Kabarbahri.co.id – Lombok Timur – Polemik terkait beredarnya informasi dugaan penunjukan wartawan sebagai Penanggung Jawab (PJ) project limbah B3 di seluruh Puskesmas Kabupaten Lombok Timur akhirnya mendapat penjelasan dari Dinas Kesehatan setempat. Pihak dinas memastikan kabar tersebut tidak benar dan tidak pernah menjadi bagian dari program resmi pemerintah daerah.

Scroll Untuk Lanjut Membaca
Dinkes Lotim Tegaskan Tak Ada Penunjukan Wartawan untuk Project Limbah B3 di Puskesmas

Kepala Dinas Kesehatan Lombok Timur, H. Lalu Aries Fahrozi, mengatakan dirinya baru mengetahui isu itu setelah menerima sejumlah nama wartawan dan media yang disebut-sebut terlibat dalam project tersebut pada Rabu (06/05/2026).

Menurut Aries, setelah informasi tersebut ramai diperbincangkan, pihaknya langsung melakukan koordinasi internal dengan bidang yang menangani kesehatan lingkungan untuk memastikan kebenarannya. Namun hasil penelusuran menunjukkan tidak ada satu pun bidang di Dinas Kesehatan yang mengetahui adanya kegiatan dimaksud.

“Kami sudah cek ke bidang terkait dan tidak ada informasi tentang project itu. Puskesmas yang namanya disebut juga mengaku tidak tahu,” ujarnya.

Tak hanya di tingkat dinas, klarifikasi juga dilakukan kepada sejumlah kepala puskesmas yang ikut dicatut dalam informasi tersebut. Seluruhnya menyatakan tidak pernah menerima arahan, kerja sama, ataupun pemberitahuan mengenai adanya project limbah B3 yang melibatkan wartawan sebagai koordinator maupun PJ kegiatan.

Aries menegaskan, Dinas Kesehatan Lombok Timur tidak pernah mengeluarkan surat rekomendasi, instruksi, ataupun dokumen resmi yang berkaitan dengan informasi yang beredar tersebut.

Ia menilai pencatutan nama wartawan, media, hingga fasilitas kesehatan tanpa dasar yang jelas dapat memicu kesalahpahaman dan berpotensi merugikan banyak pihak, terutama insan pers dan institusi pemerintah.

Karena itu, pihaknya mengimbau masyarakat dan seluruh fasilitas kesehatan agar lebih berhati-hati apabila ada oknum yang mengaku sebagai koordinator media atau meminta sejumlah uang dengan alasan publikasi maupun project tertentu.

“Jangan langsung percaya. Pastikan terlebih dahulu kebenarannya dengan melakukan konfirmasi ke pihak terkait,” tegas Aries.

Selain itu, Dinas Kesehatan juga meminta media agar lebih cermat dalam melakukan verifikasi sebelum mempublikasikan sebuah informasi, sehingga tidak menimbulkan opini yang keliru di tengah masyarakat.

Hingga saat ini, Dinas Kesehatan Lombok Timur memastikan tidak ada kebijakan maupun kerja sama resmi terkait project limbah B3 yang melibatkan wartawan di seluruh puskesmas se-Lombok Timur.(red)

Reporter: PERWAKILAN : NTB