SERANG, MANCAK — Proyek pembangunan Koperasi Merah Putih di Desa Cikedung, Kecamatan Mancak, Kabupaten Serang, menuai sorotan publik setelah bagian kanopi di depan bangunan tersebut dilaporkan ambruk, padahal bangunan itu disebut belum sempat diresmikan.

Scroll Untuk Lanjut Membaca
Viral Koperasi Merah Putih di Cikedung Mancak, Kanopi Ambruk Sebelum Diresmikan — Kualitas Material Tuai Sorotan

Peristiwa tersebut mencuat setelah seorang warga mengirimkan video kepada redaksi pada Rabu (19/8/2026). Dalam rekaman itu terlihat bagian kanopi depan bangunan telah runtuh. Warga yang merekam kejadian tersebut terdengar mempertanyakan kualitas konstruksi bangunan yang secara kasat mata baru selesai dikerjakan.

“Ini baru selesai dibangun, belum juga diresmikan, kok kanopinya sudah ambruk,” ujar warga dalam video tersebut.

Peristiwa ini tentu bukan sekadar soal sebuah kanopi yang roboh. Jika benar bangunan masih tergolong baru, publik berhak mempertanyakan bagaimana standar mutu pekerjaan, spesifikasi material, metode pelaksanaan, hingga pengawasan proyek dijalankan.

Apalagi, pembangunan Koperasi Merah Putih merupakan program pemerintah yang mendapat perhatian dan dukungan anggaran negara. Karena itu, kualitas pekerjaan semestinya tidak berhenti pada bangunan yang tampak selesai secara administratif, tetapi harus dibuktikan melalui konstruksi yang kokoh, aman, dan memenuhi spesifikasi teknis.

Ambruknya bagian bangunan sebelum digunakan justru melahirkan pertanyaan yang lebih serius: apakah material yang digunakan benar-benar sesuai spesifikasi? Apakah pekerjaan telah melalui pengawasan teknis yang memadai? Dan siapa yang bertanggung jawab apabila konstruksi tersebut ternyata tidak memenuhi standar?

Publik tentu tidak boleh dipaksa menerima begitu saja alasan bahwa kerusakan tersebut hanya persoalan teknis biasa. Bangunan publik yang dibangun menggunakan uang negara harus dipertanggungjawabkan bukan hanya secara fisik, tetapi juga secara transparan.

Jika benar terdapat anggaran pembangunan hingga miliaran rupiah, maka setiap rupiah semestinya berbanding lurus dengan mutu pekerjaan. Jangan sampai proyek bernilai besar hanya menghasilkan bangunan yang terlihat megah dari luar, tetapi rapuh ketika diuji oleh keadaan.

Karena itu, pihak terkait perlu memberikan penjelasan secara terbuka mengenai nilai kontrak, pelaksana pekerjaan, spesifikasi material, pengawasan teknis, masa pemeliharaan, serta penyebab ambruknya kanopi tersebut.

Sementara itu, Kepala Desa Cikedung hingga berita ini ditulis belum berhasil dikonfirmasi terkait peristiwa tersebut.

Redaksi masih membuka ruang hak jawab dan klarifikasi bagi Pemerintah Desa Cikedung, pelaksana pembangunan, maupun pihak terkait lainnya untuk menjelaskan duduk perkara sebenarnya.

Sebab dalam penggunaan anggaran publik, yang dibutuhkan bukan sekadar proyek selesai di atas kertas. Masyarakat berhak mendapatkan bangunan yang benar-benar selesai secara kualitas—bukan selesai secara seremoni, lalu ambruk sebelum digunakan.

(Red)

Reporter: Jurnalis: