Bupati Lombok Timur, H. Haerul Warisin, menyampaikan bahwa dirinya tidak dapat langsung turun ke lokasi saat peristiwa terjadi karena sedang menjalankan tugas di Jakarta. Ia menjelaskan bahwa kunjungannya saat itu berkaitan dengan upaya penyelesaian persoalan kepesertaan BPJS Kesehatan warga Lombok Timur yang sempat dinonaktifkan.
Dalam keterangannya, Bupati menegaskan bahwa pemerintah daerah akan berfokus pada pemulihan aktivitas pasar agar roda perekonomian masyarakat bisa kembali berjalan. Namun, ia mengingatkan bahwa proses rehabilitasi harus melalui tahapan resmi, termasuk perencanaan teknis dan penganggaran sesuai aturan.
“Pemerintah berkomitmen untuk membangkitkan kembali aktivitas di pasar, tetapi semua harus dilakukan secara terstruktur agar hasilnya maksimal,” ujarnya.
Sebagai bentuk kepedulian, setiap pedagang terdampak menerima bantuan tunai sebesar Rp2 juta. Meski nilai tersebut belum dapat menggantikan kerugian yang dialami, bantuan ini diharapkan dapat membantu kebutuhan mendesak para korban.
Selain bantuan materi, pemerintah juga memberikan dukungan moral kepada para pedagang agar tetap semangat untuk bangkit. Pemkab Lombok Timur memastikan akan terus mengawal proses pemulihan hingga kondisi pasar kembali normal.
Kegiatan tersebut turut dihadiri oleh sejumlah pejabat daerah, seperti Sekretaris Daerah, jajaran organisasi perangkat daerah terkait, serta unsur Forkopimcam Pringgabaya. Para pedagang korban kebakaran juga hadir untuk menerima bantuan secara langsung.(red)