CILEGON – kabarbahri.co.id Dinas Sosial (Dinsos) Kota Cilegon terus berkomitmen meningkatkan akurasi basis data penyandang disabilitas di tingkat pendidikan dasar hingga menengah.

Scroll Untuk Lanjut Membaca
Optimalkan Layanan Inklusi, Dinsos Cilegon Gelar Pemutakhiran Data Disabilitas di SKh Al-Khairiyah

Langkah ini diwujudkan melalui agenda pemutakhiran data dan pemeriksaan kesehatan bagi siswa disabilitas tingkat SD, SMP, hingga SLTA yang dipusatkan di Sekolah Khusus (SKh) Al-Khairiyah, Kecamatan Citangkil, Selasa (14/4).

Program strategis ini merupakan hasil kolaborasi lintas sektor antara Dinas Sosial dengan Dinas Kesehatan (Dinkes) dan Dinas kepundudukan dan Catatan Sipil ( DISKUCAPIL) Kota Cilegon, serta mendapatkan dukungan penuh dari tim medis Puskesmas Citangkil 1 dan Puskesmas Citangkil 2.

Target dan Realisasi Peserta
Berdasarkan data undangan, tercatat sebanyak 67 peserta dari berbagai jenjang pendidikan yang dijadwalkan mengikuti pendataan ini.
Namun, dalam pelaksanaan di lapangan, tim berhasil melakukan pengecekan mendalam terhadap kurang lebih 45 siswa. Beberapa siswa dilaporkan berhalangan hadir karena kendala teknis dan kondisi kesehatan.

 

Kepala Sekolah SKh Al-Khairiyah, Ahmad Hunaefi menjelaskan bahwa proses pemutakhiran ini sangat krusial untuk memastikan setiap siswa mendapatkan intervensi bantuan dan layanan kesehatan yang tepat sasaran sesuai dengan klasifikasi hambatan yang dimiliki.

Identifikasi Ragam Disabilitas
Pemeriksaan yang dilakukan oleh tim medis dari Puskesmas Citangkil 1 dan Puskesmas Citangkil 2 meliputi berbagai kategori disabilitas, di antaranya:

Tuna Rungu (hambatan pendengaran)

Tuna Netra (hambatan penglihatan)

Tuna Grahita (hambatan intelektual)

Tuna Daksa (hambatan fisik/gerak)

Down Syndrome

Serta ragam disabilitas perkembangan lainnya.

Sinergi untuk Kesejahteraan Siswa
Pihak sekolah mengapresiasi langkah jemput bola yang dilakukan oleh Pemerintah Kota Cilegon.

Sinergi antara Dinsos dan Dinkes serta Diskucapil ini diharapkan tidak hanya berhenti pada pendataan, tetapi menjadi pintu pembuka bagi program bantuan sosial maupun fasilitas kesehatan yang lebih aksesibel bagi siswa berkebutuhan khusus di wilayah Kecamatan Citangkil.

“Pengecekan ini penting agar data di tingkat pemerintah selaras dengan kondisi riil di sekolah.

Dengan begitu, bantuan pendidikan maupun alat bantu kesehatan nantinya benar-benar tepat manfaat,” ujar perwakilan sekolah di lokasi kegiatan.

Kegiatan yang berlangsung di lingkungan SKh Al-Khairiyah Citangkil ini berjalan dengan tertib dan menerapkan pendekatan humanis kepada para siswa agar proses pemeriksaan medis berlangsung nyaman tanpa menimbulkan kecemasan bagi anak-anak.

(Jie)

Reporter: Jurnalis :