Kabarbahri.co.id – Lombok Timur – Ratusan warga dari berbagai elemen masyarakat memadati halaman Markas Polres Lombok Timur, Kamis (6/8/2026), untuk menyampaikan aspirasi terkait penanganan dugaan kasus ujaran kebencian yang dilaporkan menyasar Bupati Lombok Timur. Aksi tersebut menjadi bentuk dorongan masyarakat agar aparat kepolisian segera menunjukkan perkembangan konkret dalam proses penyelidikan.
Sejak pagi, peserta aksi berdatangan dari berbagai wilayah di Kabupaten Lombok Timur. Mereka membawa spanduk dan menyampaikan orasi secara bergantian, menekankan pentingnya penegakan hukum yang cepat, transparan, serta tidak membedakan status siapa pun yang terlibat dalam suatu perkara.
Koordinator aksi, Subhan, mengatakan masyarakat hadir karena menginginkan adanya kepastian terhadap laporan yang telah disampaikan kepada kepolisian beberapa waktu lalu. Ia menilai proses hukum yang terlalu lama tanpa informasi perkembangan berpotensi memunculkan beragam spekulasi di tengah masyarakat.
“Yang kami harapkan bukan sekadar janji, tetapi langkah nyata. Publik berhak mengetahui bahwa setiap laporan yang masuk benar-benar diproses sesuai aturan hukum,” katanya saat menyampaikan orasi di hadapan peserta aksi.
Menurut Subhan, laporan dugaan pelanggaran Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) telah diterima Polres Lombok Timur sejak 17 Juli 2026. Namun hingga aksi berlangsung, belum ada perkembangan yang diketahui secara luas oleh masyarakat.
Karena itu, massa meminta penyidik mengoptimalkan seluruh perangkat yang dimiliki, termasuk kemampuan Tim Siber, untuk menelusuri identitas pihak yang diduga bertanggung jawab atas penyebaran konten yang dipersoalkan. Mereka berharap teknologi digital dapat mempercepat proses pengungkapan perkara.
Dalam aksi tersebut, massa juga memberikan batas waktu selama 3×24 jam kepada Polres Lombok Timur untuk menunjukkan progres penanganan kasus. Jika dalam tenggat tersebut belum terdapat perkembangan yang dinilai memadai, mereka menyatakan siap kembali menggelar aksi lanjutan dengan jumlah peserta yang lebih besar.
Meski menyampaikan tuntutan secara tegas, para demonstran tetap mengapresiasi pengamanan yang dilakukan aparat selama kegiatan berlangsung. Mereka menilai pengamanan berjalan humanis sehingga aksi dapat berlangsung aman, tertib, dan tidak mengganggu aktivitas masyarakat di sekitar lokasi.
Subhan juga menegaskan bahwa aksi tersebut tidak dilandasi kepentingan politik maupun agenda kelompok tertentu. Menurutnya, demonstrasi lahir dari inisiatif masyarakat yang menginginkan hukum ditegakkan secara adil serta mampu memberikan rasa keadilan bagi semua pihak.
Salah seorang peserta aksi, Wiranata, berharap kepolisian dapat menjaga kepercayaan publik melalui penanganan perkara yang profesional dan akuntabel. Ia menilai setiap laporan masyarakat seharusnya memperoleh perhatian yang sama tanpa memandang siapa pelapor maupun pihak yang dilaporkan.
Sementara itu, perwakilan Polres Lombok Timur yang menerima massa menyampaikan apresiasi atas penyampaian aspirasi yang berlangsung kondusif. Mereka menjelaskan Kapolres Lombok Timur belum dapat menemui peserta aksi karena sedang melaksanakan agenda kedinasan di luar lokasi.
Di hadapan para demonstran, pihak kepolisian memastikan seluruh tuntutan dan masukan masyarakat telah dicatat untuk diteruskan kepada pimpinan. Polres juga menegaskan komitmennya untuk menangani setiap laporan sesuai mekanisme hukum yang berlaku dengan mengedepankan profesionalisme, objektivitas, serta integritas dalam proses penegakan hukum.
Usai penyampaian aspirasi, massa membubarkan diri secara tertib. Meski demikian, mereka menegaskan akan terus mengawal jalannya proses hukum dan menunggu realisasi komitmen yang telah disampaikan pihak kepolisian dalam beberapa hari mendatang.(red)















