KABARBAHRI.CO.ID | SERANG — Dugaan tindak kekerasan terhadap seorang sopir truk lanjut usia kembali mencuat dan menjadi sorotan publik. Ilham Budiono (63), warga Desa Renged, Kecamatan Kresek, Kabupaten Tangerang, dilaporkan menjadi korban pengeroyokan oleh sejumlah oknum petugas keamanan (security) di sekitar Gerbang Tol Cikande, Kabupaten Serang, pada Kamis (23/4/2026) malam.
Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 22.00 WIB, sesaat setelah korban melintasi gerbang tol. Berdasarkan keterangan yang dihimpun, Ilham memutuskan untuk menepi di sebuah persimpangan jalan guna memeriksa kondisi ban truk yang dikemudikannya, yang dirasakan mulai panas. Selain itu, korban juga berniat membasuh muka untuk mengurangi rasa kantuk setelah menempuh perjalanan panjang.
Namun, niat tersebut justru berujung petaka. Sebelum sempat turun dari kendaraan, korban didatangi oleh sejumlah oknum yang diduga petugas keamanan tol. Tanpa memberikan ruang komunikasi yang cukup, korban disebut dipaksa untuk segera melanjutkan perjalanan. Penjelasan korban terkait kondisi kendaraannya tidak diindahkan, bahkan memicu perdebatan yang kian memanas.
Situasi kemudian diduga berubah menjadi aksi kekerasan fisik secara bersama-sama. Korban mengaku mengalami pemukulan yang menyebabkan sejumlah luka di bagian tubuhnya. Di antaranya, luka memar pada dahi sebelah kanan, memar di kaki kiri dan tangan kanan, serta gangguan saat menelan makanan yang diduga akibat benturan keras.
“Saya hanya ingin memastikan kondisi kendaraan demi keselamatan di jalan. Tapi justru diperlakukan seperti ini,” ungkap Ilham dengan nada lirih.
Tidak terima atas perlakuan yang dialaminya, Ilham Budiono bersama pihak keluarga langsung menempuh jalur hukum dengan melaporkan kejadian tersebut ke Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Banten pada Jumat (24/4/2026). Laporan itu telah teregistrasi dengan nomor: LP/B/159/IV/SPKT I.DITRESKRIMUM/2026/POLDA BANTEN.
Pihak keluarga korban mendesak aparat kepolisian untuk bertindak cepat dan profesional dalam mengungkap identitas para pelaku serta menindak tegas setiap bentuk kekerasan yang melanggar hukum. Mereka menilai tindakan tersebut tidak hanya mencederai rasa keadilan, tetapi juga mencoreng citra petugas keamanan yang seharusnya memberikan perlindungan kepada pengguna jalan.
Hingga berita ini diturunkan, pihak kepolisian masih melakukan pendalaman terhadap laporan yang masuk. Proses penyelidikan tengah berjalan guna mengungkap fakta secara menyeluruh serta memastikan pertanggungjawaban hukum bagi pihak-pihak yang terlibat.















