LAMPUNG – kabarbahri.co.id Seorang penumpang kapal penyeberangan rute Pelabuhan Bakauheni menuju Pelabuhan Merak, Saipul, membagikan pengalamannya saat melakukan perjalanan arus balik Lebaran bersama keluarga menuju kawasan Gunung Sindur, Bogor.

Scroll Untuk Lanjut Membaca
Penumpang Asal Bogor Ungkap Pengalaman Mudik via Bakauheni: Arus Balik Lancar, Pernah Tertahan 4 Jam di Pelabuhan ASDP Merak

Saipul berangkat bersama rombongan keluarga kecilnya yang berjumlah lima orang, terdiri dari dirinya, kerabat, serta seorang bayi.
“Kami satu rombongan berempat ditambah satu bayi, jadi lima orang. Ini semua ponakan-ponakan dan keluarga,” ujarnya saat ditemui di kawasan pelabuhan.

Menurut Saipul, perjalanan arus balik kali ini relatif lancar dibandingkan beberapa hari sebelumnya. Ia sengaja memilih tanggal perjalanan yang tidak terlalu padat agar terhindar dari kepadatan kendaraan.

“Kalau untuk arus balik sekarang bisa dibilang lancar. Kita sengaja pilih hari ini karena perhitungan tanggal 23–24 biasanya padat, apalagi banyak orang sudah mulai masuk kerja tanggal 25,” katanya.
Strategi tersebut, kata dia, terbukti tepat. Saat menuju pelabuhan hingga proses naik kapal, kondisi tidak terlalu padat.

“Prediksi kita ternyata benar. Saat masuk pelabuhan juga lumayan lengang, antre masuk kapal juga tidak terlalu lama,” jelasnya.
Namun Saipul mengaku pernah mengalami pengalaman kurang nyaman saat menyeberang melalui Pelabuhan Merak beberapa hari sebelumnya.

Ia bersama pengendara lain sempat harus menunggu hingga empat jam di area parkir sebelum akhirnya bisa masuk ke kapal.
“Kita sempat nunggu sekitar empat jam. Mobil sudah parkir lama tapi antrean tidak bergerak. Yang maju malah kendaraan dari jalur lain,” ungkapnya.

Situasi tersebut bahkan sempat memicu protes dari sejumlah pengendara yang merasa antrean tidak berjalan adil.
“Banyak yang protes ke petugas parkir. Karena mobil yang sudah lama menunggu tidak bergerak, sementara dari arah lain justru lebih dulu masuk,” katanya.

Meski demikian, Saipul menilai pelayanan penyeberangan saat ini jauh lebih baik dibandingkan beberapa tahun lalu. Ia berharap pengelola pelabuhan terus melakukan perbaikan, terutama saat menghadapi lonjakan penumpang.

“Kalau dibanding beberapa tahun sebelumnya, sekarang sudah jauh lebih baik. Tinggal perbaikan ke depan saja,” ujarnya.

Ia juga berharap adanya perhatian khusus bagi penumpang prioritas seperti lansia, ibu hamil, dan penumpang yang membawa bayi selama berada di kapal.
“Kadang orang tua kalah sama yang muda untuk tempat duduk. Harapannya ke depan penumpang lansia, ibu hamil, dan yang bawa bayi bisa lebih diprioritaskan,” katanya.

Saipul menambahkan, kesadaran penumpang juga sangat penting untuk menciptakan perjalanan yang nyaman bagi semua orang.
“Kalau masih muda sebaiknya mengalah untuk yang lebih membutuhkan. Jadi perjalanan semua orang bisa lebih nyaman,” tutupnya.

(Tim)

Reporter: Pewarta