Kabarbahri.co.id – LOMBOK TIMUR — Peran mahasiswa dalam kehidupan masyarakat menjadi salah satu perhatian Sekretaris Daerah (Sekda) Lombok Timur H. Muhammad Juaini Taofik saat memberikan pembekalan kepada mahasiswa baru Universitas Hamzanwadi.

Scroll Untuk Lanjut Membaca
Sekda Lombok Timur Bekali Ribuan Mahasiswa Hamzanwadi, Tekankan Pentingnya Memahami Kebijakan Publik

Juaini hadir sebagai pemateri dalam kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Universitas Hamzanwadi 2026 yang berlangsung di GOR Hamzanwadi, Selasa (22/9/2026). Ia membawakan materi bertajuk “Memahami Kebijakan Publik Menuju Mahasiswa yang Aktif dan Konstruktif.”

Di hadapan peserta, Juaini menjelaskan bahwa kebijakan publik tidak dapat dipisahkan dari berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat. Pemerintah memiliki kewajiban menyusun langkah dan keputusan untuk menangani persoalan tersebut sesuai kewenangan di masing-masing tingkatan pemerintahan.

Menurut dia, kebijakan publik dapat muncul dari pemerintah tingkat kelurahan, kecamatan, kabupaten hingga pemerintah pusat. Setiap kebijakan disusun dengan memperhatikan kebutuhan masyarakat, keterbatasan sumber daya, serta prioritas pembangunan.

Ia mencontohkan anggaran daerah sebagai salah satu sumber daya publik yang harus digunakan secara terarah agar mampu memberikan dampak terhadap penyelesaian masalah masyarakat.

“Kebijakan publik pada prinsipnya merupakan upaya pemerintah menyelesaikan persoalan publik dengan menggunakan sumber daya yang tersedia dan disesuaikan dengan skala prioritas,” kata Juaini.

Dalam pemaparannya, ia juga menguraikan berbagai produk kebijakan yang dikenal masyarakat, seperti undang-undang, peraturan daerah, maupun kebijakan yang berkaitan dengan pelayanan publik.

Namun, menurutnya, penyusunan kebijakan membutuhkan proses yang panjang. Sebuah persoalan harus terlebih dahulu dikenali dan dikaji sebelum ditentukan apakah akan menjadi bagian dari agenda pemerintah.

Setelah persoalan ditetapkan sebagai agenda, pemerintah melakukan perumusan kebijakan, mengambil keputusan, menjalankan program atau aturan yang telah ditetapkan, kemudian melakukan evaluasi untuk melihat efektivitasnya.

Juaini menegaskan bahwa banyaknya persoalan di tengah masyarakat membuat pemerintah harus menentukan mana yang perlu mendapatkan penanganan lebih dahulu. Untuk itu, berbagai aspek harus diperhitungkan, termasuk tingkat urgensi, dampak yang ditimbulkan, serta kapasitas pemerintah dalam memberikan penyelesaian.

Pembahasan tersebut kemudian dikaitkan dengan posisi mahasiswa. Juaini mendorong mahasiswa baru agar membangun kepekaan terhadap kondisi di sekitar mereka dan tidak ragu menyampaikan gagasan yang dapat memberikan manfaat bagi masyarakat.

Ia juga mengajak mahasiswa mengembangkan kemampuan berdiskusi dan bekerja sama. Menurutnya, lingkungan perguruan tinggi dapat menjadi tempat untuk melatih mahasiswa berpikir kritis sekaligus menghasilkan gagasan yang konstruktif.

Selain materi kebijakan publik, Juaini turut menyinggung kondisi pendidikan di Kabupaten Lombok Timur. Ia memberikan apresiasi terhadap Universitas Hamzanwadi yang dinilai memiliki kontribusi terhadap pengembangan pendidikan serta peningkatan kualitas sumber daya manusia di daerah tersebut.

Juaini menyebut terdapat perkembangan dalam sektor pendidikan Lombok Timur selama 25 tahun terakhir. Dari data yang disampaikan, rata-rata lama sekolah mencapai 7,71 tahun, sedangkan harapan lama sekolah berada pada angka 14,08 tahun.

Menurutnya, angka rata-rata lama sekolah menunjukkan pendidikan yang telah ditempuh masyarakat rata-rata masih berada pada tingkat SMP. Sementara itu, harapan lama sekolah menunjukkan peluang masyarakat untuk memperoleh pendidikan yang lebih tinggi hingga perguruan tinggi.

Ia menilai peningkatan kualitas pendidikan harus terus menjadi perhatian dalam pembangunan daerah. Kemajuan yang telah dicapai perlu dilanjutkan melalui sinergi antara pemerintah, perguruan tinggi, masyarakat, dan berbagai pihak lainnya.

“Selama 25 tahun terakhir, perkembangan Lombok Timur sudah mengalami perubahan yang cukup besar. Tetapi peningkatan mutu pendidikan masih membutuhkan kerja bersama agar hasilnya semakin baik,” ujarnya.

PKKMB Universitas Hamzanwadi 2026 diikuti sekitar 2.200 mahasiswa baru yang tersebar di tujuh fakultas. Kegiatan tersebut tidak hanya menjadi sarana mengenalkan lingkungan perkuliahan, tetapi juga memberikan wawasan mengenai kehidupan sosial dan peran mahasiswa dalam masyarakat.

Kegiatan itu turut dihadiri Wakil Rektor III Universitas Hamzanwadi beserta jajaran terkait. Melalui pembekalan tersebut, mahasiswa baru diharapkan dapat menjalani kehidupan kampus dengan wawasan yang lebih luas serta memiliki kepedulian terhadap berbagai persoalan publik di sekitarnya.(red)

Reporter: PERWAKILAN: NTB