SERANG — kabarbahri.co.id-Universitas Banten Jaya (UNBAJA) menyelenggarakan Wisuda ke-15 pada Sabtu, 17 Oktober 2026, bertempat di UNBAJA Convention Hall (UCH) UNBAJA, Kota Serang, Banten. Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam menandai keberhasilan mahasiswa menyelesaikan pendidikan tinggi sekaligus memperkuat komitmen universitas dalam mencetak sumber daya manusia yang kompeten, berintegritas, dan mampu bersaing di dunia kerja maupun di tengah masyarakat.

Scroll Untuk Lanjut Membaca
UNBAJA Perkuat Komitmen Cetak SDM Unggul, Wisuda ke-15 Tekankan Integritas dan Inovasi

Wisuda berlangsung khidmat dengan dihadiri pimpinan universitas, jajaran Yayasan Banten Jaya Berkarakter, perwakilan Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (APTISI), Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi Wilayah IV (LLDIKTI Wilayah IV), dosen, tenaga kependidikan, orang tua wisudawan, serta tamu undangan lainnya.

 

Wisuda ke-15 ini tidak sekadar menjadi seremoni akademik, tetapi juga menjadi bentuk keberhasilan proses pendidikan dan momentum untuk memperkuat kontribusi UNBAJA dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia, khususnya di Provinsi Banten.

 

Rektor Universitas Banten Jaya, Prof. (Hon.) Dr. Dadang Herli Saputra, S.IP., S.H., S.S., M.H., M.Si., M.Kn., dalam sambutannya menekankan bahwa wisuda bukanlah akhir perjalanan pendidikan, melainkan awal dari tanggung jawab baru bagi para lulusan untuk mengimplementasikan ilmu pengetahuan, keterampilan, dan nilai-nilai akademik yang telah diperoleh selama menempuh pendidikan.

 

Ia menegaskan bahwa gelar akademik harus diiringi dengan kemampuan untuk memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

 

“Wisuda bukanlah akhir dari perjalanan, melainkan awal dari pengabdian. Ilmu pengetahuan yang telah diperoleh selama menempuh pendidikan harus menjadi bekal bagi para lulusan untuk berkarya, berinovasi, dan memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat,” demikian pesan yang ditekankan dalam sambutan rektor.

 

Rektor juga mendorong para lulusan agar terus meningkatkan kompetensi, menjaga integritas, mengembangkan kreativitas, serta mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan dinamika dunia kerja yang semakin kompetitif.

 

Menurutnya, tantangan masa depan membutuhkan lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter kuat, etos kerja, kemampuan berkomunikasi, jiwa kepemimpinan, dan kepedulian sosial.

 

“Dunia terus berubah dan tantangan semakin beragam. Karena itu, para lulusan harus memiliki kemauan untuk terus belajar, berani berinovasi, mampu beradaptasi, serta tetap menjunjung tinggi integritas dalam setiap langkah,” menjadi pesan penting bagi para wisudawan.

 

Ia juga mengingatkan bahwa proses belajar tidak berhenti setelah seseorang memperoleh gelar akademik. Para alumni perlu terus mengembangkan kapasitas diri, membangun jejaring profesional, membuka peluang, dan memanfaatkan ilmu yang dimiliki untuk meningkatkan kualitas kehidupan.

 

Rektor berharap alumni UNBAJA dapat menjaga nama baik almamater serta mengambil peran dalam pembangunan daerah maupun nasional melalui karya, inovasi, dan pengabdian di berbagai bidang.

“Jadilah alumni yang membanggakan almamater, bukan hanya melalui pencapaian pribadi, tetapi juga melalui manfaat yang diberikan kepada keluarga, masyarakat, dan bangsa,” demikian pesan yang relevan dengan semangat pengabdian para lulusan.

