Sintang,Kalbar — 16 April 2026
Sebuah permintaan unik namun penuh sindiran pedas kembali muncul dari warga Kalimantan Barat, khususnya di wilayah Kabupaten Sintang. Melalui unggahan viral di media sosial, warga dengan nada bercanda namun menyiratkan kekecewaan mendalam meminta langsung kepada Gubernur Jawa Barat, H. Dedi Mulyadi atau yang akrab disapa KDM, untuk menghadiahkan satu set alat musik organ tunggal.
Permintaan ini disampaikan lantaran kondisi jalan provinsi yang menghubungkan wilayah Ketungau Hilir, Ketungau Tengah, hingga Ketungau Hulu yang tembus ke arah perbatasan Malaysia kondisinya sangat memprihatinkan. Jalan yang seharusnya menjadi urat nadi ekonomi tersebut kini penuh dengan lubang dan kerusakan parah, namun belum juga mendapatkan perhatian serius untuk diperbaiki.

“Kalau Bapak KDM berkenan belikan organ tunggal, nanti kami undang Bapak dan pejabat lain untuk meresmikan jalan yang rusak ini,” ujar warga dalam video yang viral tersebut, Rabu (15/04/2026).
Pernyataan ini menjadi sorotan tajam karena dianggap sebagai bentuk protes halus namun menyakitkan. Warga merasa jenuh dengan seremonial peresmian yang seringkali meriah dengan musik dan tarian, namun kenyataan di lapangan infrastrukturnya tidak kunjung membaik.
SOROTAN DPP LSM MAUNG: Itu Bukan Lelucon, Tapi Jeritan Hati

Merespons viralnya keluhan tersebut, Dewan Pimpinan Pusat (DPP) LSM MAUNG angkat bicara dan memberikan tanggapan tegas. Pihaknya menilai bahwa permintaan organ tunggal itu bukan sekadar bahan candaan, melainkan bukti nyata kegelisahan masyarakat yang sudah terlalu lama tertunda penanganannya.
“Permintaan organ tunggal itu adalah bentuk kekecewaan yang mendalam. Bagaimana mungkin jalan yang sangat vital bagi mobilitas dan ekonomi rakyat kondisinya amburadul, sementara acara peresmian seringkali digelar sangat meriah dengan hiburan lengkap. Seharusnya anggaran dan perhatian difokuskan untuk perbaikan fisik jalan, bukan hanya untuk kemeriahan seremonial belaka,” ujar Hadysa Prana Ketua Umum DPP LSM MAUNG.
Lebih lanjut, DPP MAUNG menegaskan bahwa pemerintah harus peka terhadap sinyal-sinyal yang diberikan rakyat. Sindiran warga adalah alarm bahwa kepercayaan masyarakat mulai menipis karena janji-janji perbaikan yang tak kunjung terealisasi.
“Kami mendesak pemerintah daerah dan instansi terkait untuk segera menindaklanjuti keluhan ini. Jangan biarkan rakyat terus menerus mengeluh dan menyindir. Jalan yang bagus, mulus, dan aman adalah hadiah terbaik yang bisa diberikan negara kepada rakyatnya, bukan sekadar alat musik untuk meresmikan kerusakan,” tegasnya.
Kini, suara sindiran pedas warga Sintang tersebut bergema luas di ruang digital. Harapannya, keluhan yang disampaikan dengan cara unik ini bukan hanya menjadi bahan tawa sesaat, melainkan menjadi tamparan keras bagi para pengambil kebijakan. Masyarakat tidak membutuhkan kemeriahan acara peresmian jika hasil akhirnya tidak nyata. Yang mereka butuhkan adalah kepastian hukum, kecepatan tindak lanjut, dan infrastruktur yang layak untuk menunjang kehidupan sehari-hari. DPP LSM MAUNG akan terus mengawal isu ini hingga ada solusi yang nyata dan berpihak pada kepentingan rakyat banyak.
(TIM MAUNG)














