Kabarbahri.co.id – Jakarta – Serikat Buruh Nasionalis Indonesia (SBNI) menegaskan komitmennya untuk mengambil bagian dalam upaya pelestarian lingkungan hidup melalui penguatan peran pekerja di berbagai sektor industri. Komitmen tersebut disampaikan dalam Kongres II SBNI yang digelar di Kantor Pusat SBNI, Pondok Indah, Jakarta Selatan, Minggu (12/7/2026), dan dihadiri Menteri Lingkungan Hidup sekaligus Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup, Moh Jumhur Hidayat.

Scroll Untuk Lanjut Membaca
SBNI dan Kementerian Lingkungan Hidup Perkuat Sinergi, Buruh Didorong Jadi Mitra Strategis Jaga Kelestarian Alam

Ketua Umum SBNI, Adv. Wagimun, SH., C.P.M., mengatakan kongres menjadi agenda penting organisasi untuk mengevaluasi perjalanan sejak berdiri pada 9 Juli 2021 sekaligus menyusun arah kebijakan lima tahun mendatang. Sekitar 300 peserta dari jajaran pengurus pusat dan daerah hadir dalam forum tersebut untuk membahas penguatan organisasi serta kontribusi SBNI terhadap pembangunan nasional.

Menurut Wagimun, organisasi buruh harus mampu menjawab tantangan yang semakin kompleks. Selain memperjuangkan hak dan perlindungan pekerja, serikat buruh juga perlu berperan dalam menciptakan lingkungan kerja yang sehat dan mendukung pembangunan berkelanjutan.

Ia menilai kesejahteraan pekerja tidak hanya ditentukan oleh upah dan jaminan sosial, tetapi juga dipengaruhi oleh kualitas lingkungan di tempat kerja maupun lingkungan sekitar. Oleh karena itu, SBNI menyatakan siap mendukung berbagai kebijakan pemerintah yang berkaitan dengan perlindungan lingkungan hidup serta meningkatkan kesadaran anggotanya terhadap pentingnya penerapan budaya kerja yang aman dan ramah lingkungan.

“Kami ingin organisasi ini tidak hanya dikenal sebagai wadah perjuangan buruh, tetapi juga menjadi bagian dari gerakan yang mendukung pembangunan nasional, termasuk menjaga kelestarian lingkungan hidup,” ujar Wagimun.

Sementara itu, Menteri Lingkungan Hidup Moh Jumhur Hidayat mengapresiasi komitmen yang ditunjukkan SBNI. Menurutnya, keterlibatan organisasi buruh menjadi faktor penting dalam membangun budaya industri yang lebih bertanggung jawab terhadap lingkungan.

Ia menjelaskan bahwa pemerintah terus memperkuat pengawasan terhadap aktivitas industri agar seluruh perusahaan menjalankan operasional sesuai ketentuan lingkungan. Kepatuhan terhadap pengelolaan limbah, pengendalian pencemaran, serta penyediaan kawasan hijau dinilai menjadi langkah penting untuk menciptakan lingkungan yang lebih sehat bagi masyarakat dan para pekerja.

Jumhur juga menyoroti pentingnya penerapan Keamanan, Keselamatan, Kesehatan, dan Lingkungan (K3L) sebagai bagian dari budaya kerja. Menurutnya, perusahaan yang memperhatikan aspek keselamatan dan kualitas lingkungan akan memiliki sumber daya manusia yang lebih sehat, produktif, dan mampu meningkatkan daya saing.

Lebih lanjut, ia mengungkapkan pemerintah sedang mempersiapkan gerakan nasional pemulihan lingkungan yang akan melibatkan seluruh komponen bangsa. Program tersebut diharapkan menjadi ruang kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, organisasi masyarakat, komunitas, dan serikat pekerja dalam mempercepat upaya pemulihan lingkungan di Indonesia.

Jumhur menegaskan bahwa persoalan lingkungan tidak dapat diselesaikan oleh pemerintah sendiri. Dukungan seluruh elemen masyarakat, termasuk organisasi buruh, menjadi kunci untuk mewujudkan target pembangunan yang berkelanjutan sebagaimana diarahkan Presiden Prabowo.

Melalui Kongres II SBNI, kedua pihak sepakat memperkuat kerja sama dalam membangun kesadaran lingkungan di kalangan pekerja. Kolaborasi tersebut diharapkan mampu mendorong lahirnya kawasan industri yang lebih hijau, lingkungan kerja yang lebih sehat, serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat secara menyeluruh.(red)

Reporter: PERWAKILAN : NTB