Kabarbahri.co.id – Lombok Timur – Ketersediaan air bersih dipastikan menjadi salah satu fokus utama Pemerintah Kabupaten Lombok Timur menjelang musim kemarau tahun ini. Mengantisipasi kemungkinan berkurangnya debit sumber air akibat fenomena El Nino, Bupati Lombok Timur H. Haerul Warisin meminta Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Lombok Timur memperkuat kesiapan operasional serta menyusun langkah antisipasi yang terukur demi menjaga kelancaran pelayanan kepada masyarakat.

Scroll Untuk Lanjut Membaca
Bupati Lombok Timur Tekankan Ketahanan Air Bersih, PDAM Diminta Bergerak Cepat Hadapi Potensi Kemarau Ekstrem

Pesan tersebut disampaikan Haerul Warisin saat memimpin Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) yang membahas laporan pertanggungjawaban Direksi PDAM Lombok Timur di Selong, Rabu (8/7/2026). Dalam kapasitasnya sebagai Kuasa Pemilik Modal, ia menegaskan bahwa perusahaan daerah harus mampu membaca potensi risiko lebih awal sehingga setiap persoalan dapat ditangani sebelum berdampak pada pelanggan.

Menurut Bupati, prediksi kekeringan yang disampaikan oleh lembaga meteorologi harus menjadi dasar bagi PDAM untuk memperkuat sistem mitigasi. Pemerintah daerah berharap musim kemarau tidak berlangsung ekstrem, namun kesiapan tetap diperlukan agar distribusi air bersih tidak mengalami gangguan ketika kebutuhan masyarakat meningkat.

Ia menilai wilayah selatan Lombok Timur masih menjadi kawasan yang membutuhkan perhatian khusus. Meski pengembangan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) telah memperluas jangkauan pelayanan hingga sejumlah desa, pemerintah meminta pengelolaan distribusi tetap diprioritaskan agar masyarakat di kawasan tersebut tidak mengalami kesulitan memperoleh air bersih saat musim kemarau.

Selain membahas kesiapan menghadapi perubahan iklim, Haerul Warisin juga memberikan apresiasi terhadap perkembangan kinerja PDAM dalam beberapa tahun terakhir. Ia menilai peningkatan kualitas pelayanan, terutama kecepatan penanganan gangguan jaringan dan kebocoran pipa, menjadi bukti adanya perbaikan manajemen perusahaan.

Namun, menurutnya, keberhasilan tersebut tidak boleh membuat seluruh jajaran merasa puas. Ia mengingatkan bahwa tuntutan masyarakat terhadap pelayanan publik akan terus meningkat sehingga inovasi dan peningkatan kualitas kerja harus dilakukan secara berkelanjutan.

Persoalan lain yang menjadi perhatian pemerintah adalah kerusakan jaringan perpipaan akibat proyek pembangunan jalan maupun saluran drainase. Bupati meminta setiap pelaksana proyek menjalin koordinasi dengan PDAM sebelum pekerjaan dimulai agar infrastruktur distribusi air tidak mengalami kerusakan.

Apabila pekerjaan konstruksi menyebabkan gangguan terhadap jaringan perpipaan, kontraktor diwajibkan bertanggung jawab melakukan pemulihan hingga jaringan kembali berfungsi normal. Pemerintah Kabupaten Lombok Timur juga akan mengkaji pembentukan regulasi bersama DPRD sebagai dasar hukum untuk melindungi aset pelayanan air bersih.

Tidak hanya berfokus pada penanganan persoalan yang ada, pemerintah juga mulai merancang strategi jangka panjang untuk memperkuat cadangan sumber air baku. Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang bersama PDAM diminta melakukan inventarisasi terhadap potensi mata air yang dapat dikembangkan sebagai sumber pasokan baru.

Pemerintah daerah bahkan menyatakan kesiapan mengalokasikan anggaran apabila diperlukan pembebasan lahan di sekitar mata air yang dinilai memiliki nilai strategis. Langkah tersebut diharapkan mampu menjamin keberlanjutan pelayanan air bersih bagi masyarakat Lombok Timur dalam jangka panjang.

Dalam rapat itu, Bupati turut menyoroti tingginya nilai piutang pelanggan yang belum tertagih dan mencapai sekitar Rp11 miliar. Ia mengarahkan agar penyelesaian persoalan tersebut dilakukan secara selektif dengan mengedepankan pertimbangan kemanusiaan, khususnya bagi pelanggan dari kelompok ekonomi lemah.

Sementara itu, Direktur Utama PDAM Lombok Timur, Sopyan Hakim, menjelaskan bahwa peningkatan mutu pelayanan terus menjadi prioritas perusahaan. Berbagai upaya dilakukan, mulai dari penguatan tata kelola, perluasan jaringan pelayanan, hingga peningkatan kualitas sumber daya manusia agar pelayanan kepada pelanggan semakin optimal.

Dari sisi kinerja perusahaan, PDAM Lombok Timur kembali mencatat hasil yang membanggakan. Berdasarkan audit independen, laporan keuangan perusahaan memperoleh opini Wajar sesuai standar akuntansi yang berlaku. Selain itu, evaluasi Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Perwakilan NTB menetapkan perusahaan berada dalam kategori Sehat, sementara penilaian berdasarkan ketentuan Kementerian Dalam Negeri menempatkan PDAM pada klasifikasi Cukup.

Capaian tersebut memperkuat posisi PDAM Lombok Timur sebagai salah satu perusahaan air minum daerah dengan performa terbaik di Nusa Tenggara Barat.

Kepercayaan masyarakat terhadap layanan perusahaan juga terus meningkat. Dalam kurun dua tahun terakhir, jumlah pelanggan bertambah secara signifikan dari 29.036 sambungan menjadi 41.389 sambungan. Pertumbuhan tersebut menunjukkan kebutuhan masyarakat terhadap layanan air perpipaan terus mengalami peningkatan seiring dengan membaiknya kualitas pelayanan.

Dewan Pengawas PDAM Lombok Timur, H. Mulyadi, menyampaikan bahwa hasil pengawasan selama tahun buku 2025 menunjukkan seluruh kegiatan perusahaan telah berjalan sesuai rencana kerja serta ketentuan yang berlaku. Ia berharap dukungan pemerintah daerah terhadap pengembangan Sistem Penyediaan Air Minum dan penguatan regulasi terus ditingkatkan sehingga pelayanan kepada masyarakat dapat berkembang lebih baik di masa mendatang.

Rapat tahunan tersebut dihadiri jajaran Pemerintah Kabupaten Lombok Timur, mulai dari staf ahli, asisten bidang perekonomian, pimpinan organisasi perangkat daerah terkait, hingga direksi badan usaha milik daerah yang bersama-sama membahas arah pengembangan pelayanan air bersih di daerah.(red)

Reporter: PERWAKILAN : NTB