Kabarbahri.co.id – LOMBOK TIMUR – Perjalanan lima tahun Yayasan Pondok Pesantren Al Wadiyah (YANWI) NW Kebon Erat mendapat perhatian dari Pemerintah Kabupaten Lombok Timur. Bupati H. Haerul Warisin memberikan bantuan sebesar Rp50 juta melalui pemerintah daerah sekaligus mewakafkan lahan seluas dua are untuk mendukung pengembangan pondok pesantren tersebut.

Scroll Untuk Lanjut Membaca
Lima Tahun Berdiri, Ponpes Yanwi NW Kebon Erat Terima Bantuan Rp50 Juta dan Wakaf Tanah dari Bupati Lotim

Penyerahan dukungan itu menjadi salah satu bagian penting dalam peringatan Haflah Hadi ke-5 Yanwi NW Kebon Erat yang berlangsung di Kelayu Utara, Kecamatan Selong, Ahad (1/11/2026). Kegiatan tersebut mengusung tema “Menguatkan Pendidikan Islami Menuju Generasi Qurani yang Berakhlak Rabbani”.

Di hadapan para peserta, Haerul menyampaikan bahwa lembaga pendidikan yang dikelola masyarakat memiliki peran strategis dalam membantu pemerintah meningkatkan kualitas pendidikan. Ia menilai keberadaan yayasan pesantren telah membuka peluang lebih luas bagi anak-anak untuk mendapatkan pendidikan sesuai jenjang yang dibutuhkan.

Menurutnya, membangun generasi berkualitas membutuhkan lebih dari sekadar kemampuan akademik. Pendidikan agama harus menjadi fondasi dalam membentuk perilaku, kesantunan, serta karakter peserta didik. Dengan demikian, ilmu yang diperoleh dapat menjadi bekal untuk menjalani kehidupan sekaligus memberikan manfaat bagi masyarakat.

Bupati juga mengapresiasi konsistensi pengelola Yanwi NW Kebon Erat dalam mengembangkan lembaga pendidikan selama lima tahun terakhir. Ia berharap keberadaan pesantren tersebut terus memberikan kontribusi dalam memenuhi kebutuhan pendidikan masyarakat Lombok Timur.

Selain membahas pendidikan, Haerul turut menyinggung sejumlah prioritas pembangunan daerah. Ia mengajak masyarakat tidak hanya menjadi penerima manfaat pembangunan, tetapi juga mengambil bagian dalam mendorong perubahan di lingkungan masing-masing.

Pemerataan pembangunan, menurutnya, harus mencakup seluruh wilayah Lombok Timur. Pemerintah daerah terus berupaya meningkatkan kualitas infrastruktur, termasuk memperbaiki akses jalan dan membenahi jaringan irigasi yang menunjang aktivitas pertanian.

Ia secara khusus mengingatkan pentingnya menjaga sumber air dan saluran pengairan. Sebagai salah satu daerah penyangga pangan, Lombok Timur membutuhkan ketersediaan air yang memadai agar lahan pertanian dapat terus berproduksi. Karena itu, pemeliharaan jaringan irigasi tidak cukup hanya mengandalkan pemerintah, melainkan memerlukan kesadaran masyarakat.

Dukungan terhadap perkembangan pesantren juga datang dari BAZNAS Provinsi Nusa Tenggara Barat. Wakil Ketua IV BAZNAS NTB, H. Ahmad Rusli, mengapresiasi kerja keras yayasan yang telah melewati berbagai proses dalam membangun lembaga pendidikan hingga mampu melayani masyarakat.

Ia menyadari bahwa mengembangkan institusi pendidikan keagamaan membutuhkan perjuangan panjang. Selain komitmen pengelola, keberhasilan pesantren juga bergantung pada kepercayaan orang tua dan dukungan masyarakat sekitar.

Ahmad Rusli berharap Yanwi NW Kebon Erat tidak berhenti pada pencapaian saat ini. Ia mendorong pesantren tersebut terus meningkatkan kualitas pembinaan santri sehingga kelak mampu menghasilkan ulama yang memiliki pengetahuan agama mendalam dan disegani di Nusa Tenggara Barat.

Ia juga menyampaikan bahwa orang tua yang mempercayakan pendidikan anak-anaknya kepada pondok pesantren telah mengambil langkah penting dalam membangun bekal keagamaan generasi berikutnya.

Lebih lanjut, ia mengingatkan pengelola pesantren agar terus menjaga hubungan dengan masyarakat. Menurutnya, partisipasi warga merupakan kekuatan penting dalam mempertahankan eksistensi sekaligus mendorong kemajuan lembaga pendidikan.

Dalam kesempatan tersebut, BAZNAS Provinsi NTB turut memberikan bantuan sebesar Rp5 juta kepada Yayasan Pondok Pesantren Al Wadiyah.

Rangkaian dukungan tersebut diharapkan menjadi dorongan bagi Yanwi NW Kebon Erat untuk memperkuat sarana pendidikan dan meningkatkan kualitas pembinaan santri. Dengan keterlibatan berbagai pihak, pesantren diharapkan semakin berperan dalam melahirkan generasi yang berpengetahuan, berlandaskan nilai-nilai Al-Qur’an, serta memiliki akhlak mulia.(red)

Reporter: PERWAKILAN: NTB