
CILEGON – Di tengah sorotan publik soal kepadatan arus mudik di Pelabuhan Merak, Kapolda Banten Irjen Pol Hengky Kurniawan angkat bicara dengan pernyataan tegas: tidak ada kemacetan selama pelaksanaan Operasi Ketupat Maung 2026 saat.
Pernyataan ini disampaikan langsung Hengky dalam konferensi pers bersama PT ASDP Indonesia Ferry (Persero), Rabu (18/3/2026) malam, saat arus mudik mencapai puncaknya.
“Perlu kami sampaikan, dari pelaksanaan gelar pasukan tanggal 12 hingga hari ini tanggal 18, secara umum pelaksanaan pengamanan Operasi Ketupat Maung 2026 berjalan dengan baik,” ujar Hengky dalam keterangan konferensi pers pada hari Rabu 18 Maret 2025
Ia menegaskan, isu kemacetan yang sempat beredar di sejumlah titik, termasuk Jalan Lingkar Selatan (JLS) hingga kawasan Ciwandan, bukanlah kemacetan, melainkan bagian dari strategi pengamanan.
“Sekali lagi saya sampaikan, tidak ada kemacetan. Yang terjadi adalah mekanisme pengamanan sesuai SOP,” tegasnya.
Menurut Hengky, sistem penyekatan kendaraan diterapkan ketika kapasitas pelabuhan sudah penuh.
Misalnya di Pelabuhan Ciwandan yang hanya mampu menampung sekitar 500 kendaraan, sementara kendaraan yang datang bisa mencapai 800 unit.
Dalam kondisi tersebut, kendaraan akan ditahan sementara di JLS untuk menghindari penumpukan di dalam pelabuhan.
“Kalau di bawah sudah penuh, maka kita lakukan penyekatan di atas. Itu bukan macet, tapi pengaturan agar tidak terjadi kepadatan yang lebih parah,” jelasnya.
Ia juga memastikan bahwa antrean kendaraan tidak sampai meluas hingga ke jalan tol, sehingga arus lalu lintas utama tetap terkendali.
Selain itu, Hengky mengungkapkan bahwa sejumlah buffer zone yang disiapkan bahkan belum terisi maksimal. Seperti di kawasan Indah Kiat yang berkapasitas sekitar 2.000 kendaraan, namun baru terisi sekitar 500 kendaraan.
“Artinya kapasitas masih sangat cukup dan pengaturan berjalan efektif,” katanya.
Keberhasilan pengamanan arus mudik ini, lanjut Hengky, tidak lepas dari kolaborasi berbagai pihak, mulai dari Polri, TNI, ASDP, hingga instansi terkait lainnya.
“Semua berjalan aman dan lancar berkat koordinasi dan kolaborasi seluruh stakeholder,” ujarnya.
Sementara itu, Direktur Utama PT ASDP Indonesia Ferry (Persero), Heru Widodo, menambahkan bahwa pihaknya terus mengejar ketepatan waktu layanan, termasuk proses bongkar muat kapal.
Ia mengakui, pada kondisi padat, waktu tunggu bisa meningkat, namun hal tersebut merupakan bagian dari upaya mengurai kepadatan kendaraan.
“Kalau dalam kondisi padat, kita terapkan strategi TBB (Trip Balik Bongkar), kapal dari Merak ke Bakauheni hanya bongkar, lalu kembali lagi ke Merak untuk muat kendaraan.
Ini strategi untuk mempercepat distribusi kendaraan,” jelas Heru.
Ia pun mengimbau para pemudik untuk tetap bersabar dan mengikuti arahan petugas di lapangan.
“Pengguna jasa diharapkan tetap tenang dan mengikuti imbauan petugas agar perjalanan bisa berjalan lancar,” pungkasnya.
(Novaldo)














