KOTA CILEGON,- kabar Bahri.co.id-Pekan Olahraga Tradisional Daerah (Potradda) III tingkat pelajar se-Provinsi Banten resmi berakhir pada Jumat, 31 Oktober 2026. Ajang yang mempertemukan atlet pelajar dari delapan kabupaten/kota itu ditutup oleh Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Provinsi Banten, Dr. H. Ahmad Syaukani, M.S., di Lapangan Green Hotel, Kecamatan Cibeber, Kota Cilegon.

Scroll Untuk Lanjut Membaca
Ahmad Syaukani Tutup Potradda III Banten, Olahraga Tradisional Akan Didorong Masuk Ekstrakurikuler

 

Kabupaten Tangerang tampil sebagai juara umum setelah mengoleksi tujuh medali emas. Prestasi tersebut menjadi salah satu sorotan dalam penyelenggaraan Potradda III yang tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga upaya menjaga keberlangsungan olahraga tradisional di kalangan generasi muda.

 

Sebanyak 288 atlet dan delapan ofisial dari delapan kabupaten/kota di Provinsi Banten mengikuti kegiatan tersebut. Mereka berkompetisi dalam lima cabang olahraga tradisional, yakni hadang, terompah panjang, sumpitan, egrang, dan gasing.

 

Cabang hadang diikuti 112 atlet putra dan putri. Terompah panjang melibatkan 80 atlet, sedangkan egrang diikuti 64 atlet.

 

Sementara itu, cabang sumpitan mempertandingkan nomor beregu dengan total 24 atlet. Adapun cabang gasing diikuti delapan atlet.

 

Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Provinsi Banten, Dr. H. Ahmad Syaukani, M.S., menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh kontingen dari delapan kabupaten/kota yang telah berpartisipasi dalam Pekan Olahraga Tradisional Daerah (Potradda) III tingkat pelajar se-Provinsi Banten.

 

Ia menegaskan, Potradda bukan sekadar ajang kompetisi untuk memperebutkan medali, melainkan juga menjadi sarana melestarikan olahraga tradisional sekaligus mengenalkan kekayaan budaya bangsa kepada generasi muda.

 

“Saya mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada seluruh kontingen kabupaten/kota yang telah berpartisipasi dan menyukseskan Potradda III Provinsi Banten. Kami berharap kegiatan ini dapat terus berkembang dan menjadi bagian dari upaya bersama dalam melestarikan olahraga tradisional, khususnya di kalangan pelajar,” ujarnya.

 

Menurut Ahmad Syaukani, pelestarian olahraga tradisional membutuhkan dukungan dan keterlibatan berbagai pihak, mulai dari pemerintah daerah, satuan pendidikan, hingga masyarakat. Dengan pembinaan yang berkelanjutan, olahraga tradisional diharapkan tetap dikenal, diminati, dan diwariskan kepada generasi berikutnya.

 

“Kami ingin olahraga tradisional tidak hanya hadir ketika ada perlombaan, tetapi juga menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari generasi muda. Karena itu, kami berharap olahraga tradisional dapat dikembangkan sebagai kegiatan ekstrakurikuler di sekolah sehingga para pelajar memiliki kesempatan untuk mengenal dan mempraktikkannya sejak dini,” katanya.

 

Ia menambahkan, Dispora Provinsi Banten berencana mendorong penyelenggaraan kegiatan olahraga tradisional tingkat pelajar secara rutin. Langkah tersebut diharapkan dapat memperluas kesempatan berkompetisi, memperkuat pembinaan atlet muda, serta menjaga keberlangsungan olahraga tradisional di Banten.

 

“Kami berharap Potradda dapat terus diselenggarakan secara berkelanjutan. Selain melahirkan atlet-atlet berprestasi, kegiatan ini juga diharapkan mampu menumbuhkan kecintaan generasi muda terhadap budaya bangsa dan mempererat persaudaraan antardaerah,” tuturnya.

Reporter: JURNALIS : Cilegon