KABARBAHRI.CO.ID | Serang — Potret kemiskinan ekstrem masih nyata dirasakan sebagian warga di pedesaan. Salah satunya dialami Nurlela, warga Kampung Gebang, Desa Lamaran, Kecamatan Binuang, Kabupaten Serang. Hingga Selasa (17/02/2026), rumah yang ia tempati bersama keluarganya berada dalam kondisi memprihatinkan dan nyaris tak layak huni.
Berdasarkan pantauan di lokasi, bangunan rumah tersebut tampak miring dan rapuh. Dinding yang terbuat dari bilik bambu sebagian besar telah lapuk dimakan rayap. Kondisi dapur bahkan mengalami kerusakan parah dengan lubang menganga, sementara atap rumah menunjukkan kayu penyangga yang sudah keropos serta genteng pecah. Akibatnya, setiap kali hujan turun, air langsung masuk dan membasahi bagian dalam rumah.
Nurlela mengaku tak jarang menangis menghadapi kondisi hidup yang serba kekurangan. Ia menyebut keterbatasan ekonomi menjadi alasan utama ketidakmampuannya memperbaiki rumah.
“Kalau hujan, kami sering kebocoran. Saya kadang menangis karena sulitnya ekonomi. Kalau saya punya uang, tentu tidak akan membutuhkan bantuan dari pemerintah,” ujar Nurlela lirih.
Kondisi tersebut mengundang rasa iba warga sekitar. Mereka menilai rumah itu membahayakan keselamatan penghuninya, terutama saat musim hujan dan angin kencang. Warga juga mempertanyakan kepekaan pemerintah desa dan pemerintah daerah dalam merespons kondisi warganya yang hidup di bawah garis kemiskinan.
“Rumah itu bisa roboh kapan saja. Seharusnya pemerintah desa lebih peka dan cepat membantu,” ungkap salah seorang warga setempat.
Masyarakat menyoroti keberadaan berbagai program bantuan pemerintah, seperti perbaikan rumah tidak layak huni, yang dinilai belum menyentuh seluruh warga yang benar-benar membutuhkan. Kesenjangan sosial pun menjadi sorotan tajam, ketika masih banyak rakyat hidup pas-pasan sementara sebagian pihak menikmati kehidupan berkecukupan.
Kasus ini menjadi gambaran nyata bahwa di tengah pergantian kepemimpinan dan beragam program penanggulangan kemiskinan, masih ada warga yang luput dari perhatian. Warga berharap pemerintah Desa Lamaran dan instansi terkait segera mengambil langkah konkret dan cepat agar keluarga Nurlela dapat tinggal di rumah yang layak, aman, dan manusiawi.
Penulis : Farid















