LEBAK –Kabarbahri.co.id

Scroll Untuk Lanjut Membaca
Jaga Kualitas, BBWSC3 Bongkar Bangunan Irigasi P3-TGAI yang Tak Sesuai Standar

Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3-TGAI) merupakan program padat karya tunai dari Kementerian Pekerjaan Umum. Program ini bertujuan memperbaiki dan membangun saluran irigasi pedesaan yang dikelola langsung oleh kelompok tani (P3A), guna mendukung ketahanan pangan, membuka lapangan kerja lokal, serta memastikan aliran air optimal ke lahan pertanian.

Di Kabupaten Lebak dan Pandeglang, program ini dijalankan oleh Balai Besar Wilayah Sungai Cidanau, Ciujung, Cidurian (BBWSC3) atas aspirasi Komisi V DPR RI. Total ada 104 titik kegiatan, dengan rincian 74 titik di Kabupaten Lebak dan 30 titik di Kabupaten Pandeglang.

Dalam pelaksanaannya, pembangunan irigasi dengan anggaran rata-rata Rp195 juta per titik ini diawasi ketat oleh Badak Banten Perjuangan. Pengawalan ini dilakukan untuk memastikan kualitas fisik bangunan dan bahan yang digunakan benar-benar sesuai dengan Rencana Anggaran Belanja (RAB) serta spesifikasi teknis yang ditetapkan.

“Saya yakin para petani selaku penerima manfaat menginginkan hasil yang sesuai standar. Oleh karena itu, BBWSC3 berani melakukan pembongkaran terhadap bangunan yang kualitasnya buruk, demi memberikan yang terbaik bagi masyarakat,” ujar Asep Fahrudin, Pengurus DPP Badak Banten Perjuangan.

Asep menambahkan, selama ini muncul pandangan di masyarakat bahwa program P3-TGAI, baik aspirasi maupun non-aspirasi, seringkali terkesan asal-asalan dalam kualitas pembangunannya. Hal ini disebabkan pengawalan di tahun-tahun sebelumnya belum berjalan menyeluruh, baik dari sisi teknis maupun non-teknis.

“Kami mengawal agar program ini berjalan lancar. Kami pastikan mulai tahun ini, irigasi yang dibangun BBWSC3 dari aspirasi Komisi V memiliki kualitas yang terjamin,” tegasnya.

Senada disampaikan King Badak, bahwa setiap bangunan yang tidak memenuhi spesifikasi akan langsung dibongkar dan diperbaiki ulang.

“Program irigasi aspirasi Komisi V DPR RI dapil Banten 1 ini dipastikan kualitasnya jauh lebih baik, tidak seperti persepsi masyarakat terhadap pelaksanaan di tahun-tahun sebelumnya,” jelas King Badak.

Pihaknya juga memberikan apresiasi tinggi kepada BBWSC3 yang responsif terhadap setiap laporan berbasis data dan fakta di lapangan, bukan sekadar asumsi.

“Kami apresiasi respon cepat Balai yang segera menurunkan tim verifikasi. Jika terbukti tidak layak, langsung dibongkar dan dibangun kembali agar berkualitas dan bermanfaat nyata bagi petani,” pungkasnya.(Mal)

Reporter: KABIRO Lebak