. Ini menunjukkan bahwa pemanfaatan teknologi dapat mempercepat pelayanan sekaligus memastikan masyarakat memperoleh hak-haknya secara lebih mudah,” ujar Diarti.
Keberhasilan program ini menjadi bukti bahwa kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah desa, dan organisasi perangkat daerah mampu mempercepat transformasi digital hingga ke tingkat akar rumput. Inisiatif tersebut diharapkan dapat menjadi model bagi desa-desa lain dalam membangun pelayanan publik yang lebih modern, efisien, dan berbasis teknologi.(red)















