Cilegon — kabarbahri.co.id Masalah banjir yang tak kunjung terselesaikan masih menghantui warga Kampung Telu RW 04, Kota Cilegon. Kondisi ini telah berlangsung sejak awal tahun 2000 dan hingga kini belum mendapatkan penanganan permanen yang dirasakan langsung oleh masyarakat.

Scroll Untuk Lanjut Membaca
PULUHAN TAHUN DILANDA BANJIR, WARGA RW 04 CILEGON KP.TELU MINTA PEMERINTAH PEREDARAN GORONG-GORONG JALAN PERINTIS 

Warga menilai salah satu penyebab utama banjir adalah gorong-gorong di Jalan Perintis yang terlalu sempit sehingga tidak mampu menampung debit air saat hujan deras. Karena itu, warga mendesak agar dilakukan pelebaran gorong-gorong sebagai solusi jangka panjang. (31/12/2025)

Ketua RW 04, Sanen Supriyadi, mengungkapkan bahwa persoalan banjir di wilayahnya dipicu oleh ketidakseimbangan ukuran saluran air. Menurutnya, aliran drainase dari RT 05 memiliki lebar sekitar 1,5 meter, namun menyempit drastis ketika masuk ke gorong-gorong Jalan Perintis yang hanya sekitar 0,5 meter.

“Di titik itulah air tertahan. Saat hujan deras, air tidak bisa mengalir lancar dan akhirnya meluap ke permukiman warga,” jelas Sanen.

Ia menambahkan, genangan air kerap terjadi saat intensitas hujan tinggi, terutama di musim penghujan. Dampaknya tidak hanya mengganggu aktivitas sehari-hari, tetapi juga berisiko merusak rumah dan fasilitas lingkungan warga RW 04.

Sebagai langkah antisipasi, warga bersama RT 05 yang diketuai Depi Suhendri secara rutin melaksanakan kerja bakti membersihkan saluran air dan gorong-gorong setidaknya dua kali dalam sebulan. Namun, Sanen menilai upaya tersebut belum cukup jika tidak dibarengi dengan perbaikan struktur drainase.

“Kami sudah berusaha semaksimal mungkin secara swadaya. Tapi kalau gorong-gorong tetap kecil, air tetap meluap. Ini butuh penanganan teknis dari pemerintah,” ujarnya.

Warga pun berharap pemerintah kelurahan, kecamatan, hingga dinas terkait dapat segera melakukan tindakan nyata, salah satunya dengan memperlebar gorong-gorong minimal menjadi satu meter agar aliran air lebih lancar dan banjir bisa dicegah.

Sementara itu, Lurah Jombang Wetan turut menyampaikan harapannya agar permasalahan ini segera mendapat tindak lanjut. Ia mengaku pihak kelurahan telah beberapa kali menyampaikan surat permohonan terkait gorong-gorong tersebut.

“Kami berharap aspirasi warga RW 04 bisa segera ditindaklanjuti. Surat sudah beberapa kali kami ajukan, namun sampai sekarang belum ada realisasi. Mudah-mudahan ke depan ada solusi konkret demi kenyamanan dan keselamatan warga,” pungkas Lurah Jombang Wetan.

(Rul)

Reporter: Pewarta