Kabar Bahri
Mengabarkan fakta Nusantara
23 Oktober 2026
Facebook
Twitter
Instagram
Nasional
Daerah
Pemerintahan
PEMDES
Politik
MILITER
Hukum & Kriminal
Umum
Olahraga
Kesehatan
Hot News
Bupati Maesyal Menghadiri Acara Hut Forbeta, Ojol Sebagai Penggerak Ekonomi Masyarakat.
Lombok Timur Kantongi Penghargaan GENTING 2026, Angka Stunting Turun Empat Poin Persentase
Aktivitas Pembelian Solar Berulang di SPBU Cicangkal Disorot, LSM Pelopor Indonesia Minta Pengawasan Diperketat
Kunjungi DPRD DKI Jakarta, Wartawan Lotim Serap Pengalaman Pengelolaan Informasi Publik
Lombok Timur Miliki 289 Pesantren, FKSPP Diharapkan Jadi Penguat Mutu Pendidikan dan Ekonomi
#Menjaga
Milad ke- 39 SMI Menjaga Tradisi Membangun Prestasi Mengabdi Untuk Negri
Nasional
24 July 2026
Hari Kebebasan Pers Sedunia: Menjaga Marwah Kebenaran di Tengah Arusnya Informasi
Nasional
7 May 2026
KONSOLIDASI SERANKAI PERKUAT KOMITMEN MENJAGA KONDUSIVITAS PROYEK WANKAI DAN IKLIM INVESTASI DI CILEGON
Nasional
6 April 2026
LASKAR SANGIDU PUTIH INDONESIA.Komitmen menjaga jakarta Timur bersama Kapolsek Cipayung Ciptakan kondusifitas
Nasional
24 February 2026
Warung Surabi Mas Budi: Menjaga Cita Rasa Tradisional di Tengah Modernisasi Kuliner Serang
Nasional
1 February 2026
*Menjaga Kesehatan, Menyemai Harapan Pascabencana Maninjau* Humas Kemenkes, Agam, Minggu 21 Desember 2025 Bencana datang tanpa aba-aba. Bagi Virginia (25), hari itu berakhir dengan keputusan paling berat: meninggalkan rumah di Jorong Labuah, Nagari Sungai Batang, tanpa kepastian bisa kembali. Dalam gelap dan kepanikan, ia hanya menyelamatkan dokumen penting. Selebihnya lenyap tersapu banjir bandang, termasuk rumah dan sumber penghidupan. “Kami cuma sempat bawa dokumen. Dentuman dari kejauhan sudah terdengar. Air sudah melebar ke mana-mana,” tuturnya. Esok harinya, rumah itu tinggal puing. Virginia bersama tiga anaknya sempat berpindah-pindah, dari masjid hingga akhirnya menetap di posko pengungsian Pasar Rakyat Nagari Sungai Batang. Kehidupan di pengungsian menghadirkan persoalan baru. Udara dingin, debu, dan perlengkapan terbatas memicu berbagai gangguan kesehatan. Batuk, demam, dan nyeri otot kerap dikeluhkan, terutama oleh anak-anak. “Tempatnya terbuka, selimut seadanya, ditambah sekeliling banyak debu. Anak-anak jadi gampang batuk, saya pun sempat sepuluh hari demam,” ujarnya. Keluhan serupa disampaikan Nani (46), warga Nagari Bayua, yang mendatangi posko kesehatan bersama anaknya. “Saya sering pusing, mungkin karena ada rasa takut juga setelah bencana. Pinggang juga sering sakit. Anak saya gatal-gatal,” katanya. Kepala Puskesmas Maninjau, Kabupaten Agam, Sumatera Barat, Ns. Hermalina, S.Kep., menjelaskan bahwa pola keluhan tersebut umum muncul pascabencana. “Kasus yang paling banyak kami tangani adalah ISPA, hipertensi, diare, penyakit kulit, mialgia, dan demam. Kondisi lingkungan, kelelahan, dan stress pascabencana sangat berpengaruh terhadap kondisi warga,” jelasnya. Menurut Hermalina, layanan kesehatan terus digerakkan melalui puskesmas, posko, layanan keliling, hingga kunjungan langsung ke lokasi pengungsian. “Kami berusaha memastikan masyarakat tetap mendapatkan pelayanan, meskipun dengan keterbatasan. Selama masih ada warga yang membutuhkan, kami akan tetap turun ke lapangan,” tegasnya.
Nasional
22 December 2025
PATROLI MALAM GABUNGAN GUNA MENJAGA KONDUSIVITAS WILAYAH SIMO
Nasional
2 October 2025
Back to top