Kabarbahri.co.id – LOMBOK TIMUR — Tantangan peningkatan kualitas kesehatan masyarakat di Lombok Timur membutuhkan keterlibatan lebih luas dari para tenaga profesional. Salah satunya melalui Persatuan Ahli Gizi Indonesia (Persagi) yang dinilai memiliki posisi penting dalam membangun kesadaran masyarakat tentang pola konsumsi dan pemenuhan nutrisi.
Hal tersebut disampaikan Bupati Lombok Timur H. Haerul Warisin saat menghadiri pelantikan Pengurus Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Persagi Kabupaten Lombok Timur masa bakti 2026–2031 di Ballroom Kantor Bupati Lombok Timur, Rabu (9/9/2026).
Bupati mengatakan persoalan gizi tidak semestinya hanya dilihat sebagai urusan medis. Lebih jauh, kualitas asupan masyarakat berhubungan langsung dengan kualitas sumber daya manusia yang akan menentukan masa depan daerah.
Karena itu, kepengurusan Persagi yang baru diminta menjadikan pelayanan kepada masyarakat sebagai prioritas. Para ahli gizi diharapkan aktif memberikan pemahaman mengenai jenis makanan, kandungan nutrisi, serta pentingnya mengonsumsi pangan yang beragam.
Haerul juga mengingatkan masyarakat tidak perlu terjebak pada anggapan bahwa makanan sehat harus mahal. Menurutnya, banyak bahan pangan dengan nilai gizi baik yang dapat diperoleh dari lingkungan sekitar dan disesuaikan dengan kebutuhan keluarga.
Bupati bahkan mendorong para ahli gizi untuk lebih sering turun ke lapangan. Edukasi dinilai akan lebih efektif apabila dilakukan langsung melalui puskesmas, posyandu maupun kegiatan masyarakat lainnya.
“Jangan hanya kita merasa hebat di dalam organisasi, tetapi tidak hebat dalam melayani masyarakat. Keliling, berikan edukasi dan pendidikan tentang makanan beragam, tentang sumber gizi dan dari mana saja kita mendapatkannya,” tegasnya.
Di tengah dorongan tersebut, Haerul turut mengangkat potensi sektor pertanian Lombok Timur. Menurutnya, keberagaman hasil pertanian daerah sebenarnya dapat menjadi salah satu modal penting dalam mendukung pemenuhan kebutuhan pangan dan gizi masyarakat.
Namun, potensi tersebut membutuhkan keterhubungan antara pihak yang memproduksi pangan dengan tenaga yang memahami kebutuhan nutrisi. Karena itu, pemerintah daerah, Persagi, dan petani diharapkan tidak berjalan sendiri-sendiri.
“Antara pemerintah, Persagi, dan petani yang menyiapkan beragam bahan makanan harus bisa berkolaborasi dan berjalan beriringan,” ujarnya.
Ia menyebut masih ada sejumlah komoditas yang perlu diperkuat, termasuk kedelai. Pengembangan sumber pangan tersebut membutuhkan dukungan pengetahuan dan kemampuan produksi agar kebutuhan masyarakat dapat semakin banyak dipenuhi dari daerah sendiri.
Bupati juga meminta perhatian terhadap isu gizi diperluas. Program kesehatan, kata dia, jangan hanya berorientasi pada ibu hamil, ibu menyusui, bayi maupun balita. Masyarakat secara keseluruhan harus mendapatkan kesempatan yang sama untuk memperoleh informasi serta akses terhadap makanan bergizi.
Dalam pelaksanaannya, Persagi diharapkan dapat memperkuat pendampingan di fasilitas pelayanan kesehatan sekaligus membantu pemerintah melakukan pencegahan persoalan gizi sejak tingkat paling bawah.
Haerul turut mengingatkan jajaran kesehatan agar tidak lamban dalam memberikan pelayanan. Menurutnya, penanganan kesehatan membutuhkan respons cepat karena menyangkut kebutuhan dasar masyarakat.
“Teman-teman kesehatan harus bekerja cepat, bekerja keras, dan cepat melayani masyarakat. Tidak bisa nanti dulu,” katanya.
Ia menekankan pentingnya pemenuhan nutrisi pada masa pertumbuhan anak. Kecukupan makanan bergizi sejak dini dinilai berperan dalam mendukung pertumbuhan tubuh dan perkembangan otak, sehingga anak-anak dapat tumbuh sehat dan memiliki kemampuan yang optimal.
Dengan terbentuknya kepengurusan Persagi periode 2026–2031, pemerintah daerah berharap kontribusi organisasi tersebut semakin terasa di lapangan. Sinergi antara ahli gizi, pemerintah, petani, fasilitas kesehatan, dan masyarakat diharapkan mampu menciptakan gerakan bersama untuk meningkatkan kualitas konsumsi pangan.
Pelantikan tersebut diikuti sekitar 200 ahli gizi yang bertugas di berbagai puskesmas dan rumah sakit di Lombok Timur. Hadir pula jajaran DPD Persagi Provinsi Nusa Tenggara Barat yang melantik pengurus DPC Persagi Lombok Timur untuk masa bakti 2026–2031.(red)
















