Cilegon BANTEN — Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di MTs Negeri 1 Kota Cilegon tidak hanya menjadi momentum untuk mengenang kelahiran Rasulullah SAW, tetapi juga dimanfaatkan sebagai sarana menanamkan nilai-nilai keislaman kepada para siswa.

Scroll Untuk Lanjut Membaca
Peringati Maulid Nabi Muhammad Saw 1448 Hijrah, Acara Meriah Dan Berlangsung Penuh Khidmat

Kepala MTs Negeri 1 Kota Cilegon, H.Edi Sudjarmanto, S.Pd  mengatakan rangkaian kegiatan tersebut mendapat dukungan dari siswa dan diharapkan dapat terus dilaksanakan pada tahun-tahun berikutnya sebagai bagian dari syiar madrasah dan syiar Islam.

“Untuk itu dari kemauan siswa. Karena tahun kemarin sudah berjalan, mudah-mudahan tahun ini dan tahun selanjutnya sebagai syiar madrasah, syiar Islam, mudah-mudahan nanti juga bisa didukung oleh siswa dan orang tua murid,” ujar Edi.

19 Kelas Ikut Meriahkan Kegiatan
Menurut Edi, terdapat 19 kelas yang mengikuti rangkaian kegiatan tersebut. Jumlah itu terdiri dari tujuh kelas untuk kelas VII, enam kelas kelas VIII, dan enam kelas kelas IX.

“Jumlahnya 19 karena memang kelasnya 19 ruang. Kelas 7 ada 7 ruang, kelas 8 ada 6 kelas, kelas 9 ada 6 kelas,” jelasnya.
Untuk memberikan motivasi kepada para siswa, pihak madrasah juga menyiapkan apresiasi bagi peserta.
“Kita lombakan, walaupun apresiasinya tidak begitu besar, tetapi yang jelas ada apresiasi dari kami,” katanya.

Persiapan Dilakukan Sejak Beberapa Pekan
Edi menjelaskan, persiapan kegiatan Maulid Nabi tidak dilakukan secara mendadak. Para siswa sebelumnya telah beberapa kali mengikuti latihan marhaban yang dilaksanakan pada Jumat pagi.

Menurutnya, kegiatan Jumat pagi di madrasah juga diisi dengan berbagai aktivitas keagamaan, seperti tilawah, membaca Al-Qur’an, dan shalat dhuha.
“Untuk beberapa kali ini kita adakan pelatihan marhaban supaya anak-anak juga terbiasa dengan marhabanan,” ujar Edi.

Ia menilai latihan tersebut penting karena tidak seluruh siswa berada di lingkungan yang terbiasa dengan kegiatan marhaban.
“Karena tidak semua siswa itu berada di lingkungan yang biasa melakukan marhaban,” tambahnya.

Panjang Dibagikan kepada Masyarakat Salah satu bentuk kegiatan yang dilakukan dalam peringatan Maulid Nabi tersebut adalah penyediaan panjang. Edi menjelaskan, panjang tersebut nantinya tidak hanya diperuntukkan bagi warga madrasah.

Pihak madrasah berencana menyalurkannya kepada masyarakat di sekitar lingkungan MTs Negeri 1 Kota Cilegon, termasuk masjid dan musala sekitar.

“Untuk panjang nanti kita salurkan kepada masyarakat sekitar, masjid-masjid sekitar dan musala sekitar,” ungkapnya.

Libatkan Unsur Kementerian Agama

Dalam kegiatan tersebut, pihak madrasah juga mengundang sejumlah tamu dari lingkungan Kementerian Agama, termasuk kepala dan jajaran terkait.

Selain itu, pihak madrasah turut mengundang sejumlah mantan kepala madrasah serta kepala madrasah negeri di Kota Cilegon.

Edi mengatakan Kepala Kementerian Agama Kota Cilegon berhalangan hadir karena kesibukan serta kondisi kesehatan.
Ia berharap kondisi tersebut segera membaik sehingga dapat kembali menjalankan aktivitas pembinaan.
“Mudah-mudahan nanti segera disembuhkan sehingga bisa beraktivitas membina kami semua,” tuturnya.

 

Edi berharap peringatan Maulid Nabi tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial. Menurutnya, esensi utama kegiatan tersebut adalah bagaimana siswa maupun seluruh keluarga besar madrasah dapat meneladani akhlak dan kehidupan Rasulullah SAW.“Harapan saya selaku kepala madrasah, mudah-mudahan kita semua bisa meneladani apa yang sudah diberikan oleh Rasulullah,” kata Edi.
Ia berharap nilai-nilai keteladanan Rasulullah dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
“Mudah-mudahan kita semua bisa melaksanakan, sehingga mudah-mudahan kita semua bisa diakui umatnya di Yaumil Akhir nanti,” pungkas Edi.

(Tim Cilegon)

Reporter: Pewarta