
Pandeglang, 2 Juni 2026 – kabarbahri.co.id / Program Optimalisasi Lahan (Oplah) di Desa Cihanjuang, Kecamatan Cibaliung, Kabupaten Pandeglang, kembali disorot publik.
Berdasarkan data resmi akhir 2025 hingga awal 2026, Desa Cihanjuang disebut menerima manfaat besar dari program Oplah. Fokus program diarahkan pada peningkatan infrastruktur air dari Bendung Cibaliung guna memastikan pasokan air, khususnya saat musim tanam.
Kementerian PUPR juga tengah memperluas jaringan irigasi induk dari Bendung Cibaliung untuk meningkatkan produktivitas pertanian dan mendukung swasembada pangan. Sementara itu, Pemerintah Kabupaten Pandeglang melalui Dinas Pertanian mengucurkan bantuan Oplah 2025 berupa pembangunan irigasi tersier dan pipanisasi untuk kelompok tani. Rehabilitasi Daerah Irigasi (D.I) Cibaliung pun terus dimonitor agar efisien waktu dan tepat mutu.
Pemerintah mengklaim pembangunan bangunan penyadap/penyimpangan diesel dan pemasangan selang di Desa Cihanjuang telah rampung serta didukung petani setempat.
_Namun, fakta di lapangan diduga bertolak belakang dengan klaim tersebut._
Tim investigasi Gabungan Wartawan Indonesia (GWI) melakukan konfirmasi kepada warga Kp. Bendungan, Desa Cihanjuang. Warga menyatakan, sejak Oplah didirikan hingga kini, bangunan belum difungsikan dan manfaatnya belum dirasakan kelompok tani.
“Sejak didirikan sampai sekarang Oplah di Kp. Bendungan belum difungsikan. Air dari titik awal tidak langsung ke area persawahan yang dituju. Titik akhirnya malah dibuang ke Kali Cikananga. Akibatnya petani yang lahannya masuk wilayah itu harus pakai mesin sedot masing-masing,” ujar warga.

Tim investigasi GWI, M. Sutisna, turun langsung ke TKP. Hasil pantauan: belum terlihat tanda-tanda kemanfaatan sesuai pengakuan warga. M. Sutisna menilai program tersebut berpotensi gagal manfaat.
Saat mendatangi Kantor Korluh/BPP Cibaliung, Selasa 2 Juni 2026 pukul 10.43 WIB, untuk meminta penjelasan terkait kemanfaatan Oplah di Kp. Bendungan, Kepala Korluh beserta petugas lainnya tidak ada di tempat. Saat dihubungi via WhatsApp juga tidak ada jawaban. Hingga berita ini diturunkan, pihak terkait belum dapat dikonfirmasi.
(M. Sutisna)















