Kabarbahri.co.id – LOMBOK TIMUR – Aktivitas pendakian Gunung Rinjani di wilayah Sembalun mendapat pengawasan lebih ketat. Polsek Sembalun bersama petugas Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR) Resort Sembalun turun langsung ke jalur pendakian untuk mengantisipasi kebakaran sekaligus memastikan keamanan para pengunjung.

Scroll Untuk Lanjut Membaca
Jalur Pendakian Rinjani Diperketat, Polisi dan TNGR Cegah Kebakaran Sejak Dini

Patroli gabungan digelar pada Jumat (18/9/2026) dengan menyasar kawasan Pelawangan dan sejumlah titik perkemahan yang menjadi tempat berkumpulnya para pendaki. Pengawasan dilakukan sejak pukul 08.00 Wita hingga 17.30 Wita.

Di sela pemantauan, petugas mendatangi pendaki, porter, dan guide untuk menyampaikan sejumlah pesan penting terkait keselamatan serta perlindungan lingkungan. Para pengunjung diminta tidak meninggalkan sampah dan tetap menaati aturan yang berlaku selama berada di kawasan taman nasional.

Perhatian utama diarahkan pada aktivitas yang menggunakan api. Petugas mengingatkan pendaki agar tidak ceroboh ketika memasak di area camp. Setiap api yang selesai digunakan harus dipastikan benar-benar mati sebelum lokasi ditinggalkan.

Selain api untuk memasak, kebiasaan membuang puntung rokok juga menjadi sorotan. Petugas mengingatkan bahwa bara kecil yang tersisa dari puntung rokok dapat memicu kebakaran apabila dibuang di area yang memiliki material mudah terbakar.

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari pengamanan kawasan pendakian yang dilaksanakan selama lima hari, terhitung sejak 16 September hingga 20 September 2026. Polisi dan petugas TNGR melakukan pemantauan sekaligus pendekatan kepada para pengguna jalur agar potensi gangguan dapat dicegah sejak awal.

Kasihumas Polres Lombok Timur IPTU Lalu Rusmaladi mengatakan keberadaan petugas di lapangan diharapkan dapat meningkatkan kesadaran pengunjung untuk ikut menjaga kawasan Rinjani.

Menurutnya, kelestarian kawasan konservasi tidak dapat dijaga hanya melalui pengawasan petugas, tetapi juga membutuhkan kepedulian dari setiap orang yang melakukan aktivitas di dalamnya.

“Kami mengimbau seluruh pendaki, porter, dan guide agar bersama-sama menjaga keamanan, kebersihan, dan kelestarian Gunung Rinjani. Penggunaan api harus diperhatikan dan dipastikan padam setelah selesai digunakan. Puntung rokok juga jangan dibuang sembarangan,” ujar Rusmaladi.

Ia juga mengajak para pengunjung segera melapor kepada petugas apabila menemukan sumber api, indikasi kebakaran, maupun situasi lain yang berpotensi membahayakan pendaki atau lingkungan sekitar.

Hasil pemantauan menunjukkan kondisi jalur pendakian selama kegiatan berlangsung tetap aman dan kondusif. Patroli gabungan berjalan lancar tanpa ditemukan kejadian menonjol.(red)

Reporter: PERWAKILAN: NTB