Tangerang – kabarbahri.co.id Transformasi digital telah menjadi salah satu pilar utama pembangunan nasional dalam menghadapi persaingan ekonomi global. Di tengah pesatnya perkembangan Artificial Intelligence (AI), cloud computing, Internet of Things (IoT), big data, blockchain, dan keamanan siber, industri aplikasi digital berkembang menjadi motor baru pertumbuhan ekonomi sekaligus fondasi peningkatan daya saing bangsa. Dengan jumlah pengguna internet yang besar, bonus demografi, serta ekosistem digital yang terus berkembang, Indonesia memiliki peluang strategis untuk tidak hanya menjadi pasar teknologi, tetapi juga bertransformasi menjadi negara yang melahirkan inovasi dan aplikasi digital berkelas dunia.

Scroll Untuk Lanjut Membaca
APKOMINDO dan APTIKNAS Siap Bersinergi Sukseskan Indonesia Application Summit (IN-APPS) 2026, Mendorong Indonesia Menjadi Pusat Inovasi Aplikasi Digital Dunia

Semangat tersebut menjadi landasan penyelenggaraan Indonesia Application Summit (IN-APPS) 2026, sebuah inisiatif strategis dari Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia untuk memperkuat ekosistem aplikasi digital nasional melalui kolaborasi lintas sektor. Bagi APTIKNAS (Asosiasi Pengusaha Teknologi Informasi dan Komunikasi Nasional), IN-APPS bukan sekadar agenda tahunan ataupun forum diskusi industri, melainkan momentum nasional untuk mempercepat lahirnya industri aplikasi digital Indonesia yang inovatif, berdaya saing global, dan mampu menghasilkan kekayaan intelektual karya anak bangsa.

Komitmen tersebut ditegaskan melalui Soft Launching Indonesia Application Summit (IN-APPS) 2026 yang diselenggarakan pada Rabu, 8 Juli 2026, di Sinar Mas Land Experience Center, Biomedical Campus D-HUB SEZ, BSD City, Tangerang. Kegiatan ini menjadi langkah awal menuju penyelenggaraan puncak IN-APPS 2026 yang akan berlangsung pada 16–17 September 2026 di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD City.

Mengusung tema “Application as the New Engine of Creative Economy Growth”, IN-APPS 2026 dirancang sebagai forum kolaborasi nasional yang secara khusus menempatkan subsektor aplikasi sebagai salah satu mesin baru pertumbuhan ekonomi kreatif Indonesia. Forum ini mempertemukan pemerintah, pelaku industri TIK, perusahaan platform digital, software house, startup, investor, akademisi, asosiasi, komunitas digital, dan media dalam satu ekosistem yang saling memperkuat untuk mempercepat lahirnya inovasi digital nasional.

Rangkaian Soft Launching Indonesia Application Summit (IN-APPS) 2026 diawali dengan sambutan dari Panji Himawan, Senior Vice President Corporate Communication & Public Affairs Sinar Mas Land, selaku tuan rumah. Selanjutnya, Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia, Teuku Riefky Harsya, secara resmi membuka rangkaian IN-APPS 2026 melalui penyampaian pidato kunci (keynote speech) yang dilanjutkan dengan seremoni peluncuran.

Acara kemudian diteruskan dengan sesi doorstop bersama media serta diskusi panel bertajuk “Building Indonesia’s Future Through Digital Applications” yang menghadirkan sejumlah narasumber terkemuka, yaitu Tri Wahyudi, Direktur Aplikasi Kementerian Ekonomi Kreatif; Irawan Harahap, CEO Digital Tech Ecosystem & Development Sinar Mas Land; Djarot Subiantoro, Ketua Umum Asosiasi Peranti Lunak Telematika Indonesia (ASPILUKI); serta Aditya Adiguna, Direktur Utama PT KAYA Indonesia.

Kegiatan tersebut juga dihadiri Rian Firmansyah, BBA., M.Com. (Rian Syaf), Staf Khusus Menteri Ekonomi Kreatif Bidang Isu Strategis dan Antarlembaga, yang menunjukkan dukungan terhadap penguatan sinergi antara pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan. Kehadiran Rian Syaf semakin menegaskan komitmen Kementerian Ekonomi Kreatif dalam membangun komunikasi dan kolaborasi yang erat dengan asosiasi, dunia usaha, komunitas, akademisi, investor, dan berbagai pemangku kepentingan lainnya guna memperkuat ekosistem ekonomi kreatif berbasis teknologi dan aplikasi digital di Indonesia.

Pada kesempatan tersebut, Ketua Umum APTIKNAS Ir. Soegiharto Santoso, S.H., (Hoky) didampingi Sandy Kusuma, Wakil Ketua Umum I Bidang Talenta Digital, serta Angelika Putri, Ketua Komite Tetap Teknologi Finansial & Inovasi Pembayaran Digital.

