Kabar Bahri
Mengabarkan fakta Nusantara
25 Mei 2026
Facebook
Twitter
Instagram
Nasional
Daerah
Pemerintahan
PEMDES
Politik
MILITER
Hukum & Kriminal
Umum
Olahraga
Kesehatan
Hot News
Taklimat Prabowo di Seskoad: TNI Harus Adaptif Hadapi Dinamika Geopolitik Global
Momen Hangat Warga Sambut Kedatangan Prabowo di Bandung: Pak Minta Foto!
Wujudkan Tranformasi Pembangunan Terpadu dan Berkelanjutan, Pemkab Tangerang Gelar Seminar TIDS
Wakajati Sumsel Pimpin Pelantikan Pejabat Eselon III dan IV di Lingkungan Kejati Sumsel
#Kesehatan
Dari Desa ke Desa, Layanan Kesehatan TNI-Polri Keliling Obati Warga Terdampak Bencana Sumatra
Nasional
30 January 2026
Kasatgas Tito: Layanan Kesehatan di Tiga Provinsi Pascabencana Beroperasi 100 Persen
Nasional
27 January 2026
Pulihkan Psikologis dan Pantau Kesehatan Warga dan Anak anak, Polres Pekalongan Kota Terjunkan Tim Trauma Healing
Nasional
19 January 2026
*Menjaga Kesehatan, Menyemai Harapan Pascabencana Maninjau* Humas Kemenkes, Agam, Minggu 21 Desember 2025 Bencana datang tanpa aba-aba. Bagi Virginia (25), hari itu berakhir dengan keputusan paling berat: meninggalkan rumah di Jorong Labuah, Nagari Sungai Batang, tanpa kepastian bisa kembali. Dalam gelap dan kepanikan, ia hanya menyelamatkan dokumen penting. Selebihnya lenyap tersapu banjir bandang, termasuk rumah dan sumber penghidupan. “Kami cuma sempat bawa dokumen. Dentuman dari kejauhan sudah terdengar. Air sudah melebar ke mana-mana,” tuturnya. Esok harinya, rumah itu tinggal puing. Virginia bersama tiga anaknya sempat berpindah-pindah, dari masjid hingga akhirnya menetap di posko pengungsian Pasar Rakyat Nagari Sungai Batang. Kehidupan di pengungsian menghadirkan persoalan baru. Udara dingin, debu, dan perlengkapan terbatas memicu berbagai gangguan kesehatan. Batuk, demam, dan nyeri otot kerap dikeluhkan, terutama oleh anak-anak. “Tempatnya terbuka, selimut seadanya, ditambah sekeliling banyak debu. Anak-anak jadi gampang batuk, saya pun sempat sepuluh hari demam,” ujarnya. Keluhan serupa disampaikan Nani (46), warga Nagari Bayua, yang mendatangi posko kesehatan bersama anaknya. “Saya sering pusing, mungkin karena ada rasa takut juga setelah bencana. Pinggang juga sering sakit. Anak saya gatal-gatal,” katanya. Kepala Puskesmas Maninjau, Kabupaten Agam, Sumatera Barat, Ns. Hermalina, S.Kep., menjelaskan bahwa pola keluhan tersebut umum muncul pascabencana. “Kasus yang paling banyak kami tangani adalah ISPA, hipertensi, diare, penyakit kulit, mialgia, dan demam. Kondisi lingkungan, kelelahan, dan stress pascabencana sangat berpengaruh terhadap kondisi warga,” jelasnya. Menurut Hermalina, layanan kesehatan terus digerakkan melalui puskesmas, posko, layanan keliling, hingga kunjungan langsung ke lokasi pengungsian. “Kami berusaha memastikan masyarakat tetap mendapatkan pelayanan, meskipun dengan keterbatasan. Selama masih ada warga yang membutuhkan, kami akan tetap turun ke lapangan,” tegasnya.
Nasional
22 December 2025
Perkuat Kerja Sama di Bidang Kesehatan, Prabowo Sebut Pakistan Akan Kirim Dokter ke RI
Nasional
10 December 2025
WALIKOTA CILEGON DI TABRAK PPK DINAS KESEHATAN MELALUI ATURAN PERWAL KOTA CILEGON YANG MASIH BERLAKU
Nasional
18 November 2025
Tingkatkan Kualitas Kesehatan Prajurit dan Masyarakat, Kemhan-Kemenkes-BPOM Berkolaborasi
Nasional
7 October 2025
Kodim 0610/Sumedang Gelar Pemeriksaan Kesehatan Semester II Tahun 2025
MILITER
30 September 2025
TNI Anjangsana dan Layanan Kesehatan di Kampung Krumkin, Wujud Kepedulian Satgas Yonif 751/VJS kepada Warga Perbatasan
MILITER
26 September 2025
1
2
PAGE TOP