Kabarbahri.co.id – Jakarta — Wacana mengenai sosok yang akan memimpin Kejaksaan Agung Republik Indonesia menjadi perhatian menjelang penentuan Jaksa Agung. Di tengah munculnya berbagai aspirasi, nama Laksamana Muda TNI (Purn.) Dr. Nazali Lempo, S.H., M.H. turut disebut sebagai figur yang dinilai patut masuk dalam pertimbangan.
Dukungan terhadap Nazali Lempo berkaitan dengan pengalaman panjangnya yang bersentuhan dengan bidang hukum selama berkarier di lingkungan TNI. Ia bukan hanya pernah menduduki jabatan strategis dalam struktur militer, tetapi juga dipercaya menangani bidang yang berkaitan langsung dengan penegakan hukum dan peradilan militer.
Salah satu jabatan penting yang pernah diembannya adalah Komandan Pusat Polisi Militer TNI atau Danpuspom TNI. Ia juga pernah menjabat sebagai Oditur Jenderal TNI.
Pengalaman tersebut menjadi perhatian karena Polisi Militer dan oditurat memiliki peran penting dalam memastikan proses hukum serta penegakan disiplin berjalan di lingkungan TNI. Dari posisi tersebut, Nazali Lempo disebut memiliki pengalaman menghadapi persoalan hukum yang melibatkan personel dengan berbagai tingkat kepangkatan.
Pihak yang mendorong namanya menilai pengalaman itu dapat menjadi bekal ketika berhadapan dengan perkara-perkara besar yang menjadi bagian dari tugas Kejaksaan Agung.
Menurut mereka, tantangan seorang Jaksa Agung bukan semata kemampuan memahami regulasi. Pemimpin Kejaksaan juga dituntut memiliki ketegasan dalam menentukan sikap, menjaga profesionalitas aparat, serta memastikan proses hukum tidak mudah dipengaruhi kepentingan tertentu.
Prinsip perlakuan yang sama di depan hukum menjadi salah satu hal yang turut ditekankan dalam dukungan tersebut. Penegakan hukum diharapkan tidak berubah hanya karena perkara menyangkut orang dengan jabatan, kekuasaan atau pengaruh tertentu.
Rekam jejak Nazali Lempo juga berlanjut setelah ia memasuki masa purnawirawan. Ia disebut tetap aktif dalam berbagai kegiatan organisasi yang berkaitan dengan kemasyarakatan dan bidang hukum.
Sejumlah jabatan organisasi disebut pernah dipercayakan kepadanya. Selain menjadi Ketua Umum organisasi kemasyarakatan Sumatera, Nazali Lempo juga disebut berperan sebagai Dewan Pembina pada sejumlah organisasi profesi hukum.
Namanya turut dikaitkan dengan kegiatan pembinaan sejumlah lembaga yang bergerak di bidang pemberitaan, bantuan hukum dan advokasi, seperti CLPKNEWS, LBH CLPK dan Laskar Hukum Indonesia.
Keterlibatan tersebut dinilai memberikan ruang bagi Nazali Lempo untuk tetap bersentuhan dengan persoalan hukum dan masyarakat setelah menyelesaikan pengabdiannya sebagai prajurit aktif.
Bagi pihak yang mendukung, perpaduan antara pengalaman kepemimpinan di lingkungan militer, Polisi Militer, oditurat dan aktivitas di bidang hukum menjadi alasan mengapa namanya dianggap layak diperhitungkan.
Namun, munculnya nama Nazali Lempo sejauh ini masih berada dalam konteks aspirasi. Belum terdapat keputusan resmi yang menetapkannya sebagai calon ataupun Jaksa Agung.
Penentuan pemimpin Kejaksaan Agung tetap akan berlangsung melalui mekanisme yang berlaku sesuai kewenangan konstitusional dan peraturan perundang-undangan.
Dukungan terhadap Nazali Lempo pada akhirnya mencerminkan harapan agar pimpinan Kejaksaan mendatang memiliki kemampuan menghadapi persoalan hukum secara tegas sekaligus tetap menjaga independensi institusi.
Dengan pengalaman di bidang hukum militer dan aktivitasnya dalam sejumlah organisasi setelah purnawirawan, Nazali Lempo kini menjadi salah satu nama yang didorong untuk ikut dipertimbangkan dalam pembahasan mengenai calon Jaksa Agung Republik Indonesia.(red)















