Scroll Untuk Lanjut Membaca
NARASI KONTROL PUBLIK: "RAKYAT JANGAN MAU DIBODOHI. INI CARA BEDAIN OKNUM VS PEJUANG"

Pandeglang – kabarbahri.co.id 9 Mei 2026 – Gelombang aksi rakyat bukan sekadar demo. Ini *sekolah politik jalanan* untuk rakyat Banten. Tim investigasi *M. Sutisna*, menyerukan agar masyarakat cerdas menilai: *mana oknum yang cari panggung, mana pejuang yang tulus kontrol kemajuan bangsa.*

*”Musuh rakyat itu 2: oknum Pejabat zalim dan oknum ngaku aktivis. Keduanya sama-sama maling, beda seragam,”* tegas MS

Cara kontrol yang benar

5 W + 1 H

*CIRI OKNUM KEDOK AKTIVIS – WAJIB RAKYAT CURIGAI:*

*MUNCUL PAS ADA DUIT*

*Oknum:* Teriak kenceng kalau ada proyek, ada kasus viral, ada amplop. Habis itu hilang.

*Pejuang:* Ada kasus atau tidak, tetap tampung aspirasi rakyat tiap hari, tanpa bayaran.

*JUALAN NAMA RAKYAT BUAT NAIKKAN DIRI*

*Oknum:* “Saya yang demo, saya yang pahlawan.” Foto paling depan, nego belakang.

*Pejuang:* “Ini suara rakyat.” Dia mundur, dorong korbankan rakyat,

*TAKUT SAMA DATA & HUKUM*

*Oknum:* Asal teriak, tidak bawa bukti. Ditantang debat, kabur. Dilapor balik, nangis.

*Pejuang:* Ngomong pakai RAB, UU, foto, video, saksi. Siap demi data.

*SERANG PRIBADI, BUKAN SISTEM*

*Oknum:* “Si A jelek, Si B gendut.” Tujuannya mutasi jabatan, bukan perbaiki sistem.

*Pejuang:* “APBD bocor di pos ini. Solusinya audit, e-budgeting, copot PPK.” Fokus ke kebijakan.

*SETELAH DEMO, MINTA JATAH*

*Oknum:* Habis demo, sowan ke kantor. Pulang bawa proyek PL.

*Pejuang:* Habis demo, pulang ke sawah. Lusa kontrol lagi: “Janji kemarin mana?”

* CIRI PEJUANG TULUS KONTROL KEMAJUAN – WAJIB RAKYAT DUKUNG:*

*KONSISTEN BAHAS 3 HAL: PANGAN, PAPAN, KEADILAN*

Dari MBG, jalan rusak, BBM mahal sampai W+H. *Semua nyambung ke perut & nyawa rakyat.*

* DIDIK RAKYAT, BUKAN PROVOKASI*

Ajarin rakyat baca APBD, bedain RAB, lapor ke Ombudsman. *Rakyat pinter = Oknum bubar

*SIAP DIKRIMINALISASI*

* Itu * Artinya dia ganggu sarang maling. Kalau aman-aman aja, patut curiga.

*TIDAK ANTI PEMERINTAH, TAPI ANTI PENYAKIT*

Dukung visi RI di ASEAN, tapi hajar yang korupsi yang maling duit negara*Itu namanya cinta: ingatkan, bukan jilat.*

* KADERISASI*

“Bung Rio 89.5” relawan Bante peduli*Kalau dia mati, perjuangannya tidak mati.*

*PESAN KUNCI KE RAKYAT

*DATANG AKSI BAWA OTAK, BUKAN EMOSI.* Dengerin, catat, tanya.

*TEST AKTIVIS:* Tanya “Solusinya apa Pak?” Kalau jawab “dengan cara emosi tinggalkan

* JANGAN MAU DIPECAH.* Isu W+H, Jalan, rusak &Desil tidak tepat sasaran itu satu Pemerintah diduga lalai.kita Jangan mau diadu domba,

*Alat pendukung kontrol REKAM SEMUA.* HP rakyat adalah KPK tercanggih.

*”Negara maju karena 2 hal: Pemimpin takut Tuhan, Rakyat pintar kontrol. Kalau pemimpin tidak takut Tuhan, minimal dia harus takut rakyat”* tegas M. Sutisna.

*, Alun-alun Pandeglang bukan tempat marah-marah.*

*Itu “Kampus Rakyat”. Dosennya: Mahasiswanya: Kita semua.*

*Kontak Narasumber: M. Sutisna*

*Didukung: Bung Rio 89.5, Keluarga , Aliansi Banten* peduli

“POKOK-POKOK KONTROL PUBLIK

*1. SEMBOYAN:* “AWASI, BUKAN BENCI. KRITIK, BUKAN KUDETA.”

*2. RUMUS:* “DATA + AKHLAK + NYALI = KONTROL PUBLIK”

*3. TARGET:* “JANGAN GANTI ORANGNYA SAJA. GANTI SISTEMNYA.”

*4. Narasi “Presiden boleh ganti, tapi semangat bela rakyat jangan mati.”

*5. HUKUM:* “UU 14/2008 KIP: Rakyat berhak tau APBD. Yang nutupin berarti maling.”

(M Sutisna)

Reporter: Jurnalis :