Kabarbahri.co.id – LOMBOK TENGAH – Polda Nusa Tenggara Barat (NTB) memperkuat langkah antisipasi gangguan keamanan menjelang MotoGP Mandalika 2026 dengan melaksanakan sterilisasi di tiga zona pengamanan. Pemeriksaan yang berlangsung pada Jumat (9/10/2026) pagi tersebut melibatkan puluhan personel kepolisian dan enam anjing pelacak terlatih.

Scroll Untuk Lanjut Membaca
Perkuat Pengamanan MotoGP Mandalika 2026, Polda NTB Gandeng Polda Bali Lakukan Sterilisasi

Kegiatan dimulai pukul 05.30 Wita dengan menyasar area bagian barat, tengah, dan timur. Pemeriksaan difokuskan pada pendeteksian kemungkinan keberadaan bahan peledak sebagai bagian dari kesiapan pengamanan menjelang berlangsungnya ajang balap internasional di kawasan Mandalika.

Pengamanan ini melibatkan kerja sama personel Polda NTB dan Polda Bali. Sebanyak 15 anggota Unit Polsatwa Ditsamapta Polda NTB bertugas bersama 11 personel dari unit serupa di Polda Bali yang diperbantukan melalui penugasan BKO. Tim juga berkoordinasi dengan Gegana Satbrimob Polda NTB.

Dalam pemeriksaan tersebut, enam anjing K-9 bernama Rocky, Ira, Feia, Cora, Chiphas, dan Budhy Yacki membantu petugas menelusuri area yang masuk dalam cakupan pengamanan.

Dari hasil sterilisasi yang dilaksanakan, petugas tidak menemukan benda maupun material yang berkaitan dengan bahan peledak di lokasi pemeriksaan.

Kabid Humas Polda NTB, Kombes Pol. Mohammad Kholid, S.I.K., M.M., menjelaskan bahwa upaya tersebut merupakan salah satu langkah antisipatif untuk mendukung keamanan seluruh rangkaian MotoGP Mandalika 2026.

Menurutnya, pemeriksaan di berbagai zona menjadi bagian dari upaya kepolisian dalam mengurangi potensi risiko keamanan. Dengan persiapan tersebut, diharapkan para pembalap, ofisial, penonton, dan masyarakat dapat menjalankan aktivitas selama kegiatan berlangsung dengan rasa aman.

Kepolisian turut mengingatkan pengunjung agar tidak mengabaikan prosedur keamanan yang telah ditetapkan. Penonton diminta mengikuti arahan petugas dan segera menyampaikan laporan apabila melihat barang yang dinilai tidak wajar atau mencurigakan.

Masyarakat juga diminta tidak menyentuh ataupun memindahkan barang tersebut. Petugas berwenang harus menangani setiap temuan mencurigakan berdasarkan prosedur yang berlaku untuk menghindari risiko yang tidak diinginkan.

Polda NTB menempatkan koordinasi antarsatuan dan pemeriksaan lapangan sebagai bagian dari upaya menjaga situasi tetap kondusif. Partisipasi masyarakat dalam mematuhi aturan pengamanan juga diharapkan mendukung kelancaran pelaksanaan MotoGP Mandalika 2026 di Lombok Tengah.(red)

Reporter: PERWAKILAN: NTB