Sementara itu, pada waktu yang bersamaan, Maulis Taufik Kosasih, S.Pd., Ketua Komite Tetap Digital Marketing, Branding & Pengembangan Produk Digital, bersama Yuliyanti, Ketua Komite Tetap Humas & Komunikasi Internal dan Eksternal APTIKNAS, mewakili organisasi menghadiri Focus Group Discussion (FGD) Outlook Ekonomi Kreatif Klaster Berbasis Teknologi dan Konten Digital yang diselenggarakan oleh Kementerian Ekonomi Kreatif di Gedung Film Pesona Indonesia, Jakarta Selatan. FGD tersebut merupakan bagian dari penyusunan Outlook Ekonomi Kreatif sebagai dasar perumusan arah kebijakan dan penguatan ekosistem ekonomi kreatif nasional, sekaligus menghimpun berbagai masukan strategis dari para pemangku kepentingan, khususnya asosiasi ekonomi kreatif.

Dalam sambutannya, Menteri Ekonomi Kreatif menegaskan bahwa subsektor aplikasi kini menjadi salah satu penggerak utama ekonomi kreatif Indonesia. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), subsektor aplikasi bahkan menjadi penyumbang investasi terbesar di sektor ekonomi kreatif sepanjang tahun 2025. Aplikasi digital tidak lagi dipandang sekadar sebagai produk teknologi, tetapi telah berkembang menjadi mesin baru pertumbuhan ekonomi yang mampu menciptakan lapangan kerja, meningkatkan produktivitas, memperluas inklusi digital, serta memperkuat daya saing Indonesia di tingkat global.

Senada dengan hal tersebut, Deputi Bidang Kreativitas Digital dan Teknologi Kementerian Ekonomi Kreatif, Muhammad Neil El Himam, menegaskan bahwa keberhasilan membangun industri aplikasi nasional hanya dapat dicapai melalui kolaborasi seluruh pemangku kepentingan. Sinergi antara pemerintah, dunia usaha, akademisi, asosiasi, komunitas, media, dan investor menjadi fondasi utama dalam menciptakan ekosistem inovasi yang sehat, berkelanjutan, dan mampu menghasilkan produk digital yang memiliki daya saing internasional.

APKOMINDO dan APTIKNAS memandang penyelenggaraan IN-APPS 2026 hadir pada momentum yang sangat tepat. Transformasi digital telah mengubah hampir seluruh sektor kehidupan, mulai dari pemerintahan, pendidikan, kesehatan, manufaktur, perdagangan, jasa keuangan, logistik, pertanian, hingga UMKM. Di sisi lain, kebutuhan terhadap aplikasi digital yang aman, inovatif, efisien, dan sesuai kebutuhan masyarakat terus meningkat secara signifikan.

Namun, besarnya pasar digital Indonesia juga menghadirkan tantangan. Sebagian besar nilai ekonomi digital nasional masih dinikmati oleh platform global. Karena itu, Indonesia perlu memperkuat kemampuan nasional dalam menghasilkan solusi digital berbasis inovasi, membangun kekayaan intelektual sendiri, serta melahirkan lebih banyak perusahaan perangkat lunak yang mampu bersaing di pasar internasional.

Bagi APKOMINDO dan APTIKNAS, pembangunan ekonomi digital Indonesia harus memasuki babak baru. Keberhasilan transformasi digital tidak cukup diukur dari meningkatnya jumlah pengguna internet atau transaksi digital, tetapi dari kemampuan bangsa dalam menciptakan teknologi sendiri, membangun software house nasional, mengembangkan startup berbasis teknologi, memperkuat perusahaan Artificial Intelligence (AI), serta menghasilkan aplikasi digital karya anak bangsa yang memiliki daya saing global.

Ketua Umum APKOMINDO dan Ketua Umum APTIKNAS, Ir. Soegiharto Santoso, S.H., (Hoky) menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia atas penyelenggaraan Indonesia Application Summit (IN-APPS) 2026 sebagai wadah kolaborasi nasional untuk memperkuat industri aplikasi digital Indonesia.

Menurut Soegiharto Santoso, yang akrab disapa Hoky, penyelenggaraan IN-APPS memiliki makna yang jauh lebih besar daripada sebuah konferensi atau pameran teknologi. Forum ini merupakan momentum strategis untuk membangun kesamaan visi bahwa masa depan ekonomi Indonesia akan sangat ditentukan oleh kemampuan bangsa dalam menciptakan inovasi digital, menghasilkan kekayaan intelektual (Intellectual Property/IP), serta membangun industri perangkat lunak nasional yang mampu bersaing di tingkat global.

“APKOMINDO dan APTIKNAS menyambut dengan penuh antusias penyelenggaraan Indonesia Application Summit (IN-APPS) 2026. Kami memandang forum ini sebagai gerakan kolaborasi nasional yang mempertemukan pemerintah, dunia usaha, akademisi, komunitas, media, investor, startup, dan para inovator dalam satu ekosistem yang saling menguatkan. Momentum ini harus dimanfaatkan untuk mempercepat lahirnya industri aplikasi digital Indonesia yang semakin kuat, mandiri, dan berdaya saing global.”

