CILEGON — kabarbahri.co.id Suasana haru dan penuh kekhidmatan mewarnai pelantikan jajaran pengurus Dewan Pimpinan Anak Cabang (DPAC) Cimande Tarikolot Karuhun Banten Indonesia (TTKBI) Kecamatan Pulomerak yang digelar pada Sabtu (13/6/2026). Momentum tersebut menjadi penegasan komitmen organisasi dalam menjaga, merawat, dan mengembangkan warisan budaya leluhur Banten di tengah arus modernisasi yang terus bergerak dinamis.
Pelantikan yang berlangsung sejak pukul 13.00 WIB itu dipimpin langsung oleh Ketua Umum TTKBI, H. Tubagus Arif Hidayat, didampingi jajaran Dewan Pimpinan Pusat (DPP) dan Dewan Pimpinan Wilayah (DPW). Kegiatan turut dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan, termasuk Kapolsek Pulomerak, serta sejumlah tamu undangan dari berbagai wilayah, di antaranya DPAC Purwakarta Cilegon dan DPW Serang Barat.

Rangkaian acara diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an, dilanjutkan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, sambutan organisasi, hingga pertunjukan seni bela diri Pencak Silat Cimande yang menjadi salah satu identitas budaya yang terus dijaga oleh TTKBI.
Dalam prosesi pelantikan tersebut, M. Sutari, S.IP resmi dikukuhkan sebagai Ketua DPAC TTKBI Pulomerak. Ia akan didampingi oleh Waluyoh Tarihoran sebagai Wakil Ketua, Pidin sebagai Penasihat, Agus Duski Anwar sebagai Sekretaris, serta Teti Nuraeni sebagai Bendahara. Pengukuhan dilakukan langsung oleh Ketua Umum TTKBI dan disaksikan para pengurus pusat, pengurus wilayah, serta tamu undangan yang hadir.
Sepanjang acara, suasana kebersamaan dan kekeluargaan tampak begitu terasa. Para tamu undangan menikmati rangkaian kegiatan yang telah disiapkan panitia, sekaligus mempererat silaturahmi antaranggota dan perguruan yang tergabung dalam organisasi.

Ketua Umum TTKBI, H. Tubagus Arif Hidayat, menegaskan bahwa organisasi yang dipimpinnya akan terus membuka ruang kolaborasi dengan berbagai perguruan dan komunitas budaya yang ada di Pulomerak maupun wilayah lainnya.
“Intinya kami akan terus semangat merangkul berbagai perguruan yang ada di Pulomerak. TTKBI hadir untuk bersama-sama melestarikan budaya dan menjaga warisan leluhur agar tetap hidup di tengah masyarakat. Kami juga berharap DPAC Pulomerak mampu aktif membina ranting-ranting yang ada di wilayahnya,” ujar Arif kepada wartawan.
Senada dengan itu, Dewan Pembina TTKBI, Amin Napitupulu, menilai bahwa pelestarian budaya tidak hanya berkaitan dengan menjaga tradisi, tetapi juga memiliki dampak sosial yang luas bagi kehidupan masyarakat.
“Budaya yang terjaga akan menghadirkan kesejahteraan, ketentraman, dan kemakmuran masyarakat. Itulah salah satu visi besar yang terus diperjuangkan TTKBI,” katanya.
Sementara itu, Ketua DPAC TTKBI Pulomerak yang baru dilantik, M. Sutari, S.IP, menegaskan kesiapannya untuk menjalankan amanah organisasi dengan mengoptimalkan program pembinaan budaya serta memperkuat sinergi dengan berbagai perguruan yang ada di wilayah Pulomerak.
Menurutnya, persatuan menjadi fondasi utama dalam menjaga eksistensi budaya lokal agar tetap relevan dan dicintai generasi muda.
Acara kemudian ditutup dengan makan bersama yang diikuti seluruh jajaran DPP, DPW, pengurus DPAC, serta para tamu undangan. Momen tersebut menjadi simbol eratnya persaudaraan yang terjalin di lingkungan TTKBI, sekaligus menandai awal perjalanan kepengurusan baru DPAC Pulomerak dalam mengemban misi pelestarian budaya Banten.
Pelantikan ini tidak hanya menjadi agenda organisasi semata, melainkan juga representasi semangat kolektif masyarakat untuk menjaga identitas budaya daerah sebagai bagian penting dari kekayaan bangsa Indonesia.
(Jar)














