Kabarbahri.co.id – Lombok Timur – Dalam rangka memperingati Hari Malaria Sedunia 2026, RSUD dr. R. Soedjono Selong menggelar kampanye peningkatan kesadaran masyarakat terhadap bahaya malaria yang masih menjadi ancaman kesehatan.
Scroll Untuk Lanjut Membaca
Pihak rumah sakit menegaskan bahwa pemberantasan malaria membutuhkan keterlibatan aktif masyarakat, tidak hanya mengandalkan tenaga medis. Lingkungan yang bersih dan bebas dari genangan air dinilai menjadi langkah awal yang efektif dalam mencegah berkembangnya nyamuk penyebab malaria.
Selain menjaga kebersihan, masyarakat juga dianjurkan menggunakan perlindungan seperti kelambu dan obat anti nyamuk, terutama saat beristirahat di malam hari. Kebiasaan sederhana ini dinilai mampu mengurangi risiko penularan secara signifikan.
Di sisi lain, warga diminta untuk lebih peka terhadap gejala awal malaria. Demam yang disertai menggigil dan keringat berlebih harus segera ditangani dengan pemeriksaan ke fasilitas kesehatan agar tidak berkembang menjadi kondisi yang lebih serius.
Sebagai bentuk komitmen, RSUD Selong terus mendukung program pemerintah dalam upaya eliminasi malaria melalui edukasi berkelanjutan, peningkatan layanan medis, serta deteksi dini di masyarakat.
Melalui peringatan ini, diharapkan kesadaran kolektif semakin meningkat sehingga upaya menuju bebas malaria dapat tercapai. Kerja sama antara masyarakat dan tenaga kesehatan menjadi kunci dalam memutus rantai penularan penyakit tersebut.(red)