CILEGON – kabarbahri.co.idbDirektur Utama PT ASDP Indonesia Ferr (Persero), Heru Widodo, menegaskan perang terbuka terhadap praktik percaloan tiket di kawasan pelabuhan.

Scroll Untuk Lanjut Membaca
ASDP Sikat Calo! Heru Widodo: “Tak Ada Ampun”, Reputasi Jadi Taruhan di Musim Mudik 2026

Di tengah arus mudik Lebaran 2026, ASDP memastikan tidak akan memberi ruang bagi calo yang masih nekat beroperasi.

“Kami bekerja sama dengan pihak kepolisian untuk menindak. Tidak ada ampun bagi calo,” tegas Heru dalam keterangannya.

Menurutnya, keberadaan calo bukan hanya merugikan pengguna jasa, tetapi juga menjadi ancaman serius bagi reputasi perusahaan yang selama enam tahun terakhir telah membangun sistem penjualan tiket berbasis online.

“Kerugian terbesar kami adalah reputasi dan nama baik. Kami sudah lama berjualan tiket secara online, tapi masih ada calo yang beroperasi,” ujarnya.

Imbauan Keras: Beli Tiket Resmi, Jangan Lewat Calo
ASDP pun menggencarkan sosialisasi di berbagai titik strategis.

Mulai dari buffer zone, ruas tol KM43 hingga KM68, hingga area sekita pelabuhan, spanduk dan imbauan dipasang untuk mengingatkan masyarakat agar membeli tiket secara resmi.

“Silakan beli tiket melalui kanal resmi ASDP, jangan melalui calo,” kata Heru.
Tarif Diseragamkan, Motor hingga Mobil Sudah Diatur
Dalam upaya pemerataan, ASDP juga menerapkan skema tarif tunggal (single tarif).

Untuk sepeda motor ditetapkan sekitar Rp3.000, kendaraan roda empat Rp400.000, dan penumpang pejalan kaki Rp45.000.

Heru menegaskan, skema ini bukan tarif tertinggi, melainkan harga yang diseragamkan agar distribusi kendaraan lebih adil dan lancar.

“Semua penumpang yang sudah tiba di pelabuhan tidak bisa memilih kapal. Akan diatur petugas sesuai kesiapan kapal,” jelasnya.

Lonjakan 30 Persen, Efek Nyepi dan Lebaran Berdekatan
Lonjakan penumpang juga dipicu oleh berdekatan­nya momen Hari Raya Nyepi dan Lebaran. Banyak pemudik berusaha menghindari rangkaian Nyepi di Bali, sehingga terjadi penumpukan dalam dua hari terakhir.

“Data kami menunjukkan peningkatan sekitar 30 persen dibanding tahun lalu,” ungkap Heru.Yuu

Tambah 35 Kapal dan Shuttle Gratis
Untuk mengantisipasi lonjakan, ASDP menambah armada hingga 35 kapal serta memperkuat koordinasi dengan kepolisian dan Kementerian Perhubungan Republik Indonesia.

Tak hanya itu, layanan pendukung juga ditingkatkan:
22 armada shuttle dari Stasiun Cilegon ke pelabuhan (PP setiap hari)
4 unit bus listrik dari Terminal Terpadu Merak ke titik layanan penyeberangan
Langkah ini diambil untuk memastikan distribusi penumpang tetap lancar di tengah tingginya mobilitas mudik.

Pesan Tegas ASDP
ASDP menutup dengan pesan keras: beli tiket resmi, hindari calo, dan patuhi pengaturanhn petugas di lapangan.
Dengan kombinasi penindakan, sosialisasi, dan penambahan armada, ASDP berharap arus mudik tahun ini tetap terkendali—tanpa praktik calo yang merusak sistem.

(Novaldo)

Reporter: Jurnalis :