CILEGON — Upaya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat sekaligus mencegah penyalahgunaan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi terus dilakukan jajaran Polsek Cibeber, Polres Cilegon, Polda Banten.
Jajaran Polsek Cibeber menggelar patroli pada Selasa malam (22/9/2026) dengan menyasar sejumlah lokasi yang dinilai perlu mendapat perhatian, khususnya dalam rangka mengantisipasi dugaan penimbunan maupun penyalahgunaan BBM bersubsidi.
Patroli tersebut tidak hanya diarahkan pada aspek pengawasan distribusi BBM, tetapi juga menjadi bagian dari langkah preventif kepolisian dalam mengantisipasi potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas).
Kapolres Cilegon AKBP Moehamad Probandono Bobby Danuardi, melalui Kapolsek Cibeber IPTU Ibna Saputra, mengatakan kegiatan patroli dilakukan sebagai bentuk respons terhadap informasi yang diterima dari masyarakat.
Menurutnya, informasi masyarakat menjadi salah satu bagian penting dalam mendukung langkah kepolisian melakukan pencegahan sejak dini terhadap berbagai potensi pelanggaran.
“Patroli dilakukan setelah pihak kami menerima informasi masyarakat terkait dugaan penimbunan solar subsidi,” ujar IPTU Ibna Saputra.
Ia menegaskan, kehadiran personel di lapangan juga dimaksudkan untuk memberikan rasa aman kepada masyarakat sekaligus memastikan situasi Kamtibmas tetap kondusif.
Langkah patroli tersebut menunjukkan bahwa pengawasan terhadap peredaran dan penggunaan BBM bersubsidi tidak hanya menjadi persoalan distribusi, tetapi juga membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, termasuk masyarakat sebagai sumber informasi awal.
Di sisi lain, informasi mengenai dugaan penimbunan maupun penyalahgunaan BBM bersubsidi tetap membutuhkan pendalaman dan verifikasi lebih lanjut dari pihak berwenang untuk memastikan ada atau tidaknya pelanggaran.
Polsek Cibeber sendiri terus mengimbau masyarakat agar tidak ragu menyampaikan informasi apabila menemukan aktivitas yang dinilai mencurigakan dan berpotensi mengganggu ketertiban maupun merugikan kepentingan masyarakat luas.
Patroli bukan sekadar hadir di jalan, tetapi menjadi bagian dari upaya membangun pengawasan yang responsif terhadap laporan masyarakat—terutama terhadap komoditas bersubsidi yang menyangkut kepentingan publik.
(Red)














