Kabarbahri.co.id – Lombok Timur — Sebanyak 53 peserta kafilah Lombok Timur resmi menuntaskan tahapan Training Centre (TC) sebagai persiapan menuju Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) XXXI Tingkat Provinsi NTB Tahun 2026. Kegiatan pemusatan latihan yang digelar di Tete Batu tersebut ditutup Sekretaris Daerah Kabupaten Lombok Timur, H. Muhammad Juaini Taofik, Senin (25/5/2026).
Penutupan TC menjadi tanda bahwa para peserta telah memasuki tahap akhir persiapan sebelum berlaga membawa nama daerah. Dalam arahannya, Sekda menyampaikan apresiasi kepada seluruh pengurus LPTQ, pembina, dan pelatih yang telah bekerja keras mendampingi peserta selama proses pembinaan.
Ia menilai, persiapan kafilah Lombok Timur tidak dapat dilepaskan dari kerja sama banyak pihak. Dukungan yang diberikan selama ini diharapkan mampu memperkuat kepercayaan diri peserta saat tampil pada ajang tingkat provinsi.
Sekda juga mengingatkan bahwa MTQ memiliki nilai yang lebih luas dari sekadar kompetisi. Menurutnya, kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam memperkuat syiar Al-Qur’an serta menumbuhkan generasi yang tidak hanya mampu membaca, tetapi juga memahami dan mengamalkan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan.
Sejalan dengan visi pembangunan daerah SMART, yakni Sejahtera, Maju, Adil, Religius, dan Transparan, Sekda berharap Lombok Timur dapat menunjukkan peningkatan prestasi pada MTQ XXXI NTB. Ia menyebut perkembangan kafilah selama masa pembinaan menjadi modal positif untuk mencapai target tersebut.
Meski demikian, Sekda meminta seluruh peserta tidak lengah. Kemampuan teknis yang telah diasah selama latihan harus tetap diimbangi dengan kesiapan mental, kesehatan fisik, kedisiplinan, dan ketenangan saat menghadapi perlombaan.
“Jaga stamina, jaga kekompakan, dan tetap bawa nama baik Lombok Timur dengan sikap terbaik,” pesannya.
Ia juga menekankan pentingnya menjaga akhlak dan suasana yang kondusif selama mengikuti kegiatan. Para kafilah diharapkan saling mendukung, berpikir positif, serta tetap percaya diri dalam setiap penampilan.
Di sisi lain, Pemerintah Kabupaten Lombok Timur memastikan dukungan terhadap kafilah tetap diberikan secara serius. Meski pemerintah daerah tengah menjalankan efisiensi anggaran, perhatian terhadap pembinaan MTQ tetap menjadi prioritas, termasuk komitmen memberikan apresiasi bagi peserta berprestasi.
Sekda menambahkan, Lombok Timur memiliki potensi besar dalam bidang keagamaan. Sebagai daerah dengan jumlah penduduk terbesar di NTB dan dikenal memiliki banyak talenta Qur’ani, kafilah Lombok Timur diharapkan mampu menjadikan keunggulan tersebut sebagai dorongan untuk meraih hasil terbaik.
Sementara itu, Ketua Harian LPTQ Lombok Timur, Ustaz Sumayadi, menyampaikan bahwa pembinaan peserta telah berlangsung melalui beberapa tahapan. Setelah MTQ tingkat kabupaten di Aikmel, peserta mengikuti TC mandiri secara daring selama tiga bulan. Pembinaan kemudian dilanjutkan dengan TC di Keruak sebagai bahan evaluasi sebelum masuk ke tahap pemantapan.
Ia optimistis kafilah Lombok Timur mampu tampil lebih baik pada MTQ tingkat provinsi tahun ini. Keyakinan tersebut didukung oleh peningkatan fasilitas, proses pembinaan yang lebih terukur, serta semangat peserta yang terus menunjukkan perkembangan positif.
Adapun 53 peserta yang disiapkan berasal dari berbagai cabang lomba, mulai dari tilawah, tartil Al-Qur’an, hafalan, cerdas cermat, pidato, seni kaligrafi, hingga Karya Tulis Ilmiah Al-Qur’an atau KTIQ.(red)