Menurutnya, Indonesia sesungguhnya telah memiliki modal yang sangat besar untuk menjadi salah satu kekuatan digital dunia. Jumlah penduduk yang besar, bonus demografi, meningkatnya penetrasi internet, serta semakin banyaknya talenta digital merupakan fondasi yang harus dioptimalkan melalui kolaborasi yang kuat dan kebijakan yang berpihak pada inovasi nasional.

“Selama bertahun-tahun Indonesia dikenal sebagai salah satu pasar digital terbesar di dunia. Kini saatnya kita mengubah paradigma tersebut. Indonesia harus melangkah lebih jauh, bukan sekadar menjadi pengguna teknologi, tetapi menjadi produsen inovasi dan pusat pengembangan aplikasi digital dunia. Kita harus melahirkan lebih banyak software house nasional, startup teknologi, perusahaan Artificial Intelligence, serta produk digital karya anak bangsa yang mampu bersaing di pasar global.” Tutur Hoky, yang juga menjabat sebagai Sekretaris Jenderal PERATIN dan Wakil Ketua Umum SPRI.

Hoky menegaskan bahwa keberhasilan transformasi digital tidak boleh hanya diukur dari besarnya nilai transaksi elektronik atau jumlah pengguna internet, melainkan dari kemampuan Indonesia menciptakan teknologi sendiri, memperluas ekspor perangkat lunak, membangun perusahaan digital yang kompetitif, serta menghasilkan kekayaan intelektual yang memberikan nilai tambah bagi perekonomian nasional.

Sebagai salah satu asosiasi TIK terbesar di Indonesia dengan lebih dari 2.000 perusahaan anggota yang tersebar di 31 kota dari Aceh hingga Papua, APTIKNAS menyatakan siap menjadi mitra strategis pemerintah dalam menyukseskan Indonesia Application Summit (IN-APPS) 2026 serta memperkuat ekosistem aplikasi digital nasional.

“Melalui jaringan APKOMINDO dan APTIKNAS di seluruh Indonesia, kami siap memperkuat kolaborasi antarpelaku industri, meningkatkan kompetensi talenta digital, memfasilitasi business matching, memperluas pemanfaatan aplikasi karya anak bangsa, serta membuka peluang investasi dan kemitraan yang lebih luas bagi para pengembang aplikasi Indonesia.”

Ia menambahkan bahwa perkembangan Artificial Intelligence (AI), Cloud Computing, Cybersecurity, Internet of Things (IoT), Big Data, dan berbagai teknologi digital lainnya membuka peluang besar bagi Indonesia untuk melahirkan generasi baru perusahaan teknologi nasional. Oleh karena itu, diperlukan kebijakan yang mendukung inovasi lokal, perlindungan hak kekayaan intelektual, peningkatan penggunaan produk dalam negeri, penguatan standar keamanan informasi, serta akses pembiayaan yang lebih luas bagi perusahaan teknologi Indonesia.

Dalam membangun ekosistem tersebut, APKOMINDO dan APTIKNAS terus mendorong pendekatan Hexa Helix, yaitu sinergi antara pemerintah, dunia usaha, perguruan tinggi, komunitas, media, dan investor sebagai fondasi bagi pengembangan riset, inovasi, inkubasi startup, penguatan talenta digital, hingga komersialisasi produk teknologi Indonesia ke pasar global.

Selama ini APKOMINDO dan APTIKNAS secara konsisten berkontribusi terhadap percepatan transformasi digital nasional melalui seminar, konferensi, workshop, pelatihan, sertifikasi profesi, business matching, roadshow teknologi, serta berbagai program kolaborasi bersama kementerian, lembaga, pemerintah daerah, perguruan tinggi, dan mitra industri. Seluruh program tersebut merupakan implementasi semangat 3B APTIKNAS: Berkolaborasi, Bersinergi, dan Berinovasi untuk Membangun Masa Depan Digital Indonesia.

Menutup pernyataannya, Hoky mengajak seluruh pemangku kepentingan menjadikan IN-APPS 2026 sebagai titik awal penguatan industri aplikasi nasional.

“Indonesia Application Summit (IN-APPS) 2026 harus menjadi lebih dari sekadar agenda tahunan. Forum ini harus menjadi titik tolak lahirnya gerakan nasional untuk membangun industri aplikasi digital Indonesia. Ketika pemerintah, dunia usaha, perguruan tinggi, komunitas, media, dan investor berjalan dalam satu visi yang sama, saya optimistis Indonesia tidak hanya akan dikenal sebagai pasar ekonomi digital terbesar di Asia Tenggara, tetapi juga tumbuh sebagai salah satu pusat inovasi aplikasi digital dunia. Inilah kontribusi nyata yang harus kita wujudkan bersama menuju Indonesia Emas 2045 sebagai negara maju, berdaya saing global, dan berdaulat secara digital.” Pungkas Hoky.

(Red)

Reporter: Jurnalis :