Kabarbahri.co.id – BANTEN – Komitmen Indonesia dalam memperkuat peran imam masjid sebagai agen perdamaian dan pemersatu bangsa terus diwujudkan melalui berbagai program pembinaan di daerah. Salah satunya berlangsung di Provinsi Banten melalui penyelenggaraan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Imam Masjid yang menjadi bagian dari rangkaian nasional menuju International Grand Imams Conference (IGIC) 2026.
Agenda yang ditutup pada Minggu (5/7) itu dihadiri Ketua Steering Committee (SC) IGIC 2026, Irjen Pol. Dr. M. Sabilul Alif, S.H., S.I.K., M.Si., didampingi Menteri Agama Republik Indonesia, Helmi Halimatul Udhma, selaku Pengawas Dewan Hakim. Turut hadir jajaran Pemerintah Provinsi Banten, pemerintah kabupaten dan kota, tokoh agama, ulama, serta para finalis MTQ.
Dalam keterangannya, Sabilul Alif menyampaikan bahwa pembangunan kualitas imam merupakan salah satu fondasi penting dalam memperkuat kehidupan beragama di Indonesia. Menurutnya, imam masjid memiliki tanggung jawab besar karena menjadi figur yang berinteraksi langsung dengan masyarakat dan berperan membimbing umat dalam kehidupan sehari-hari.
Ia menjelaskan, tantangan yang dihadapi masyarakat saat ini menuntut hadirnya imam yang tidak hanya memiliki kemampuan membaca Al-Qur’an dengan baik, tetapi juga mampu menjadi teladan dalam menjaga persatuan, menyampaikan dakwah yang menyejukkan, serta membangun sikap saling menghormati di tengah keberagaman.
Karena itu, kata dia, MTQ Imam Masjid tidak hanya berfungsi sebagai kompetisi untuk memilih peserta terbaik, tetapi juga menjadi sarana pembinaan yang mendorong lahirnya imam-imam dengan kapasitas keilmuan, kepemimpinan, dan wawasan kebangsaan yang kuat.
Pelaksanaan MTQ tahun ini mendapat sambutan luas. Sebanyak 221 imam dari berbagai daerah di Banten mengikuti seleksi awal secara daring. Setelah melalui proses penilaian, 180 peserta dinyatakan lolos ke tahap penyisihan hingga akhirnya tersisa 28 finalis yang tampil pada babak penentuan.
Ketujuh cabang yang diperlombakan meliputi tartil Al-Qur’an, tilawah, hafalan 15 juz, hafalan 30 juz, tafsir Al-Qur’an, khutbah Jumat, dan adzan. Seluruh proses penjurian dilakukan secara terbuka dan profesional guna memastikan peserta terbaik terpilih berdasarkan kemampuan masing-masing.
Sabilul Alif mengapresiasi seluruh panitia, dewan hakim, pemerintah daerah, dan Kementerian Agama yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia berharap para imam yang mengikuti MTQ mampu mengimplementasikan ilmu dan pengalaman yang diperoleh untuk memberikan manfaat bagi masyarakat di daerah asalnya.
Sebelum memasuki babak kompetisi, rangkaian Bridging to IGIC 2026 di Banten juga diisi dengan Istighatsah dan Tabligh Akbar yang diikuti sekitar 5.000 jamaah. Selain itu, Seminar Keimaman menghadirkan sekitar 500 peserta yang berasal dari kalangan imam masjid, penyuluh agama, akademisi, mahasiswa, pengurus Dewan Kemakmuran Masjid, hingga berbagai unsur masyarakat.
Menurut Sabilul Alif, kegiatan yang digelar di Banten merupakan bagian dari gerakan nasional yang sebelumnya telah dilaksanakan di Kalimantan Timur dan Sulawesi Selatan. Program serupa akan terus diperluas ke sejumlah provinsi lain sebagai langkah memperkuat jejaring imam di seluruh Indonesia menjelang penyelenggaraan IGIC 2026.
Ia menilai Indonesia memiliki modal besar untuk memainkan peran penting dalam membangun diplomasi keagamaan di tingkat dunia. Keberhasilan menjaga kerukunan di tengah keberagaman menjadi bukti bahwa nilai-nilai agama dapat menjadi kekuatan dalam menciptakan perdamaian dan stabilitas sosial.
Melalui IGIC 2026, Indonesia berupaya menghadirkan forum yang mempertemukan para imam besar, ulama, dan pemimpin agama dari berbagai negara untuk membangun kolaborasi dalam memperkuat moderasi beragama, dialog lintas budaya, serta penyelesaian berbagai persoalan global melalui pendekatan kemanusiaan.
“Konferensi ini diharapkan menjadi momentum bagi Indonesia untuk menunjukkan kepada dunia bahwa agama dapat menjadi jembatan yang memperkuat persaudaraan, menciptakan harmoni, dan mendorong terwujudnya perdamaian internasional,” tutup Sabilul Alif.(red)