 

Ketua Yayasan Banten Jaya Berkarakter, Dr. Drs. H. Subai, M.M., menyampaikan apresiasi kepada seluruh wisudawan atas perjuangan, kerja keras, dan keberhasilan mereka dalam menyelesaikan pendidikan tinggi.

 

Ia menekankan bahwa pengembangan perguruan tinggi membutuhkan komitmen dan dukungan berkelanjutan dari seluruh pemangku kepentingan. Peningkatan kualitas pendidikan, penguatan tata kelola kelembagaan, pengembangan sumber daya manusia, serta peningkatan sarana dan prasarana menjadi bagian penting dalam membangun perguruan tinggi yang berkualitas.

“Keberhasilan perguruan tinggi tidak dapat dicapai oleh satu pihak saja. Diperlukan komitmen, kerja sama, dan dukungan berkelanjutan dari seluruh unsur agar mutu pendidikan terus meningkat dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat,” menjadi pesan utama dalam pengembangan institusi pendidikan tinggi.

Yayasan Banten Jaya Berkarakter terus berkomitmen mendukung pengembangan UNBAJA agar mampu menjawab kebutuhan masyarakat serta menghadapi perubahan dalam dunia pendidikan tinggi.

Sinergi antara yayasan, pimpinan universitas, dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, dan alumni menjadi modal penting dalam mewujudkan institusi pendidikan yang unggul, berkarakter, inovatif, dan berdaya saing.

Kepada para wisudawan, yayasan berharap ilmu pengetahuan yang telah diperoleh dapat menjadi bekal untuk membangun masa depan, mengembangkan karier, serta memberikan kontribusi nyata bagi keluarga, masyarakat, dan bangsa.

“Bawalah ilmu dan nilai-nilai yang diperoleh selama kuliah untuk membangun masa depan yang lebih baik. Teruslah berkarya, menjaga karakter, dan menjadi bagian dari solusi atas berbagai persoalan di tengah masyarakat,” demikian pesan yang dapat menjadi bekal bagi para alumni.

Perwakilan Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (APTISI), Dr. Sudaryono, dalam sambutannya menekankan pentingnya peran perguruan tinggi swasta dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia.

Di tengah perubahan teknologi dan tuntutan dunia kerja, perguruan tinggi perlu terus beradaptasi melalui penguatan mutu akademik, inovasi pembelajaran, pengembangan kompetensi mahasiswa, serta perluasan kerja sama dengan dunia usaha dan dunia industri.

“Perguruan tinggi harus mampu mengikuti perkembangan zaman. Kualitas pendidikan perlu terus diperkuat melalui inovasi, peningkatan kompetensi lulusan, dan kolaborasi dengan berbagai pihak agar lulusan memiliki kemampuan yang relevan dengan kebutuhan masyarakat dan dunia kerja,” menjadi pesan penting bagi penyelenggara pendidikan tinggi.

APTISI juga memiliki peran strategis dalam mendorong perguruan tinggi swasta untuk meningkatkan kualitas penyelenggaraan pendidikan, memperkuat kolaborasi antarlembaga, serta menghasilkan lulusan yang relevan dengan kebutuhan masyarakat.

 

Momentum Wisuda ke-15 UNBAJA menjadi pengingat bahwa keberhasilan perguruan tinggi tidak hanya dilihat dari jumlah lulusan yang dihasilkan, tetapi juga dari kualitas kompetensi, karakter, dan kontribusi alumninya setelah menyelesaikan pendidikan.

 

“Keberhasilan pendidikan tinggi harus tercermin dari kemampuan para lulusan menerapkan ilmunya, menciptakan peluang, dan berkontribusi dalam pembangunan. Karena itu, kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah, dan dunia industri perlu terus diperkuat,” menjadi salah satu pokok pemikiran yang relevan dengan tantangan pendidikan tinggi saat ini.

 

Melalui kolaborasi berkelanjutan, perguruan tinggi diharapkan mampu memperluas kesempatan bagi lulusan untuk berkembang dan berkontribusi dalam berbagai sektor pembangunan.

