Kabarbahri.co.id – Lombok Timur — Kabupaten Lombok Timur membuka peluang besar untuk melakukan pembenahan menyeluruh terhadap sektor persampahan setelah mencatatkan posisi teratas dalam penilaian Local Service Delivery Project (LSDP). Capaian tersebut mengantarkan Lombok Timur ke dalam 30 daerah yang dipersiapkan untuk mendapatkan dukungan program nasional.
Program yang dijalankan Kementerian Dalam Negeri bersama Bappenas dengan dukungan Bank Dunia itu tidak sekadar berorientasi pada penanganan sampah di tempat pembuangan akhir. LSDP membawa pendekatan yang lebih luas dengan memperbaiki rantai pengelolaan sampah dari sumber hingga tahap pengolahan akhir.
Bupati Lombok Timur H. Haerul Warisin menyatakan peluang tersebut harus dimanfaatkan sebaik mungkin. Pemerintah Kabupaten Lombok Timur berkomitmen mempersiapkan seluruh kebutuhan yang dipersyaratkan agar program dapat diterapkan di daerah.
Bagi Haerul, persoalan kebersihan merupakan pekerjaan yang membutuhkan keseriusan dan konsistensi. Ia ingin pembenahan sampah menjadi bagian dari perubahan wajah Lombok Timur, bukan hanya kegiatan rutin pemerintah.
Pemkab juga melihat potensi ekonomi di balik persoalan sampah. Dengan sistem pengelolaan yang tepat, material yang sebelumnya berakhir sebagai limbah dapat dipilah, diolah dan dimanfaatkan kembali sehingga menghasilkan nilai tambah.
Konsep tersebut menjadi salah satu tujuan penting LSDP. Pengelolaan sampah diharapkan berkembang menuju ekonomi sirkular yang mampu mengurangi pencemaran sekaligus membuka kesempatan ekonomi bagi masyarakat.
Tahapan verifikasi dilakukan langsung oleh tim LSDP pada Kamis (27/8/2026). Tim turun ke lapangan untuk menilai kesiapan pemerintah daerah, masyarakat, kelembagaan, serta berbagai komponen pendukung yang diperlukan dalam pelaksanaan program.
Direktur Sinkronisasi Urusan Pemerintahan Daerah II Kemendagri Suprayitno menyampaikan bahwa verifikasi diperlukan untuk memastikan daerah benar-benar siap menjalankan program. Hasil kunjungan juga akan digunakan untuk memberikan rekomendasi terhadap bagian yang masih membutuhkan perbaikan.
Perubahan perilaku masyarakat menjadi salah satu fokus yang turut diperhatikan. Direktur Sinkronisasi Urusan Pemerintahan Daerah IV Kemendagri Paudah mengatakan pembentukan kebiasaan baru perlu dimulai sejak lingkungan pendidikan.
Sekolah dinilai memiliki peran penting dalam membentuk kesadaran generasi muda terhadap persoalan sampah. Para siswa diharapkan menjadi penghubung perubahan kebiasaan dari sekolah ke lingkungan keluarga.
Sementara itu, Koordinator Tim Kelembagaan Pemerintah Daerah dan Pembangunan Daerah Bappenas Septaliana Dewi Prananingtyas mengatakan proses lapangan juga digunakan untuk menilai besaran dan kesiapan dukungan hibah yang nantinya dapat diterima daerah.
Ia menjelaskan LSDP memiliki karakter berbeda karena menggabungkan pembenahan layanan, kelembagaan dan tata kelola persampahan. Program tersebut ditujukan untuk menghasilkan perubahan dari hulu sampai hilir, bukan hanya menambah fasilitas pembuangan sampah.
Manfaat ekonomi menjadi salah satu sasaran yang ingin dicapai. Dengan pengelolaan yang lebih baik, sampah diharapkan dapat masuk ke rantai pemanfaatan kembali dan menciptakan peluang pendapatan bagi masyarakat maupun daerah.
Pemkab Lombok Timur nantinya juga akan mendapatkan asistensi di tingkat regional dan lokal sebagai bagian dari dukungan pelaksanaan program.
Verifikasi diikuti oleh Sekretaris Daerah, Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Kepala BPKAD, Kepala Bappeda, perwakilan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, pemerhati lingkungan serta masyarakat di sekitar TPA Ijo Balit.
Masuknya Lombok Timur sebagai daerah dengan peringkat teratas menjadi peluang untuk mempercepat agenda kebersihan daerah. Jika seluruh persyaratan dapat dipenuhi, program LSDP diharapkan mampu membawa perubahan mendasar terhadap cara pemerintah dan masyarakat Lombok Timur mengelola sampah.(red)















