Cilegon– kabarbahri.co.idPemerintah Kelurahan Samangraya menggelar rapat koordinasi dan sosialisasi terkait rencana perluasan proyek PT CAA yang berada di wilayah perbatasan Kelurahan Samangraya dan Kelurahan Wanasari. Kegiatan ini dihadiri unsur RT, RW, Karang Taruna, perwakilan Pokmas, serta pegawai kelurahan.

Scroll Untuk Lanjut Membaca
Sosialisasi Perluasan PT CAA, Lurah Samangraya Tekankan Prioritas Tenaga Kerja Lokal

Lurah Samangraya, Muhainis, menegaskan bahwa sosialisasi ini penting agar masyarakat mengetahui secara utuh rencana perluasan perusahaan tersebut, termasuk potensi dampak positif dan negatif yang akan timbul.

“Melalui sosialisasi ini, warga harus tahu bahwa PT CAA akan melakukan perluasan. Jangan sampai masyarakat hanya merasakan dampaknya tanpa mendapatkan informasi yang jelas,” ujar Muhainis.

Ia menjelaskan, rapat koordinasi tersebut diikuti oleh para ketua RT dan RW se-Kelurahan Samangraya, perwakilan Karang Taruna sekitar lima orang, serta jajaran pegawai kelurahan sesuai undangan yang telah disampaikan.

Menurut Muhainis, perluasan proyek PT CAA memang berada di wilayah administratif Kelurahan Wanasari, namun dampaknya juga beririsan dengan wilayah Samangraya. Karena itu, koordinasi lintas kelurahan dinilai penting agar informasi tersampaikan secara merata kepada warga.

“Harapan kami, lingkungan yang terdampak mengetahui secara transparan apa saja dampak positif dan negatifnya.

Terutama soal tenaga kerja, kami ingin warga Samangraya bisa terserap dalam proyek tersebut,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua Pokmas Kelurahan Samangraya, Ajat, mengapresiasi langkah sosialisasi tersebut, namun menilai perlu ada tindak lanjut koordinasi yang lebih luas di tingkat RT dan RW.

“Kemarin saat pertemuan di Serang pesertanya terbatas. Karena itu, sebagai bentuk respons aktif, kelurahan perlu segera melakukan koordinasi lanjutan kepada RT dan RW agar informasi sampai ke warga sekitar,” ujarnya.

Ajat juga menyoroti bahwa kawasan proyek PT CAA berada di dua lingkungan, yakni Samangraya dan Wanasari. Ia berharap kedua kelurahan sama-sama aktif melakukan sosialisasi kepada masyarakat.

Terkait dokumen Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal), pihak kelurahan mengaku masih menunggu draft resmi untuk kemudian dibahas bersama unsur RT dan RW guna memberikan masukan.

“Nanti kalau draft penyusunan Amdal sudah ada, kita akan kaji bersama.

Masukan dari RT dan RW akan kita sampaikan. Kita ingin memastikan apakah rencana itu logis dan berpihak pada masyarakat,” kata Muhainis.

Ia menegaskan, pemerintah kelurahan akan mendorong agar pengusaha lokal maupun tenaga kerja lokal menjadi prioritas utama dalam proyek tersebut.

“Lokasinya berada di wilayah kami. Sudah sewajarnya warga yang terdampak juga merasakan manfaatnya. Jangan hanya dampak negatif yang dirasakan, tapi juga dampak positif seperti kesempatan usaha dan lapangan pekerjaan,” pungkasnya.

(Jar)

Reporter: Pewarta