Kabarbahri.co.id – Lombok Timur – Tingginya partisipasi masyarakat dalam kegiatan khitanan massal yang digagas Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kabupaten Lombok Timur mendapat apresiasi dari Wakil Bupati Lombok Timur H. Moh. Edwin Hadiwijaya. Menurutnya, program yang melibatkan berbagai elemen tersebut menjadi bukti bahwa semangat gotong royong masih tumbuh kuat dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat, Kamis (16/7/2026).

Scroll Untuk Lanjut Membaca
Wabup Lotim Dorong Khitanan Massal GOW Menjadi Program Tahunan, Antusiasme Warga Lampaui Target

Dalam arahannya, Wakil Bupati menilai keberhasilan penyelenggaraan kegiatan tidak terlepas dari sinergi antara organisasi kemasyarakatan, relawan, rumah sakit swasta, hingga instansi pemerintah yang bersama-sama mendukung pelaksanaan khitanan massal. Ia berharap pola kolaborasi tersebut dapat terus dipertahankan sebagai model pelayanan sosial yang berkesinambungan.

Edwin mengungkapkan bahwa kegiatan seperti ini layak dijadikan agenda rutin setiap tahun karena mampu memberikan manfaat nyata, khususnya bagi keluarga yang membutuhkan layanan kesehatan dengan mudah dan terjangkau.

Selain memberikan apresiasi kepada seluruh panitia dan mitra pelaksana, ia juga mendorong GOW untuk memperluas kemitraan dengan BPJS Kesehatan. Menurutnya, sejumlah program pemberdayaan yang dimiliki BPJS perlu dioptimalkan melalui pendampingan sehingga bantuan yang diterima masyarakat dapat dimanfaatkan secara lebih efektif.

Ia menambahkan bahwa pemanfaatan dana bantuan harus diarahkan agar memberikan dampak yang berkelanjutan, bukan hanya memenuhi kebutuhan sesaat. Karena itu, diperlukan pola pembinaan yang mampu meningkatkan manfaat program bagi masyarakat.

Wakil Bupati juga mengingatkan seluruh tenaga kesehatan agar mengedepankan pelayanan yang ramah dan komunikatif. Sikap tersebut dinilai penting untuk menciptakan rasa nyaman bagi anak-anak peserta maupun orang tua yang mendampingi selama proses khitan berlangsung.

Tidak hanya itu, ia mengusulkan agar penyelenggaraan khitanan massal pada masa mendatang dapat dipadukan dengan momentum tertentu, seperti Hari Anak Nasional ataupun bulan-bulan dalam kalender Hijriah yang identik dengan kegiatan sosial dan keagamaan.

Sementara itu, Ketua GOW Kabupaten Lombok Timur Hj. Sri Mahyu Wardani Edwin mengaku bersyukur atas sambutan luar biasa dari masyarakat terhadap program tersebut. Ia mengatakan, jumlah pendaftar meningkat jauh lebih cepat dibandingkan perkiraan panitia.

Awalnya, GOW memperkirakan kuota peserta akan terpenuhi dalam waktu sekitar tiga minggu. Namun setelah informasi kegiatan dipublikasikan melalui media digital, kuota awal sebanyak 50 peserta langsung terpenuhi hanya dalam waktu empat hari.

Menurut Sri Mahyu, respons tersebut menjadi bukti bahwa masyarakat sangat membutuhkan program pelayanan sosial semacam ini. Kepercayaan yang diberikan warga menjadi motivasi bagi GOW untuk terus menghadirkan kegiatan yang menyentuh kebutuhan masyarakat secara langsung.

Pada pelaksanaan kali ini, sebanyak 53 anak dipastikan mengikuti khitanan massal. Sebagai bentuk perhatian, panitia juga menyiapkan bingkisan untuk seluruh peserta.

Dari sisi pelayanan kesehatan, panitia menggunakan metode khitan modern yang memberikan kenyamanan lebih bagi anak-anak. Proses pembiusan dilakukan tanpa menggunakan jarum suntik sehingga diharapkan mampu mengurangi rasa takut peserta saat menjalani tindakan.

Untuk mempercepat pelayanan, tim medis menyiapkan sepuluh meja tindakan yang beroperasi secara bersamaan. Dengan sistem tersebut, proses khitan setiap anak diperkirakan berlangsung sekitar 10 hingga 15 menit.

Usai menjalani tindakan, seluruh peserta memperoleh obat-obatan untuk perawatan di rumah. Orang tua juga diberikan edukasi secara langsung beserta panduan tertulis mengenai tata cara perawatan luka agar proses pemulihan berjalan optimal. Sebagai langkah antisipasi, panitia turut membuka layanan komunikasi bagi keluarga peserta apabila membutuhkan konsultasi setelah kegiatan berlangsung.

Khitanan massal yang dipusatkan di Pendopo Wakil Bupati Lombok Timur itu dihadiri oleh jajaran organisasi perangkat daerah (OPD), perwakilan BPJS Kesehatan, Baznas, pimpinan rumah sakit swasta mitra pelaksana, kepala puskesmas, serta keluarga yang mendampingi para peserta.(red)

 

Reporter: PERWAKILAN: NTB