kabarbahri.co.id – Cilegon – Smp  Negeri 4 menggelar tasyakuran pelepasan peserta didik kelas IX Angkatan ke-40 dengan penuh khidmat dan nuansa kekeluargaan, Kamis (21/05/2026). Sebanyak 293 siswa mengikuti prosesi pelepasan yang berlangsung di lingkungan sekolah dengan mengusung tema “Harmoni Kebersamaan Wujudkan Generasi yang Semakin Prima (Profesional, Religius, Inovatif, Mandiri, Asri)”.

Scroll Untuk Lanjut Membaca
Tasyakuran Pelepasan Siswa SMPN 4 Cilegon, Momentum Syukur dan Penguatan Kolaborasi Pendidikan

Acara diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an doa bersama dan menyanyikan lagu Indonesia Raya, serta sambutan dari Ketua Komite Sekolah Rubiah, Kepala Sekolah Dian Sudiono, S.Pd., M.Pd., dan Camat Ciwandan Agus Ariyadi. Tercatat sekitar 586 tamu undangan hadir, mulai dari wali murid, tokoh masyarakat, hingga unsur pemerintahan setempat. Hadir pula Plt Lurah Kubangsari Siti Bad’iah.

Dalam pantauan di lokasi, suasana pelepasan berlangsung hangat meski digelar di bawah terik matahari. Para orang tua siswa tampak memenuhi area kegiatan, menyaksikan prosesi pelepasan jas almamater, pembacaan ikrar alumni, hingga penampilan hiburan dari para siswa.

Perwakilan wali murid kelas IX, Reti, menyampaikan apresiasi kepada seluruh tenaga pendidik atas dedikasi mereka selama mendampingi para siswa.

“Terima kasih atas dedikasi dan bimbingan kepada anak-anak kami selama ini. Terima kasih kepada seluruh dewan guru yang telah mencurahkan kasih sayang kepada anak-anak kami,” ujarnya.

Kepala sekolah Dian Sudiono menjelaskan bahwa kegiatan pelepasan tersebut bukan sekadar seremoni akhir masa belajar, melainkan momentum mempererat silaturahmi sekaligus ungkapan rasa syukur atas perjalanan pendidikan siswa sejak kelas VII hingga IX.

“Momentum ini kami jadikan sebagai ajang rasa syukur karena bisa membersamai anak-anak sejak kelas 7, 8 hingga 9,” katanya saat diwawancarai wartawan.

Ia berharap seluruh siswa dapat dinyatakan lulus pada pengumuman mendatang pada 2 Juni 2026, sekaligus termotivasi untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.

Lebih jauh, Dian menegaskan pentingnya kolaborasi antara sekolah, orang tua, dan masyarakat dalam membangun kualitas pendidikan. Menurutnya, tanggung jawab pendidikan tidak bisa dibebankan sepenuhnya kepada sekolah.

“Sejak awal kami ingin memberdayakan dan berkolaborasi dengan unsur masyarakat serta orang tua dalam setiap kegiatan pendidikan. Pendidikan adalah tanggung jawab bersama,” ujarnya.

Di akhir keterangannya, ia memastikan pihak sekolah tetap membuka ruang pendampingan bagi para alumni yang menghadapi kendala di masa mendatang.

“Kalau mereka membutuhkan kami, kami akan bantu apabila ada yang terkendala,” tegasnya.

(Rep Ganjar)

Reporter: Pewarta