Cilegon-kabarbahri.co.id Team SERANKAI kembali menggelar konsolidasi internal sebagai bagian dari upaya penguatan koordinasi lintas elemen masyarakat dalam rangka menjaga kondusivitas pembangunan proyek PT Wankai Trade Indonesia di kawasan industri Krakatau Steel Group Pada, Senin (06/04/2026).
Kegiatan yang dilaksanakan pukul 10.00 WIB tersebut menjadi forum strategis untuk menyatukan persepsi, memperkuat soliditas, serta merespons berbagai dinamika yang berkembang seputar investasi industri di Kota Cilegon.
Sekretaris SERANKAI, Maman Hilman, menjelaskan bahwa agenda ini merupakan bagian dari konsolidasi, koordinasi, dan penguatan internal organisasi dalam mengawal proyek investasi, khususnya PT Wankai, serta menjaga stabilitas lingkungan industri.
“Acara ini bagian dari konsolidasi dan penguatan Team SERANKAI. Tujuannya untuk menjaga Wankai, sekaligus menjaga kondusivitas di lingkungan Krakatau Steel Group, serta memastikan keterbukaan terhadap investor-investor lain yang akan masuk ke Kota Cilegon,” ujar Maman.
Ia menyebutkan, konsolidasi tersebut dihadiri berbagai unsur masyarakat yang tergabung dalam SERANKAI, mulai dari tokoh organisasi, pengusaha lokal, hingga perwakilan ormas. Di antaranya Ketua Bandrong Kang Mus, perwakilan TTKDH Kang Asep, mantan anggota dewan Yusmin, penasihat aktif H. Hafid dari PAN, tokoh masyarakat H. Alawi, serta sejumlah pimpinan ormas seperti LMP, KKPMP, LABAS, LKPK, Inakor, GEMPUR, KAPUR, Koordinator Kecamatan Purwakarta, Kecamatan Citangkil, koordinator kelurahan-kelurahan terdekat dan lainnya.
Menurut Maman, keberagaman unsur yang tergabung dalam SERANKAI menjadi kekuatan utama dalam mengawal investasi agar tetap berjalan kondusif dan memberikan manfaat luas bagi masyarakat.
“SERANKAI ini adalah rangkaian dari berbagai elemen masyarakat. Ke depan, kami tidak hanya fokus mengawal proyek Wankai, tetapi juga seluruh investor yang ada di Kota Cilegon,” tegasnya.
Dalam forum tersebut juga disampaikan bahwa potensi nilai investasi yang masuk ke Kota Cilegon diproyeksikan mencapai puluhan triliun rupiah. Salah satunya, proyek PT Wankai sendiri diperkirakan bernilai sekitar Rp5 triliun dan akan berdiri di atas lahan kurang lebih 25 hektare, dengan sebagian dialokasikan untuk ruang terbuka hijau.
Lebih jauh, SERANKAI menegaskan pentingnya dampak ekonomi dari investasi tersebut, baik terhadap penyerapan tenaga kerja, pertumbuhan pengusaha lokal, maupun penguatan sektor UMKM.
“Multiplier effect-nya jelas, mulai dari peningkatan ekonomi daerah, mendorong pengusaha lokal, membuka lapangan kerja, hingga menggerakkan UMKM,” jelas Maman.
Meski demikian, pihaknya tetap menekankan bahwa keterlibatan pengusaha lokal harus berjalan seiring dengan prinsip profesionalisme dan kualitas.
“Terkait persentase, kami mengikuti kebijakan perusahaan. Namun, kami tetap mendorong agar pengusaha lokal dilibatkan dengan tetap mengedepankan profesionalisme,” tambahnya.
Selain itu, SERANKAI juga berharap proses pembangunan yang diperkirakan berlangsung hingga tiga tahun ke depan dapat mengakomodasi tenaga kerja lokal, khususnya dari wilayah terdampak seperti Kecamatan Purwakarta dan Citangkil.
Koordinasi hingga tingkat kelurahan pun disebut telah disiapkan guna memastikan distribusi informasi dan peluang kerja dapat tersampaikan secara merata kepada masyarakat.
“Kami berharap tenaga kerja lokal bisa diakomodir. Struktur koordinasi sudah dibentuk sampai tingkat kelurahan agar semua masyarakat punya kesempatan yang sama,” ujarnya.
SERANKAI juga menegaskan bahwa pihaknya membuka ruang seluas-luasnya bagi seluruh masyarakat Cilegon, baik pelaku usaha maupun tenaga kerja, tanpa adanya sekat atau kepentingan kelompok tertentu.
“Ini terbuka untuk seluruh masyarakat Cilegon yang punya potensi, baik pengusaha maupun tenaga kerja yang profesional. Tidak ada unsur eksklusivitas,” tandasnya.
Dengan konsolidasi ini, SERANKAI kembali menegaskan komitmennya untuk menjadi mitra strategis dalam menjaga stabilitas investasi, sekaligus mendorong agar setiap proyek industri di Kota Cilegon memberikan manfaat yang inklusif dan berkelanjutan bagi masyarakat.
“Salam SERANKAI, jaga Wankai, tetap kondusif,” pungkas Maman.
(Red)
