 

 

Kapala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah IV, Dr. Lukman, S.T., M.Hum., dalam sambutannya menyoroti pentingnya pendidikan tinggi dalam mempersiapkan generasi yang kompeten, adaptif, inovatif, dan memiliki daya saing.

 

Perguruan tinggi dituntut untuk terus meningkatkan relevansi pembelajaran dengan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, serta kebutuhan masyarakat dan dunia kerja. Penguatan kompetensi lulusan, pengembangan riset dan inovasi, serta pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat merupakan bagian penting dari upaya meningkatkan kontribusi pendidikan tinggi bagi pembangunan bangsa.

 

“Pendidikan tinggi harus mampu mempersiapkan lulusan yang tidak hanya memiliki pengetahuan, tetapi juga keterampilan, karakter, dan kemampuan beradaptasi. Kompetensi tersebut penting agar lulusan mampu menghadapi perubahan dan mengambil peluang di masa depan,” menjadi pesan yang sejalan dengan tantangan dunia pendidikan tinggi. 

Para lulusan juga diharapkan memiliki semangat belajar sepanjang hayat, mampu berpikir kritis, menjunjung tinggi etika, serta berani menciptakan peluang di tengah perubahan sosial dan ekonomi.

Bagi UNBAJA, pesan tersebut menjadi dorongan untuk terus memperkuat kualitas pendidikan, meningkatkan relevansi program akademik, serta mengembangkan kerja sama dengan berbagai pihak demi menghasilkan lulusan yang mampu menjawab tantangan masa depan.

Wisuda ke-15 Menjadi Momentum Penguatan Reputasi UNBAJA

Penyelenggaraan Wisuda ke-15 menjadi momentum bagi Universitas Banten Jaya untuk merefleksikan perjalanan institusi sekaligus memperkuat arah pengembangan pendidikan tinggi yang berkualitas, relevan, dan berorientasi pada masa depan.

Keberhasilan wisudawan menyelesaikan pendidikan merupakan hasil dari proses pembelajaran, pendampingan akademik, dukungan keluarga, serta kerja sama seluruh unsur yang terlibat dalam penyelenggaraan pendidikan tinggi.

Lebih dari itu, para lulusan merupakan representasi institusi di tengah masyarakat. Kompetensi, integritas, dan kontribusi alumni akan turut membentuk kepercayaan publik terhadap kualitas pendidikan yang diselenggarakan UNBAJA.

“Alumni merupakan bagian penting dari perjalanan sebuah perguruan tinggi. Karya, perilaku, dan kontribusi mereka di tengah masyarakat menjadi salah satu cerminan nilai-nilai pendidikan yang telah diperoleh selama berada di bangku kuliah,” menjadi refleksi penting dalam momentum wisuda.

Oleh karena itu, penguatan hubungan dengan alumni, pengembangan jejaring profesional, peningkatan kualitas layanan akademik, serta kolaborasi dengan pemerintah, dunia usaha, dunia industri, dan masyarakat menjadi bagian penting dari langkah pengembangan universitas.

Melalui Wisuda ke-15, UNBAJA berharap para lulusan dapat melangkah ke tahap kehidupan berikutnya dengan penuh optimisme, membawa nilai-nilai akademik, menjaga integritas, dan memberikan manfaat bagi lingkungan sekitarnya.

Dengan semangat “Terdepan dalam Antisipasi Masa Depan”, Universitas Banten Jaya berkomitmen untuk terus mengembangkan pendidikan tinggi yang mampu menjawab tantangan zaman serta berkontribusi dalam mencetak sumber daya manusia yang unggul dan berdaya saing.

Wisuda ke-15 pun menjadi awal perjalanan baru bagi para lulusan untuk menerapkan ilmu, membangun karya, dan mengambil peran dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.

Reporter: JURNALIS : Cilegon