SERANGkabarbahri.co.id Pelatihan Pengenalan Kegiatan Peledakan pada Pertambangan di Provinsi Banten resmi ditutup pada Jumat (22/5/2026) setelah berlangsung selama lima hari penuh sejak 18 Mei 2026. Kegiatan ini menjadi langkah strategis dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) masyarakat Banten di sektor pertambangan modern.

Scroll Untuk Lanjut Membaca
Pelatihan Pengenalan Peledakan pada Pertambang di Banten Berakhir Sukses, Peserta Digembleng Langsung oleh PPSDM Geominerba

Penutupan pelatihan berlangsung penuh semangat dan dihadiri sejumlah pejabat penting dari sektor pengembangan SDM pertambangan dan ketenagakerjaan.

Kepala Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Geologi, Mineral dan Batubara (PPSDM Geominerba) yang dalam kesempatan tersebut diwakili oleh Donal R Nainggolan, S.T., M.T., bersama Harry Wibawa, S.T., M.T., hadir memberikan sambutan sekaligus menutup kegiatan secara resmi.

Turut hadir pula Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Banten yang diwakili oleh Fifin Rosian Alfiah serta Jarman Setiadi, S.T., para Widyaiswara/instruktur, narasumber, panitia, dan seluruh peserta pelatihan.

Dalam sambutannya, Donal R Nainggolan menegaskan bahwa pelatihan ini bukan sekadar kegiatan formal, melainkan investasi besar dalam mencetak SDM pertambangan yang kompeten, disiplin, dan memahami aspek keselamatan kerja.

“Tujuan pelatihan pengenalan kegiatan peledakan pada pertambangan di Provinsi Banten ini adalah untuk meningkatkan kompetensi masyarakat dalam memahami aspek teknis pertambangan, khususnya pengenalan kegiatan peledakan yang aman dan sesuai regulasi,” ujar Donal.

Ia menjelaskan, sebanyak 20 peserta dari berbagai wilayah di Provinsi Banten mengikuti pelatihan intensif tersebut dengan antusias tinggi. Seluruh peserta berasal dari masyarakat umum yang memiliki minat dan ketertarikan terhadap dunia pertambangan.

Menurut Donal, sektor pertambangan membutuhkan SDM yang tidak hanya memahami teori, tetapi juga memiliki keterampilan teknis dan kesadaran tinggi terhadap keselamatan kerja.

“Pertambangan adalah sektor yang memiliki risiko tinggi. Karena itu pemahaman tentang teori peledakan, pengangkutan bahan peledak, hingga pemeriksaan pasca peledakan harus dipahami dengan benar,” tegasnya.

Materi yang diberikan dalam pelatihan ini mencakup pengenalan kegiatan pertambangan, regulasi keselamatan peledakan, administrasi gudang bahan peledak, pengangkutan bahan peledak, peramuan bahan peledak, persiapan kegiatan peledakan, penerapan peledakan, pemeriksaan pasca peledakan, praktik lapangan hingga pemaparan tugas akhir peserta.

Seluruh instruktur dan pengajar berasal dari PPSDM Geominerba yang dikenal sebagai lembaga pengembangan SDM pertambangan di bawah Kementerian ESDM.

Suasana penutupan berlangsung hangat dan penuh apresiasi. Panitia penyelenggara menyampaikan terima kasih kepada seluruh peserta yang telah mengikuti pelatihan dengan disiplin, semangat, dan dedikasi tinggi selama kegiatan berlangsung.

“Kami menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih sebesar-besarnya kepada seluruh peserta, narasumber, panitia, dan semua pihak yang telah mendukung kegiatan ini sehingga berjalan lancar dan sukses,” ujar Donal R Nainggolan.

Pelatihan ini diharapkan menjadi awal lahirnya tenaga-tenaga pertambangan muda asal Banten yang siap bersaing di dunia industri pertambangan nasional dengan tetap mengedepankan keselamatan, profesionalisme, dan kompetensi teknis.

Dengan berakhirnya pelatihan ini, Pemerintah berharap masyarakat Banten semakin siap menghadapi peluang kerja di sektor pertambangan yang terus berkembang di era industri modern.

(Aldo)

Reporter: Pewarta